26 Desember 2024

Pengertian Fotosintesis, Tahapan dan Faktor yang Mempengaruhinya

Fotosintesis
Proses Fotosintesis pada Tumbuhan

Apa Pengertian FotoSintesis?

Fotosintesis berasal dari kata "foto" (cahaya) dan "sintesis" (membuat), artinya proses pembuatan zat makanan dengan bantuan cahaya. Fotosintesis merupakan proses biologis yang dilakukan oleh tumbuhan, alga, dan bakteri untuk mengubah energi menjadi energi kimia yang disimpan dalam bentuk glukosa. Proses ini merupakan inti dari keberlangsungan ekosistem di bumi karena melalui proses ini menjadi dasar rantai makanan. Reaksi kimia dari fotosintesis yaitu 6CO2+6H2O+Cahaya Matahari>C6H2O (Glukosa)+6O2.

Dimana Tempat Terjadinya Proses Fotosintesis?

Proses fotosintesis berlangsung di kloroplas, yaitu organel dalam sel tumbuhan yang mengandung pigmen yang bernama klorofil.
  • Klorofil, menyerap cahaya matahari terutama dalam spektrum merah dan biru
  • Stroma dan Tilakoid, yaitu tempat terjadinya dua tahapan fotosintesis yaitu reaksi terang dan reaksi gelap

Bagaimana Tahapan Proses Fotosintesis?

Fotosintesis terdiri dari dua tahapan yaitu:
1. Reaksi Terang
  • Terjadi di membran tilakoid
  • Cahaya matahari diubah menjadi energi kimia berupa ATP dan NADPH
2. Reaksi Gelap atau Siklus Calvin
  • Terjadinya di stroma kloroplas
  • Karbondioksida digunakan untuk menghasilkan glukosa melalui siklus enzimatik
  • ATP dan NADPH dari reaksi terang menyediakan energi untuk proses ini.

Apa Saja Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis?

Berikut merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi proses fotosintesi yaitu:
  • Cahaya, intensitas cahaya sangat menetukan proses fotosintesis
  • Konsentrasi Karbondioksida, semakin tinggi CO2, maka semakin cepat laju fotosintesis
  • Suhu, enzim fotosintesis bekerja optimal pada suhu tertentu
  • Air, kekurangan air dapat menghambat dari proses fotosintesis

Apa Manfaat dari Fotosintesis

Proses Fotosintesis sangat bermanfaat untuk:
  • Menghasilkan Oksigen, merupakan aspek penting untuk keberlangsungan makhluk hidup
  • Menyediakan Makanan, yaitu semua makhluk hidup bergantung secara langsung atau tidak pada glukosa hasil dari proses fotosintesis
  • Mendukung Siklus Karbon, fotosintesis sangat membantu mengurangi CO2 di atmosfer 

24 Desember 2024

Makalah Hubungan Tumbuhan Dengan Air I Fistum

 

Hubungan Tumbuhan dengan Air

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

    Fisiologi tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup. Laju proses-proses metabolisme ini dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan mikro di sekitar tumbuhan tersebut. Dengan mempelajari fisiologi tumbuhan, kita akan lebih dapat memahami bagaimana sinar matahari dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk menghasilkan karbohidrat dari bahan baku anorganik berupaa air dan karbondioksida.

    Air merupakan zat yang saangat penting bagi kehidupan. Banyak fungsi-fungsi dalam biologi sepenuhnya bergantung pada air dan sifat kehidupan secara langsung merupakan hasil dari sifat air. Fungsi air yang pa;ing penting yaitu dalam reaksi-reaksi biokimia dalam protoplasma yang dikontrol oleh enzim. Selain memberi fasilitas bagi berlangsungnya suatu reaksi biokimia, molekul air dapat berinteraksi secara langsung sebagai komponen reaktif dalam proses metabolisme di dalam sel.

B. Rumusan Masalah

1. Menjelaskan potensi air, potensi osmosis dan potensi tekanan?

2. Menjelaskan transpor air dan mineral dari akar ke pembuluh xylem?

C. Tujuan

1. Mengetahui tentang potensi air, potensi osmosis, dan potensi tekanan.

2. Mengetahui tentang transpor air dan mineral dari akar ke pembuluh xylem.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Hubungan Tumbuhan dengan Air

    Air merupakan zat yang saangat penting bagi kehidupan. Banyak fungsi-fungsi dalam biologi sepenuhnya bergantung pada air dan sifat kehidupan secara langsung merupakan hasil dari sifat air. Fungsi air yang paling penting yaitu dalam reaksi-reaksi biokimia dalam protoplasma yang dikontrol oleh enzim. Selain memberi fasilitas bagi berlangsungnya suatu reaksi biokimia, molekul air dapat berinteraksi secara langsung sebagai komponen reaktif dalam proses metabolisme di dalam sel.

1. Potensi Air

    Potensial Air merupakan energi yang dimiliki air untuk bergerak atau  untuk mengadakan reaksi. Dengan  kata lain, potensial air merupakan tingkat  kemampuan molekul-molekul air untuk melakukan difusi. Pada potensial air, air bergerak dari potensial tinggi ke potensial rendah (dari larutan encer ke larutan pekat, larutan encer lebih banyak  mengandung air daripada larutan pekat). Potensi air juga diartikan sebagai potensial kimia air dalam suatu system atau bagian sistem. Dinyatakan dalam satuan tekanan dan dibandingkan dengan potensial kimia air murni pada tekanan atmosfer dan pada suhu ketinggian yang sama potensial murni ditentukan sama dengan nol.

    Air memengang peran sangat penting dalam kehidupan tumbuhan, sehingga tidak mungkin akan ada kehidupan tanpa air. Dalam kehidupannya, tumbuhan membutuhkan air lebih kurang 500 g untuk setiap bahan organik yang dibentuknya. Air tersebut diabsobri melalui akar dan ditransportasikan ke dalam tubuh tumbuhan untuk kemudian diuapkan ke atmosfer. Jika terjadi sedikit saja ketidakseimbangan air dalam tumbuhan akan mengakibatkan defisit air dan terganggunya reaksi-reaksi biokimia pada protoplasma.

    Air mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung, hampir semua proses dalam kehidupan tumbuhan. untuk melangsungkan proses metabolik yang diperlukan tumbuhan, air memiliki berbagai fungsi di dalam tanah seperti sebagai pelarut, media transfor unsur hara, sumber hitrogen, pengatur suhu tanah, dan aerasi. Selain itu, air bagi tumbuhan berperan mempertahankan turgiditas sel dan suhu dalam tubuh tumbuhan sehingga metabolismenya tidak terganggu akibat fluktuasi suhu lingkungan.

    Air menyusun sebagian besar massa sel tumbuhan, dan sel mempunyai sebuah vakuola besar yang berisi air. Sitoplasma dalam sel hanya 5-10 % volume sel, sedangkan sisanya adalah vakuola. Sekitar 75-90% kandungan protoplasma adalah air, organel-organel sel (seperti kroloplas dan mitokondria) mengandung 50% air, daging buah sebagian besar komponennya adalah air (85-95% dari berat segar), air menyusun 80-90% bagian daun yang lunak, dan pada akar 70-90%. Sayur mayur bisa mengandung 85-95% air. Bagian tumbuhan yang mengandung sedikit air adalah buah masak (biasanya 10-15%), dan beberapa biji yang menyimpan banyak lemak hanya mengandung 5-7% air.

    Air merupakan pelarut terbaik bagi tiga kelompok bahan biologis yang sangat penting bagi tumbuhan, yang pertama, yaitu bahan organik, melalui ikatan hidrogen dengan asam amino (protein), karbohidrat, asam nukleat, dan andungan sel lainnya, khususnya molekul yang mengandung ikatan hidroksil, amine, maupun gugus fungsional karbosilat. kedua, ion-ion unsur hara yang mampu diserap tumbuhan sebagian besar berupa ion yang terlarut dalam air, dan yang ketiga, yaitu gas di atmosfer yang berat molekulnya seperti oksigen dan nitrogen.

    Air terus menerus diserap oleh tumbuhan, dan seiring dengan hal itu tumbuhan juga mengalami kehilangan air. Selama kehidupannya, kehilangan air yang dialami tumbuhan adalah melalui permukaan daun yang disebut transpirasi. Transpirasi merupakan proses penting untuk melepaskan panas yang datang dari sinar matahari. Panas yang terlepas bersamaan dengan molekul air yang menguap ke atmosfer memiliki energi yang lebih tinggi dan melepaskan ikatan yang mempersatukan molekul-molekul air. ketika molekul-molekul ini terlepas, maka tinggallah sekumpulan molekul air dengan energi yang lebih kecil sehingga air tersebut lebih dingin. Aliran air yang diabsorbsi akar merupakan cahaya yang sangat penting untuk menarik mineral terlarut dari tanah ke permukaan akar.

2. potensi osmosis

    Osmosis adalah difusi melalui membrah semipermeabel. Masuknya larutan kedalam sel-sel endodermis merupakan contoh prosses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergerak dari satu sel ke sel lainnya dengan seluasa. selain air molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan kosentrasi tinggi ke kosentrasi rendah. Proses osomosis akan berhenti jika kosentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai keseimbangan.

    Osmosis juga dapat terjadi dari sitoplasma ke organel-organel bermembran. osmosis dapat di cegah dengan tekanan. Oleh karena itu, ahli fisiologi tanaman lebih suka mengutamakan istilah potensial osmotik yakni tekanan yang di perlukan untuk mencegah osmosis. Jika anda merendam wortel kedalam larutan garam 10% maka sel-selnya akan kehilangan rigiditas (kekakuan)nya.

    Hal ini disebabkan potensi air dalam sel wortel tersebut lebih tinggi dibandingkamdengan potensial air pada larutan garamsehingga air dalam sel  akan keluar ke larutan resebut. Jika diamati dengan mikroskop maka vakuola sel-sel wortel tersebut tidak tampak dan sitoplasma akan mengkerut dan membran sel akan terlepas dari dindingnya. Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel imi disebut plasmolisis.

3. Potensi tekanan

    Potensial tekanan merupakan tekanan yang diberikan pada air atau larutan untuk meningkatkan kemampuan osmosis pada tumbuhan potensial dapat tumbuh dalam bentuk tekanan turgor. Nilai potensial tekanan dapat positif nol maupun negatif. Potensial tekanan juga merupakan tekanan fisik pada suatu larutan yang besifat relatif terhadap tekanan atmosfer. Contohnya seperti air didalam sel xilem yang tak hidup suatu tumbuhan sering kali berada dibawah potensial tekanan negatif (tegangan yang kurang dari M-2 Mpa). Sebaliknya seperti udara didalam balon sel sel hidup biasanya berada dibawah tekanan positif secara spesifik isi sel akan menekan membran plasma ke dinding sel, dan kemudian dinding sel akan menekan protoplas yang menghasilkan sesuatu tekanan turgor.

B. Transpor Air dan Mineral Dari Akar ke Pembuluh Xilem

    Air di serap tnaman melalui akar bersama-sama dengan unsur-unsur hara yang terlarut di dalamnya, kemudian diangkut ke bagian atas tanaman terutama daun melalui pembuluh xilem. pembuluh xilem pada akar, batang, dan daun, merupakan satu sistem yang continu, berhubungan satu sama lain. Untuk dapat diserap oleh tanaman, molekul-molekul air harus berada pada permukaan akar. dari permukaan akar ini air (bersama bahan-bahan yang terlarut) diangkut menuju pembuluh xilem. Lintasan pergerakan air dari permukaan akar menuju pembuluh xilem ini disebut lintasan radial pergerakan air.

    Teori tekanan akar. Pada awalnya, diperkirakan air naik ke bagian atas tanaman karena adanya tekanan dari akar. Hal ini didasarkan atas fakta bahwa jika batang tanaman dipotong dan kemudian dihubungkan dengan selang manometer air raksa, maka air di dalam selang akan terdorong ke atas oleh tekanan yang berasal dari akar. Tetapi dari hasil pengukuran yang intensif pada berbagai jenis tanaman, maka besarnya tekanan tersebut umumnya tidak lebih dari 0,1 Mpa (mega pascal). Selain itu tekanan akar hanya teramati pada kondisi tanah yang berkecukupan air dan kelembaban udara relatif tinggi, atau dengan kata lain pada saat laju tranpirasi sangat rendah.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

    Potensial Air merupakan energi yang dimiliki air untuk bergerak atau  untuk mengadakan reaksi. Dengan  kata lain, potensial air merupakan tingkat  kemampuan molekul-molekul air untuk melakukan difusi. Pada potensial air, air bergerak dari potensial tinggi ke potensial rendah (dari larutan encer ke larutan pekat, larutan encer lebih banyak  mengandung air daripada larutan pekat).

    Jadi dapat di simpulkan bahwa tekanan akar adalah relatif rendah dan tidak terjadi pada semua spesies tanaman dan juga hannya terjadi pada kondisi lingkungan yang menghambat laju transpirasi. dengan demikian tekanan akar bukan merupakan mekanisme yang andal untuk menjelaskan pergerakan vertikal air di dalam pembuluh xilem.

B. Saran

    Dalam mempelajari materi fisiologi tumbuhan banyak pokok bahasan yang kurang dipahami oleh karena itu kita harus berusaha banyak mencari tahu dari berbagai sumber dan jika memang diperlukan sebaiknya kita meminta bimbingan dari dosen yang menjadi penanggung jawab pada matakuliah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Benyamin Lakitan. 2015. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Linda Advinda. 2018. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Yogyakarta: Deepublish

Salisbury, F.b dan Ross C.W. 1995. Fisiologi tumbuhan jilid 1 edisi IV. Bandung: ITB


22 Desember 2024

Makalah Desentralisasi Simetris dan Asimetris Di Papua

Desentralisasi Simetris dan Asimetris
Desentralisasi Simetris di Papua

Jelaskan Pengertian Desentralisasi?

Desentralisasi adalah proses pemberian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengelola urusan pemerintahan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desentralisasi simetris adalah suatu bentuk desentralisasi di mana pemerintah daerah, baik di wilayah yang memiliki otonomi khusus maupun wilayah lainnya, memiliki tingkat kewenangan yang setara dalam mengatur dan mengelola urusan pemerintahan. Dalam konteks Papua, desentralisasi simetris berarti bahwa Papua, meskipun memiliki otonomi khusus, diharapkan dapat mengelola urusan pemerintahan dengan cara yang setara dengan daerah lain yang tidak memiliki status otonomi khusus.

Bagaimana Konsep Desentralisasi Simetris di Papua?

Penerapan desentralisasi simetris di Papua memiliki potensi untuk menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat lokal. Namun, meskipun Papua memiliki otonomi khusus, tidak semua aspek pemerintahan dapat dikelola sepenuhnya tanpa pengawasan dari pemerintah pusat. Tujuan utama dari desentralisasi di Papua adalah untuk mencapai pemerataan pembangunan dan kesejahteraan sosial, yang selama ini tertinggal dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Bagaimana Implementasi Desentralisasi Simetris di Papua?

Desentralisasi simetris di Papua dapat diimplementasikan dengan memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk mengatur urusan pemerintahan secara mandiri, namun dengan batasan yang tidak mengarah pada pemisahan diri dari negara kesatuan Republik Indonesia. Hal ini mencakup kewenangan untuk mengelola sumber daya alam, pendidikan, kesehatan, serta bidang-bidang lainnya yang bersifat lokal, namun tetap dalam kerangka negara kesatuan.

Apa Saja Dampak Desentralisasi Terhadap Kebijakan Pembangunan di Papua?

Salah satu dampak utama kebijakan desentralisasi simetris terhadap pembangunan di Papua adalah meningkatnya kapasitas daerah untuk merancang dan melaksanakan program-program pembangunan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Dengan diberikan kewenangan yang setara dengan daerah lain, Papua dapat merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya setempat. Kebijakan desentralisasi simetris juga memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah Papua untuk lebih aktif dalam mengelola sumber daya alam yang ada, seperti tambang dan hutan, dengan tujuan meningkatkan pendapatan daerah.

Bagaimana Tantangan Dalam Implementasi Desentralisasi di Papua?

Salah satu tantangan utama dalam implementasi desentralisasi di Papua adalah keterbatasan kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya dan kebijakan. Meskipun Papua diberikan otonomi khusus untuk mengelola berbagai aspek pemerintahan, banyak daerah di Papua yang masih kekurangan aparatur pemerintah yang terlatih dan berkompeten. Keterbatasan ini mengakibatkan kesulitan dalam merencanakan dan melaksanakan program-program pembangunan yang efektif, serta memperlambat proses pengambilan keputusan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Download Makalah lengkap tentang Desentralisasi Simetris dan Asimetris di Papua Di Sini

21 Desember 2024

Pengertian Motivasi Dan Minat Pada Siswa

Motivasi Dan Minat Siswa
Motivasi dan Minat Siswa

Pengertian Motivasi Siswa

Motivasi atau dalam bahasa Inggris disebut juga dengan motivation, berasal dari bahasa Latin “motivus” (bentuk kata dari “movere”) yang memiliki pengertian bergerak atau menggerakkan. Adapun dalam bahasa Indonesia, motivasi merupakan kata benda yang memiliki pengertian berikut: 1) dorongan yang timbul dalam diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu, 2) usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya. Terdapat hubungan etimologis dari asal kata motivasi dan motif (yang diambil dari kata “motivus”). Motif merupakan sebuah dorongan atau kekuatan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk berbuat. “Motif” selalu berkaitan dengan banyak faktor dan juga berhubungan dengan banyak hal, baik secara internal maupun eksternal. Kemudian, hal-hal yang mempengaruhi motif tersebut diartikan atau di-istilahkan dengan motivasi.

Pengertian Minat Siswa

Secara bahasa, minat berarti kecenderungan tingkat tinggi terhadap sesuatu. Minat merupakan kualitas manusia yang relatif permanen. Minat mempunyai pengaruh yang besar  terhadap aktivitas seseorang, karena adanya minat membuat seseorang  melakukan hal-hal yang menarik minatnya.

Apakah Sama Motivasi Dengan Minat

Motivasi merupakan suatu dorongan yang membuat orang bertindak atau berperilaku dengan cara-cara motivasi yang mengacu pada sebab munculnya sebuah perilaku, seperti faktor – faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Motivasi dapat diartikan sebagai kehendak untuk mencapai status, kekuasaan dan pengakuan yang lebih tinggi bagi setiap individu. Motivasi dan minat memiliki maksud yang sama yaitu motivasi adalah dorongan untuk mencapai tujuan sedangakan minat adalah keinginan unruk mencapai tujuan. Tetapi keduanya memiliki perbedaan salah satunya, yaitu motivasi dorongan yang berasal dari diri sendiri dan orang lain sedangkan minat hanya berasal dari diri sendiri. 

Bagaimana Cara Memunculkan Motivasi Pada Siwa

Berikut merupakan cara yang dilakukan untuk memunculkan motivasi pada siswa:
  1. Menunjukkan antusiasme dalam mengajar dan menggunakan prosedur yang sesuai
  2. Mendorong siswa untuk memandang bahwa belajar disekolah bukanlah beban yang menekan
  3. Menciptakan suasana kelas yang kondusif
  4. Mendorong suasana kompetitif yang sehat
  5. Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler
  6. Menjelaskan kepada siswa, mengapa suatu bidang studi dimasukkan kedalam kurikulum sekolah dan apa kegunaannya untuk kehidupan kelak
  7. Mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman siswa diluar lingkungann

19 Desember 2024

Apa Saja Organ Reproduksi Pada Aves

Gambar Sistem Reproduksi Aves (Burung)

Organ Reprodukasi Jantan

     Burung jantan memiliki sepasang testis yang menyerupai bentuk kacang dan masing-masing terletak di depan lobus atas ginjal. Selama bukan musim kawin, testis sulit untuk ditemukan karena ukurannya yang kecil, tapi selama musim kawin testis dapat tumbuh beberapa ratus kali dari ukuran sebelumnya. Seperti pada mamalia, sel sperma burung tidak bisa berkembang sepenuhnya pada suhu tinggi dalam rongga tubuh. Beberapa burung pada malam hari mengalami penurunan suhu tubuh yang memungkinkan sel sperma untuk berkembang, sementara burung lainnya memiliki pembengkakan di ujung tabung (vas deferens). Tabung ini menghubungkan testis ke kloaka, dan berfungsi seperti pada mamalia skrotum menahan sperma yang terletak jauh dari suhu tubuh yang lebih tinggi yang berada dalam perut. Kebanyakan jenis burung menggosok daerah kloaka mereka bersama-sama untuk mentransfer sperma, tetapi burung unta, Rhea, stroke, flamingo, bebek dan beberapa sepesies burung lain benar-benar memiliki ereksi penis beralur di dinding belakang kloaka untuk mentransfer sperma.

Organ Reproduksi Betina

Organ pada burung betina terdiri dari ovarium dan saluran telur yang mengarah ke kloaka. Pada sebagian besar spesies burung, ovarium yang terletak di sisi kiri dan sisi kanan menjadi kurang berkembang dan tidak berfungsi. Diperkirakan bahwa menjadi hanya satu sisi untuk mengurangi berat badan dan menghilangkan kemungkinan membawa dua telur besar rapuh dalam rongga perut pada saat yang sama.

Ovarium ketika matang tampak seperti sekelompok anggur. Mungkin berisi hingga 4.000 telur kecil yang dapat berkembang menjadi kuning. protein kuning (yolk), lipid dan lemak yang diproduksi di hati melakukan perjalanan melalui aliran darah ke sel telur yang belum matang, selama tahap pematangan. Setiap yolk melekat pada ovarium oleh membran kantung atau folikel tipis yang memiliki jaringan pembuluh darah. Germinal dari kuning telur yang berkembang berisi sel ovum tunggal, setelah terjadi pembuahan pada betina. Ovarium membesar selama musim kawin sebanyak lima puluh kali dari berat sebelum masa kawin. Saluran telur adalah tabung melingkar yang besar di mana seluruh bagian telur terbentuk kecuali kuning telur. Ini terdiri dari beberapa bagian. Mulai dari atas: ostium, saluran infundibular, daerah magnum, isthmus, uterus dan vagina. Masing-masing memainkan peran dalam perkembangan telur. Ketika kelenjar hipofisis otak melepaskan hormon luteinizing (LH), ovulasi dimulai. Kantung sekitar yolk pecah dan melepaskan yolk dari folikel, kuning telur disimpan utuh oleh membran halus yang disebut vitelline. Kuning telur kemudian masuk ke infundibulum. Jika infundibulum tidak dapat mengambil kuning telur, biasanya diserap oleh rongga perut atau dapat menyebabkan peritonitis, peradangan pada selaput rongga perut.

Setelah di dalam infundibulum, pembuahan dapat dimulai. Sperma telah disimpan dalam kelenjar atau sarang, yang terletak di infundibulum dan dirilis ketika kuning telur lewat. Sel sperma harus menembus membran vitelline tipis dan mencapai sel telur untuk menyelesaikan pembuahan. Kuning telur kemudian masuk ke bagian magnum untuk tinggal sekitar tiga jam. Saat ini putih telur ditambahkan ke sel telur. Ini adalah zat protein yang mengandung musin, globulin dan albumen termasuk natrium, magnesium dan kalsium. Ini berfungsi sebagai pelindung dan nutrisi embrio.

Di isthmus telur tinggal sekitar 75 menit dan penambahan 10% dari albumen, dimana chalaza (tali pusat telur) dan membran shell (cangkang) ditambahkan ke sel telur. Chalaza adalah tali kecil yang menempel pada kuning telur agar tetap di pusat dan memungkinkan kuning telur memutar untuk menjaga germinal (zigot dibuahi) tetap di atas.

Setelah itu, membran shell bergabung kecuali di daerah di mana sel udara akan dipisahkan. Rahim adalah membran yang dinding tebal di mana sel telur akan menghabiskan 20 jam. Melalui membran shell, air dan garam ditambahkan. Shell ditambahkan di sini dan memiliki tiga lapisan. Lapisan dalam yang pertama kali diproduksi dan disebut lapisan mammillary. Lapisan tengah disebut testar dan merupakan lapisan yang tebal dan lapisan luar terbuat dari lendir kering. Shell terdiri dari kalsium karbonat.

Dalam vagina, Sebuah lapisan yang disebut “bloom” ditambahkan untuk menjaga bakteri dan atau debu memasuki sel telur. Telur lembut berbentuk dalam vagina tergantung pada bentuk tulang panggul. Telur melakukan perjalanan ke kloaka dan diletakkan. Ketika telur diletakkan, suhu telur sama seperti suhu induk ayam. ketika mendingin, telur kehilangan volume dan kepadatannya sedikit berubah, menciptakan tekanan, yang menarik udara ke dalam telur dan membentuk sel udara. Shell mengeras karena mendingin dan mengering. Seluruh proses ini dari awal sampai akhir telah ditempuh sekitar 24 jam.

Apa Saja Sistem Pencernaan pada Aves


Sistem Pencernaan pada Aves

Paruh

Burung tidak memiliki gigi, sehingga sistem pencernaan mereka harus mampu mengolah makanan tanpa dikunyah. Burung memiliki paruh yang sesuai dengan berbagai jenis makanan seperti jenis makanan biji-bijian, daging, buah, serangga hingga kacang-kacangan. Paruh pada burung terdiri dari kerangka tulang yang ditutupi oleh lapisan keras dari keratin. Lapisan keratik akan terus diganti sepanjang hidup burung karena terus aus akibat gesekan dari aktivitas makan dan memegang benda-benda keras. Paruh memainkan peran penting dalam memperoleh makanan, sehingga morofologi paruh bervariasi tergantung kebiasaan makanan.

Esofagus dan Tembolok

Ciri khas dari aves adalah memiliki tembolok pada esofagus. Tembolok berfungsi melunakkan, menyimpan, dan mengatur regulasi makanan yang telah ditelan. Ukuran dan bentuk temboilok bervariasi diantara jenis burung. Anggota ordo Columbiformes seperti Merpati mampu menghasilkan “susu tembolok” yang dapat dimuntahkan dan disuapkan pada anak burung.

Lambung

  1. Lambung Kelenjar (Preventriculus), lambung kelenjar ini terdapat dibagian depan. Lambung kelenjar ini mengandung  kelenjar yang menghasilkan getah lambung yang berfungsi mencerna makanan secara kimiawi.
  2. lambung Pengunyah / Ampela (Gizzard), Ventrikulus burung terdiri dari 4 lembar otot melingkar dan sangat kuat kuat yang berfungsi menghancurkan makanan. Burung dengan spesies tertentu seperti spesies pemakan biji, ventriculusnya mengandung butiran kerikil yang sengaja ditelan untuk membantu proses dalam melembutkan makanan menggantikan fungsi gigi.

Kelenjar pencernaan pada burung dihasilkan oleh hati dan pancreas. Hati pada burung menghasilkan empedu. Jenis burung seperti Columbidae cairan empedu yang diproduksi oleh kelenjar hati tidak terkumpul di dalam kantong empedu melainkan langsung disalurkan ke usus dua belas jar karena burung tersebut tidak mempunyai kantong empedu. Jenis burung seperti ayam mempunyai kantong empedu yang terletak di bagian hati. Usus dua belas jari mempunyai bentuk lekukan seperti huruf U dan pada bagian lekukan terdapat pancreas. Enzim yang terdapat pada pancreas dialirkan ke duodenum untuk membantu proses pencernaan secara kimiawi.

Usus halus

Usus halus berperan dalam penyerapan nutrisi makanan. Sisa pencernaan makanan ditampung dalam usus besar. Diantara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu atau ceca. Burung pemakan biji, seperti merpati, memiliki dua buah usus buntu. Bagian akhi dari usus terdapat saluran-saluran pelepasan yang disebut rectum yang bermuara di kloaka.

Kloaka

Kloaka merupakan muara tiga buah saluran yaitu saluran kotoran, saluran kencing dan saluran kelamin. Pembuangan urin pada burung terjadi secara bersamaan dengan pengeluaran atau pembuangan kotoran. Golongan burung betina juga akan mengeluarkan telur melalui saluran tersebut.


04 Desember 2024

Filsafat Pada Masa Thales Dan Setelahnya

Thales
Ilustrasi Filsuf Thales

Thales (625-545 SM)

Thales muncul atas penuturaan sejarawan Herodotus pada abad ke-5 SM. Thales sebagai salah satu dari tujuh orang bijaksana (Seven Wise Men of Greece). Selain itu Thales juga  diberi gelar The Father of Philosophy oleh Aristoteles, karena dialah orang yang mula-mula berfilsafat. Gelar itu diberikan karena mengajukan pertanyaan yang sangat mendasar yang jarang diperhatikan orang, yaitu “Apa sebenarnya bahan alam semesta ini?”. Pertanyaan ini sangat mendasar, terlepas apa pun jawabannya. Namun, yang penting adalah pertanyaan itu dijawabnya dengan pendekatan rasional, bukan dengan mitos atau kepercayaan. Ia mengatakan asal alam adalah air karena air unsur penting bagi setiap makhluk hidup.

Anaximandros (640-546 SM)

Ia adalah orang pertama  yang mengarang suatu traktat dalam kesusasteraan Yunani, dan berjasa  dalam bidang astronomi, geografi. Jadi, ia merupakan orang pertama yang membuat  peta bumi. Usahanya dalam bidang geografi diajukan oleh herakleios, sewarga polis dengan dia. Ia berhasil memimpin sekelompok orang yang membuat kota baru di Apollonia, Yunani. Pemikirannya, dalam memberikan pendapat tentang arche (asas pertama alam semesta),ia tidak menunjuk pada salah satu unsur yang dapat diamati oleh indra, tetapi ia menunjuk dan memilih pada sesuatu yang tidak dapat diamati indra, yaitu apeiron. Sebagai sesuatu yang tak terbatas, abadi sifatnya, tidak berubah-rubah, ada pada segala-galanya, dan sesuatu yang paling dalam.

Heraclitus (535-475 SM)

Ia lahir di Ephesus, sebuah kota perantauan di Asia Kecil, dan merupakan kawan dari Pythagoras dan Xenophanes, akan tetapi lebih tua. Ia mendapat julukan si gelap, karena untuk menelusuri gerak pemikirannya sangat sulit. hanya dengan melihat  fragmen-fragmenny, ia mempunyai kesan berhati tinggi dan sombong sehingga ia mudah mencela kebanyakan manusia untuk mengatakan jahat dan bodoh, juga mencela orang-orang terkemukaka di negeri Yunani. Ia mengemukakan bahwa segala sesuatunya (yang ada itu) sedang menjadi dan selalu berubah. Ucapannya yang terkenal yaitu Panta Rhei Kai Uden Menci artinya segala sesuatunya mengalir bagaikan arus  sungai dan tidak satu orang pun dapat masuk ke sungai yang sama dua kali.

Parmanindes (540-475 SM)

Parmanides lahir di kota Elea, kota perantauan Yunani di Italia Selatan. Ia adalah seorang tokoh relativesme yang penting. Ia dikatakan sebagai logikawan pertama dalam sejarah filsafat, bahkan disebut filosof pertama dalam pengertian modern. Sistemnya secara keseluruhan disandarkan pada deduksi logis, tidak seperti Heraclitus, misalnya, yang menggunakan metode intuisi. 

Socrates (469-399 SM)

Socrates berpendapat bahwa ajaran dan kehidupan adalah satu dan tak dapat di pisahkan satu dengan yang lain. Oeh karna itu, dasar dari segala penelitian dan pembahasan adalah pengujian diri sendiri. Bagi secrotes, pengetahuan yang sangat berharga adalah pengetahuan tentang diri sendiri. Semboyan yang paling di gemarinya adalah apa yang tertera pada Kuil Delphi, yaitu,” kenalilah dirimu sendiri”. Socrates dengan pemikiran filsafatnya untuk menyelidiki manusia secara keseluruhan, yaiitu dengan menghargai nilai-niai jasmaniah dan rohania yang keduanya tidak dapat di pisahkan karena denga keterkaitan kedua hal tersebut banyak nilai yang dihasilkan.

Plato (427-347 SM)

Ia lahir di Athena, dengan nama asli Aristocles. Ia belajar filsafat dari Socrates, Pythagoras, Heracleitos dan Elia, akan tetapi ajarannya yang paling besar pengaruhnya dari nama Ariston dan ibunya bernama Periktione. Plato berpendapat bahwa manusia berada dalam dua dunia, yaitu dunia pengalaman yang bersifat tidak tetap, bermacam-macam dan berubah. Sedangkan  dunia ide bersifat tetap, hanya stu macam dan tidak berubah. Dunia pengalaman merupakan bayang-bayang dari dunia ide sedangkan dunia ide merupakan dunia yang sesungguhnya, yaitu dunia realitas.

Aristoteles (384-322 SM)

Setelah Plato meninggal dunia, Aristoteles berasam rekannya Xenokrates meninggalkan Athena karena ia tidak setuju dengan pendapat pengganti Plato di Akademia tentang filsafat. Tiba di Assos, aristoteles dan rekannya mengajar di sekolah Assos. Assos diserang oleh tentara Persi, rajanya (rekan Aristoteles) dibunuh, kemudian Aristoteles dengan kawan-kawannya melarikan diri ke ke Mytiline pulau Lesbos tidak jauh dari Assos.

Arikel lengkap tentang Filsafat Pada Masa Thales dan Setelahnya dapat di Klik Disini

03 Desember 2024

Materi Pendidikan Dan Stratifikasi Sosial

Pendidikan dan Stratifikasi Sosial
Pendidikan dan Stratifikasi Sosial

PENDAHULUAN

   Pendidikan sangat penting agi setiap individu untuk meningkatkan dan menentukan kedudukan sosialnya. Dari status sosial seseorang, dapat menentukan kedudukan sesorang dimata orang lain. Pada saat sekarang ini, ijazah SMA saja tidak cukup untuk mendapat pandangan sosial yang tinggi, bahkan status menjadi seorang sarjanapun belum tentu menjadi tolak ukur mendapat status sosial yang baik. Karena, belum tentu setiap lulusan sarjana memperoleh nilai dan kualifikasi yang baik, banyak faktor yang menentukan hal tersebut seperti mahasiswa yang dituntut untuk cepat menamatkan kuliahnya. Tanpa melihat seberapa cukup ilmu yang dia peroleh. Sangat banyak juga kesenjangan yang terjadi dalam memperebutkan status sosial baik di masyarakat maupun  didalam pendidikan. Manyak yang menjadi kasus penyalahgunaan status sosial hingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi peserta didik khususnya disekolah.

S. Nasution (2009 : 27) menyatakan bahwa penggolongan sosial adalah penggolongan masyarakat ke dalam berbagai kategori dari lapisan teratas sampai lapisan paling bawah. Ada penggolongan masyarakat yang sangat ketat dimana seseorang dari strata bawah tidak bisa dengan mudah berpindah ke strata atas namun ada juga penggolongan masyarakat yang fleksibel dimana orang dari golongan strata bawah bisa saja kemudian meningkat menjadi golongan strata atas demikian juga sebaliknya. Ada nya golongan-golongan yang timbul di masyarakat muncul karena adanya perbedaan status di dalamnya. Untuk menentukan stratifikasi sosial dapat diikuti dengan tiga metode, yaitu

  1. Metode obyektif, dimana stratifikasi ditentukan berdasarkan kriteria yang objektif, yang bisa dilihat dari jumlah pendapatan, tingginya pendidikan, jenis pekerjaan dan kriteria lainnya. Keterangan yang didapat berdasarkan hasil sensus penduduk. Contoh pada masyarakat di Amerika Serikat (1954) dari hasil sensusnya dapat diketahui bahwa ternyata dokter menempati kedudukan tertinggi dalam masyarakat yang sama kedudukan nya dengan gubernur. Guru lebih rendah dari kapten tentara sedangkan penyemir sepatu menduduki tempat paling rendah (Nasution, 2009:27).
  2. Metode subyektif, dimana masyarakat digolongkan menurut pandangan anggota masyarakat yang menilai dirinya sendiri dalam hierarki kedudukan dalam masyarakat. Metode ini menggolongkan masyarakat sebagaimana dia merumuskan sendiri dan menempatkan sendiri posisinya dalam masyarakat. Kelemahannya adalah kadang tanggapan orang tidak sesuai dengan tanggapan dirinya mengenai posisinya dalam masyarakat. Dengan metode ini bisa diajukan pertanyaan, menurut pendapat saudara termasuk golongan manakah saudar di negeri ini, golongan atas, menengah atau rendah ?
  3. Metode reputasi, Metode ini memberikan kesempatan pada orang dalam masyarakat itu sendiri untuk menentukan golonan mana-mana yang terdapat dalam masyarakat itu lalu mengidentifikasi anggota masyarakat ke golongan tertentu. Bisa dikatakan tidak ada kriteria yang sama yang berlaku untuk menentukan golongan sosial dalam berbagai masyarakat didunia ini. Semisal kriteria penggolongan di desa berbeda dengan kriteria penggolongn di kota.