[recent]

01 Januari 2025

Makalah Konsep Dasar Ilmu Akhlak

Ilmu Akhlak
Ilustrasi

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Suatu ilmu dipelajari karena ada manfaatnya. Karena memberikan manfaat sehingga ada pula yang dapat dipetik setelah sekian lama ditekuni dan diamalkan dari ilmu tersebut. Demikian dengan ilmu ahlak (Etika Islam) sebagai salah satu cabang ilmu Agama yang juga menjadi pembahasan untuk pedoman kita dalam bertingkah laku.

Secara historis dan teologis, akhlak dapat memadu perjalan hidup manusia agar selamat di dunia dan akhirat. Tidakkah berlebihan bila misi utama kerasulan Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sejarah pun mencatat bahwa faktor pendukung keberhasilan dakwah beliau itu antara lain karena dukungan akhlaknya yang prima, hingga hal ini dinyatakan oleh Allah dalam Al-Qur’an.

Orang-orang yang memiliki pengetahuan dalam ilmu akhlaq lebih utama daripada orang-orang yang tidak mengetahuinya. Pengetahuan ilmu akhlaq itu dapat menghantarkan seseorang pada jenjang kemuliyaan akhlaq, karena dengan ilmu itu akan dapat menyadari mana perbuatan yang baik yang menghantarkan kepada kebahagiaan dan mana pula perbuatan yang jahat yang menjerumuskan kepada kesesatan dan kecelakaan.

Tujuan utama dari diutusnya Nabi SAW ialah untuk menyempurnakan akhlak. Mungkin ini berkaitan erat dengan karakter manusia yang merupakan makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari interaksi dari sesama, sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang kemudian akan menciptakan sebuah keharmonisan dalam kehidupan.

B. Rumusan Masalah

1.    Apakah pengertian akhlak ?
2.    Apakah sumber – sumber akhlak ?
3.    Apa sajakah ruang lingkup akhlak ?
4.    Apakah manfaat akhlak ?

Download Makalah Konsep Dasar Ilmu Akhlak bentuk Pdf

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Akhlak

Secara etimologi akhlak merupakan jamak dari kata khuluqun yang berarti budi pekerti, perangai, tabiat dan tingkah laku. Kalimat ini merupakan kalimat persesuaian dari kata kholqun yang artinya kejadian, kata ini erat kaitannya dengan khaliq yang berarti dicipta dan makhluq yang berarti di cipta. Adapun Pengertian Ahklak seccara terminologi yang dikemukakan oleh ulama akhlak:

1. Ibn Miskawaih, “keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran (terlebih dahulu).

2. Imam Ghazali, “Akhlaq adalah sesuatu yang tertanam dalam jiwa yang daripadanya timbul perbuatan- perbuatan dengan mudah dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran (terlebih dahulu).

2. Prof. Dr. Ahmad Amin, “Akhlaq merupakan suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh setengah manusia kepada lainnya menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat”.

Dalam bahasa Indonesia akhlaq setara dengan budi pekerti, dimana budi pekerti itu berasal dari kata majemuk yakni ‘budi’ yang berasal dari bahasa sansekerta yang berarti kesadaran atau menyadarkan dan ‘pekerti’ yang berasal dari bahasa Indonesia yang berarti kelakuan, yang dalam bahasa yunani sepadan dengan etika yang berasal dari kata ethos yang berarti kebiasaan.

B. Sumber-Sumber Akhlak

Perbuatan-perbuatan yang mempunyai nilai baik dan buruk, mempunyai sumber yang jelas. Adapun sumber Ilmu Akhlak adalah sebagai berikut:

1. Al-Qur'an

Al-Qur’an sebagai sumber ilmu ahlak yang merupakan firman Tuhan, sehingga tidak ada keraguan baginya untuk dijadikan sebagai dasar atau sumber. Meskipun ada beberapa perangkat yang diperlukan untuk mendukungnya.

Nilai-nilai yang ditawarkan oleh al-Qur’an sendiri sifatnya komprehensif. Perbuatan baik dan buruk sudah dijelaskan di dalamnya. Hanya saja, ada yang perlu diperhatikan. Mengingat ada banyak ayat-ayat al-Qur’an yang membutuhkan penafsiran. Sehingga untuk mememudahkan, orang-orang akan merujuk kepada al-Hadits (sebagai Asbabun Nuzul suatu ayat) dan al-Aqlu (penalaran akal). Sejauh manakah campur tangan kedua dasar tersebut pada persoalan Ilmu Akhlak. Pastinya al-Hadits dan al-Aqlu tidak akan merubah pesan yang ingin disimpaikan oleh al-Qur’an.

2. Al-Hadist

Di dalam al-Qur’an terlah dijelaskan bahwa Nabi itu peribadi yang agung. Karena memang pada dirinya terdapat sebuah suri tauladan yang baik. Keistimewaan tersebut, tidak hanya diakui oleh umat Islam saja, akan tetapi non-muslimpun mengakui hal tersebut. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Machael H. Hart tentang 100 tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah, dia menyatakan bahwa Nabi Muhammad menduduki posisi pertama.

C. Ruang Lingkup Akhlak

Jika disimpulkan dari definisi Akhlaq seperti yang dijelaskan di atas maka ruang lingkup pembahasan Ilmu Akhlaq membahas perbuatan-perbuatan manusia kemudian menetapkanya sebagai perbuatan yang baik ataukah perbuatan yang buruk. Ilmu Akhlaq juga dapat dikatakan sebagai Ilmu yang berupaya untuk mengenali tingkah laku manusia kemudian memberikan penilaian terhadap perbuatan tersebut.

Ahmad Amin mengemukakan bahwa objek Ilmu Akhlaq adalah membahas perbuatan manusia yang selanjutnya perbuatan tersebut ditentukan baik atau buruk. Dari lain sumber disebutkan pendapat seorang ulama bernama Muhammad ‘Abdullah Draz dalam bukunya yang berjudul Dustur al Akhlaq fi al Islam, ruang lingkup Akhlaq dibagi menjadi 5 yaitu:

1. Akhlaq pribadi (al akhlaq al fardiyah). Akhlaq ini terdiri dari:

  •  yang diperintahkan (al awamir),
  • yang dilarang (an nawahi),
  • yang diperbolehkan (al mubahat),
  • akhlaq dalam keadaan darurat (al mukhalafah bi al idhtirar).

2. Akhlaq dalam berkeluarga (al akhlaq al usariyah). Akhlaq ini terdiri dari:

  • kewajiban timbal balik antara orang tua dan anak (wajibat nahwa al ushul wa al furu’),
  • kewajiban suami istri (wajibat baina al azwaj),
  • kewajiban terhadap karib kerabat (wajibat nahwa al aqarib).

3. Akhlaq bermasyarakat (al akhlaq al ijtima’iyyah). Akhlaq ini terdiri dari:

  • yang dilarang (al mahzhurat),
  • yang diperintahkan (al awamir),
  • kaidah-kaidah adab (qawa’id al adab).

4. Akhlaq bernegara (akhlaq ad daulah). Akhlaq ini terdiri dari:

  • hubungan antara pemimpin dan rakyat (al alaqah baina ar rais wa as sya’b)
  • hubungan luar negeri (al alaqat al kharijiyyah).

5. Akhlaq beragama (al akhlaq ad diniyyah).

  • Yaitu kewajiban terhadap Allah SWT (wajibat nahwa Allah).

D. Manfaat Memepelajari Ilmu Akhlak

Mengenai manfaat mempelajari ilmu akhlaq, Ahmad Amin mengemukakan pernyataan sebagai berikut, tujuan mempelajari ilmu akhlaq dan permasalahannya menyebabkan kita dapat menetapkan sebagian perbuatan lainnya sebagai yang baik dan sebagian perbuatan lainnya sebagai perbuatan yang buruk. Bersikap adil termasuk baik, sedangkan dzalim termasuk perbuatan buruk, membayar utang kepada pemiliknya termasuk perbuatan baik, sedangkan mengingkari utang termasuk perbuatan yang buruk.

Ilmu akhlaq berfungsi sebagai panduan kepada manusia agar mampu menilai dan menentukan suatu perbuatan yang selanjutnya menetapkan perbuatan tersebut baik atau buruk. Setelah mengetahui mana yang termasuk perbuatan yang baik maka diharapkan kita akan senantiasa terdorong untuk melakukan perbuatan yang termasuk perbuatan baik dan setelah mengetahui perbuatan mana sajakah yang termasuk kedalam perbuatan buruk maka diharapkan berusaha sekeras mungkin untuk menghindarkan diri dari melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk.

Ilmu akhlaq yang mulia ini juga berguna untuk mengarahkan dan membimbing manusia melakukan aktifitas hidupnya. Manusia dengan ilmu pengetahuan yang terus berkembang dan teknologi yang semakin maju apabila disertai dengan akhlaq yang mulia, niscaya hidupnya akan selalu memberikan manfaat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Dan sebaliknya, apabila ilmu pengetahuan dan teknologi yang ia miliki tidak disertai dengan akhlaq yang baik, pastilah ilmu pengetahuan dan teknologi yang ia upayakan dengan susah payah akan disalahgunakan sehingga menimbulkan bencana dan kekacauan.

Mengetahui akhlaq yang buruk dan akibat yang akan ditimbulkannya juga akan membuat manusia semakin berhati-hati dalam menjalani hidupnya. Ia akan senantiasa waspada dan intropeksi diri. Ia akan berusaha menjauhi akhlaq buruk yang akan merugikannya dan apabila ia telah terlanjur melakukan salah satu dari akhlaq yang buruk maka ia akan segera meminta ampun kepada Allah SWT.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ilmu akhlaq ini berfungsi sebagai pedoman manusia dalam menjalani hidupnya dengan mengetahui mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk. Terhadap perbuatan baik ia akan senang untuk melakukannya dan akan berusaha menghindari perbuatan buruk. 

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Akhlak adalah keadaan jiwa yang mendorong melakukan suatu perbuatan secara spontan tanpa pertimbangan dan proses berfikir terlebih dahulu dan tanpa ada unsur paksaan. ilmu akhlak adalah suatu ilmu pengetahuan agama islam yang berguna untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada manusia, bagaimana cara berbuat kebaikan dan menghindarkan keburukan. Akhlak pun memiliki kaitan erat dengan etika, moral, kesusilaan dan kesopanan.

Pembahasan mengenai ruang lingkup ilmu akhlak adalah tentang perbuatan-perbuatan manusia yang mendorong kepada baik atau buruknya. Ilmu akhlak bukanlah tingkah laku manusia melainkan perbuatan yang dilakukan atas kemauan manusia itu sendiri yang selalu dilakukannya dan kemudian mendarah daging dalam diri  manusia itu sendiri.

Lebih lengkap dapat klik Di sini

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Yatimin. 2007. Studi Akhlaq Dalam Perspektif Al Qur’an. Jakarta: Amzah. Ahmad, Athoullah. 2005. Antara Ilmu Akhlak Dan Tasawuf. Banten: Seng pho.
Amin, Ahmad. 1983. Etika (Ilmu Akhlaq). Jakarta: Bulan Bintang.
Dimyathi Badruzzaman, Ahmad. 2000. Panduan Kuliah Agama Islam. Bandung: Sinar Baru.
Ilyas, Yunahar. 2007. Kuliah Akhlaq. Yogyakarta: LPPI.
Mustofa HA.  2003. Akhlak Tasawuf. Bandung : Pusaka Setia
Nata, Abuddin. 2012. Akhlaq Tasawuf. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Ya’qub H. Hamzah. 1993. Etika Islam. Bandung: CV. Diponegoro.
Zahrudin dan Sinaga Hassanudin. 2004. Pengantar Studi Filsafat. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Zahri, Mustafa. 1995. Kunci Memahami Ilmu Tasawuf. Surabaya: Bina Ilmu.

Makalah Tanah dan Nutrisi pada Tumbuhan

Tanah dan nutrisi tumbuhan
Tumbuhan

BAB 1
PENDAHULUAN

Pendahuluan

Tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan tumbuhan, karena tanah merupakan media bagi tumbuhan yang hidup di atasnya, sumber nutrisi, dan tempat melekatkan diri dengan akarnya. Tanah diperlukan tumbuhan sebagai tempat hidup (habitat) dimana tumbuhan tersebut ditanam. Namun yang tak kalah penting adalah unsur hara yang terkandung dalam tanah yang diperlukan tumbuhan sebagai nutrisi untuk pertumbuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, tumbuhan menyerap tanah yang mengandung unsur hara dengan berbagai proses.

Tumbuhan memerlukan kombinasi yang tepat dari berbagai nutrisi untuk tumbuh, berkembang, dan bereproduksi. Ketika tumbuhan mengalami malnutrisi, tumbuhan menunjukkan gejala-gejala tidak sehat. Nutrisi yang terlalu sedikit atau yang terlalu banyak dapat menimbulkan masalah. Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari pertumbuhan suatu pohon. Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh tumbuhan. Adapun nutrisi di dalam tanah adalah berupa air dan mineral.

Rumusan Masalah

1. Apa saja kompenen dalam tanah ?
2. Bagaimana tekstur dan struktur tanah ?
3. Bagaimana tanah sebagai sumber nutrisi ?
4. Apa pengertian makronutrien dan mikronutrien ?

Tujuan

1. Menjekaskan kompenen dalam tanah.
2. Menjelaskan tekstur dan struktur tanah.
3. Menjelaskan tanah sebagai sumber nutrisi.
4. Menjelaskan makronutrien dan mikronutrien.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Komponen Dalam Tanah

Tanah merupakan partikel-partikel yang halus yang awalnya merupakan gumpalan-gumpalan batu. Hujan, angina, sinar matahari, kegiatan mikroorganisme menyebabkan desintegrasi pada gumpalan-gumpalan tersebut sehingga terjadi partikel batu yang begitu halus. Bahan-bahan organik maupun anorganik yang telah mengalami perubahan karena pengaruh udara, terdapat dilapisan tanah bagian atas yang tebalnya kira-kira 25 cm. Ada lima komponen yang dapat dikategorikan sebagai komponen tanah, yaitu : mineral tanah, organik tanah, air dan larutan tanah , atmosfer tanah, dan organisme di dalam tanah.

1. Mineral tanah

Mineral tanah berasal dari batu-batuan induk, yang oleh berbagai macam proses mengalami penghancuran sehingga menjadi partikel-partikel yang lebih kecil. Penghancuran batuan induk di alam dapat terjadi karena iklim (perubahan panas dan dingin, hujan, angin), oleh aktivitas tumbuhan pionir (lumut kerak atau lichen), atau kegiatan mekanik seperti terjadinya gesekan-gesekan antar batuan, juga oleh adanya aktivitas manusia. Oleh karena itu, susunan mineral di dalam tanah berbeda-beda sesuai dengan mineral dan batu-batuan yang telah lapuk. Bahan mineral tanah terdiri atas partikel yang berukuran sangat beragam, mulai dari yang berukuran sangat kasar (pasir, kerikil, batu) hingga yang berukuran halus (debu, liat). Tanah yang ideal biasanya mengandung sekitar 45% mineral dari volumenya.

2. Organik tanah

Bahan organik tanah adalah semua jenis senyawa organik yang terdapat di dalam tanah, termasuk serasah, biomassa mikroorganisme, bahan orgnik terlarut di dalam air, dan bahan organik yang stabil atau humus. Humus merupakan salah satu bentuk bahan organik yang pentring di dalam tanah, karena tersusun oleh selulosa dan lignin, berbentuk koloida dengan kapasitas imbibisi yang tinggi sehingga membuat fisik tanah menjadi baik.

3. Air dan larutan tanah

Air dan larutan tanah merupakan komponen yang penting bagi kehidupan tumbuhan yang tumbuh diatasnya. Air dalam tanah berkisar mulai dari mulai dari kurang sekali sampah jenuh dengan air. Air yang ada didalam tanah biasanya mengandung segala macam bahan yang terdapat di dalam tanah tersebut, sehingga lebih tepat kalau dinyatakan air tersebut sebagai larutan tanah, dan merupakan sumber nutrisis bagi tumbuhan.

Tanah yang terdiri dari partikel-partikel besar kurang dapat menahan air bila dibandingkan dengan tanah yang mempunyai partikel lebih halus. Secara fisik air tanah dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: air gravitasi, air kapiler dan air higroskopis. Air gravitasi terjadi jika sela-sela antar partikel sudah penuh air, sedangkan penambahan air terus terjadi, sehingga air tersebut tidak tertahan lagi dalam rongga kapiler. Hal ini mengakibatkan air mengalir secara bebas karna pengaruh gaya gravitasi.

Air kapiler adalah yang mengisi pori-pori tanah. Air ini paling mudah digunakan/diserap oleh tumbuhan. Air kapiler dapat berasal dari hasil infiltrasi air dari permukaan tanah kemudian meresap ke dalam tanah, selanjutnya tertahan diantara butir tanah karena pengaruh gaya kapiler tanah. Disamping itu, air kapiler juga dapat berasal dari air dalam tanah (dari zona jenuh) yang naik ke atas melalui pori-pori tanah akibat pengaruh gaya kapiler tanah. Besarnya air kapiler dalam tanah sangat tergantung pada sifat fisik tanah.

Air higroskopis adalah bagian air yang ditahan oleh tanah setelah dicapai koefisien higroskopis. Koefisien higroskopis adalah suatu keadaan dimana air tanah mulai kehilangan sifat-sifat cairan, dan ditahan oleh tanah dengan tegangan sampai 31 atmossfer. Air higroskopis ini terjadi karena danya gaya kohesi dan adhesi pada lapisan tipis air yang menyelimuti partikel-partikel tanah dengan tegangan diatas 15 atmosfer.

4. Atmosfer tanah

Udara juga rongga-rongga yang ada di sela-sela partikel tanah. Udara yang mengisi rongga-rongga antar partikel tanah disebut atmosfer tanah. Makin besar partikel tanah, makin banyak udara di sela-selanya. Tanah yang mempunyai rongga antar partikelnya ada yang besar-besar da nada pula yang kecil-kecil, merupakan tanah yang paling baik untuk akar tanaman. Tanah yang kandungan airnya berlebihan, sehingga mengisi seluruh rongga-rongga antar partikel tanah, memungkinkan memiliki kandungan udara tanah mendekati 0%.

5. Organisme di dalam tanah

Organisme terdiri dari flaura dan fauna tanah yang berperan dalam menentukan struktur dan sifat tanah. Yang termasuk kedalam flora tanah adalah bakteri , jamur dan ganggang yang lazim terdapat diatas dan di dalam lapisan tanah bagian atas. Sedangkan yang termasuk ke dalam fauna tanah adalah protozoa, nematode, insekta dan hewan-hewan tinggi yang membuat lubang di dalam tanah.

Tanah yang mengandung cukup bahan organik, mempunyai ventilasi yang cukup baik, serta mempunyai temperature sekitar 30ºC. Kondisi ini merupakan kondisi yang disenangi oleh sejumlah mikroorganisme seperti bakteri pengurai selulosa dan bakteri yang mengikat N dari udara bebas.

B. Tekstur dan Struktur Tanah

1. Tekstur tanah

Tekstur adalah besar kecilnya ukuran partikel (fraksi) yang terkandung dalam masa tanah sehingga menggambarkan tingkat kekasaran butirannya. Tekstur tanah ditenntukan oleh perbandingan di antara partikel kerikil, pasir, debu, dan liat. Jenis-jenis tanah yang banyak mengandung kerikil dan pasir tentunya memiliki tekstur yang lebih kasar dibandingkan tanah yang lebih banyak mengandung debu dan liat.

2. Struktur Tanah

Strukur tanah menggambarkan susunan atau agregasi gumpal tanah menjadi bentuk-bentuk tertentu. Kondisis struktur berhubungan dengan tingkat kegemburan atau keremahan tanah. Kita tentu sering menemui di lingkungan sekitar tempat tinggal, jenis-jenis tanah yang kondisinya gembur sehingga sangat mudah dicangkul atau dibajak untuk ditanami. Sebaliknya, tidak jarang kita jumpai tanah-tanah yang sifatnya padat, keras dan sangat sulit diolah. Sifat fisik tanah tersebut pada dasarnya merupakan kondisi struktur tanah.

C. Tanah Sebagai Sumber Energi

Sebagai media tumbuh tanaman dan tempat hidup biota tanah, maka tanah menyediakan unsur hara, sumber energi, udara, dan air untuk pertumbuhan tanaman dan biota tanah. Unsur hara ini dijumpai dalam bentuk mineral dan senyawa organik. Dalam mendukung kehidupan tanaman, tanah memiliki empat fungsi utama yaitu : Memberi unsur hara dan sebagai media perakaran, menyediakan air dan sebagai tempat penampungan (reservoir) air, menyediakan udara untuk respirasi (pernapasan ) akar, sebagai tempat bertumpunya tanaman.

Kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara tanaman dipengaruhi oleh tiga aspek (fisik, kimia, dan biologi). Ketiga aspek ini saling berhubungan dan sangat menentukan kesuburan suatu tanah. Agar tanaman dapat tumbuh subur maka keadaan fisik dan kimia tanah haruslah seoptimal mungkin. Untuk mencapainya, maka aktivitas dari biologi tanah sangatlah menentukan.

Sumber energi untuk organisme di bumi ini adalah energi matahari. Organisme yang menggunakan energi matahari disebut Autotroph. Autotroph yang terkenal adalah tanaman berhijau daun. Klorofilnya berperan menangkap energi cahaya yang kemudian digabung dengan CO2 dan H2O menghasilkan senyawa organik kaya energi seperti Glukosa.

D. Makronutrien dan Mikronutrien

1. Makronutrien

Makronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah banyak, yaitu nitrogen, kalsium, potasium, sulfur, magnesium, dan fosfor.

2. Mikronutien

Mikronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit, seperti besi, boron, mangan, seng, tembaga, klor, dan molybdenum

Baik makro dan mikronutrien diperoleh akar tumbuhan melalui tanah. Akar tumbuhan memerlukan kondisi tertentu untuk dapat mengambil nutrisi-nutrisi tersebut dari dalam tanah. Pertama, tanah harus lembap sehingga nutrien dapat diambil dan ditransport oleh akar. Kedua, pH tanah harus berada dalam rentang dimananutrien dapat dilepaskan dari molekul tanah. Ketiga, suhu tanah harus berada dalam rentang dimana pengambilan nutrien oleh akar dapat terjadi. Suhu, pH, dan kelembapan optimum untuk tiap spesies tumbuhan berbeda. Hal ini menyebabkan nutrien tidak dapat dipergunakan oleh tumbuhan meskipun nutrien tersebut tersedia di dalam tanah. Pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor dalam (internal), tetapi juga ditentukan oleh faktor luar (eksternal). Salah satu faktor eksternal tersebut adalah unsur hara esensial. Unsur hara esensial adalah unsur-unsur yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Apabila unsur tersebut tidak tersedia bagi tanaman, maka tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanaman akan terhambat. Berdasarkan jumlah yang diperlukan kita mengenal adanya unsur hara makro dan unsur hara mikro.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Ada lima komponen yang dapat dikategorikan sebagai komponen tanah,  yaitu : mineral tanah, organik tanah, air dan larutan tanah , atmosfer tanah, dan organisme di dalam tanah. Jenis-jenis tanah yang banyak mengandung kerikil dan pasir tentunya memiliki tekstur yang lebih kasar dibandingkan tanah yang lebih banyak mengandung debu dan liat. Tanah memiliki empat fungsi utama yaitu: Memberi unsur hara dan sebagai media perakaran, menyediakan air dan sebagai tempat penampungan (reservoir) air, menyediakan udara untuk respirasi (pernapasan ) akar, dan sebagai tempat bertumpunya tanaman. Makronutrien dan mikronutrien diperoleh akar tumbuhan melalui tanah. Akar tersebut dari dalam tanah.

B. Saran

Berdasarkan penulisan makalah ini kita dapat mengetahui kompenen tanah dan nutrisi tanah bagi tumbuhan. Kami berharap makalah ini dapat berguna kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

Lakitan, Benyamin. 1995. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT. raja  Grafindo Persada.
Linda Advinda. 2018. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Yogyakarta : Depublish.
Campbell, Reece dan Mitchell. 2003. Biologi Edisi Kelima jilid 2. Erlangga : Jakarta

26 Desember 2024

Pengertian Fotosintesis, Tahapan dan Faktor yang Mempengaruhinya

Fotosintesis
Proses Fotosintesis pada Tumbuhan

Apa Pengertian FotoSintesis?

Fotosintesis berasal dari kata "foto" (cahaya) dan "sintesis" (membuat), artinya proses pembuatan zat makanan dengan bantuan cahaya. Fotosintesis merupakan proses biologis yang dilakukan oleh tumbuhan, alga, dan bakteri untuk mengubah energi menjadi energi kimia yang disimpan dalam bentuk glukosa. Proses ini merupakan inti dari keberlangsungan ekosistem di bumi karena melalui proses ini menjadi dasar rantai makanan. Reaksi kimia dari fotosintesis yaitu 6CO2+6H2O+Cahaya Matahari>C6H2O (Glukosa)+6O2.

Dimana Tempat Terjadinya Proses Fotosintesis?

Proses fotosintesis berlangsung di kloroplas, yaitu organel dalam sel tumbuhan yang mengandung pigmen yang bernama klorofil.
  • Klorofil, menyerap cahaya matahari terutama dalam spektrum merah dan biru
  • Stroma dan Tilakoid, yaitu tempat terjadinya dua tahapan fotosintesis yaitu reaksi terang dan reaksi gelap

Bagaimana Tahapan Proses Fotosintesis?

Fotosintesis terdiri dari dua tahapan yaitu:
1. Reaksi Terang
  • Terjadi di membran tilakoid
  • Cahaya matahari diubah menjadi energi kimia berupa ATP dan NADPH
2. Reaksi Gelap atau Siklus Calvin
  • Terjadinya di stroma kloroplas
  • Karbondioksida digunakan untuk menghasilkan glukosa melalui siklus enzimatik
  • ATP dan NADPH dari reaksi terang menyediakan energi untuk proses ini.

Apa Saja Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis?

Berikut merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi proses fotosintesi yaitu:
  • Cahaya, intensitas cahaya sangat menetukan proses fotosintesis
  • Konsentrasi Karbondioksida, semakin tinggi CO2, maka semakin cepat laju fotosintesis
  • Suhu, enzim fotosintesis bekerja optimal pada suhu tertentu
  • Air, kekurangan air dapat menghambat dari proses fotosintesis

Apa Manfaat dari Fotosintesis

Proses Fotosintesis sangat bermanfaat untuk:
  • Menghasilkan Oksigen, merupakan aspek penting untuk keberlangsungan makhluk hidup
  • Menyediakan Makanan, yaitu semua makhluk hidup bergantung secara langsung atau tidak pada glukosa hasil dari proses fotosintesis
  • Mendukung Siklus Karbon, fotosintesis sangat membantu mengurangi CO2 di atmosfer 

24 Desember 2024

Makalah Hubungan Tumbuhan Dengan Air I Fistum

 

Hubungan Tumbuhan dengan Air

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

    Fisiologi tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup. Laju proses-proses metabolisme ini dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan mikro di sekitar tumbuhan tersebut. Dengan mempelajari fisiologi tumbuhan, kita akan lebih dapat memahami bagaimana sinar matahari dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk menghasilkan karbohidrat dari bahan baku anorganik berupaa air dan karbondioksida.

    Air merupakan zat yang saangat penting bagi kehidupan. Banyak fungsi-fungsi dalam biologi sepenuhnya bergantung pada air dan sifat kehidupan secara langsung merupakan hasil dari sifat air. Fungsi air yang pa;ing penting yaitu dalam reaksi-reaksi biokimia dalam protoplasma yang dikontrol oleh enzim. Selain memberi fasilitas bagi berlangsungnya suatu reaksi biokimia, molekul air dapat berinteraksi secara langsung sebagai komponen reaktif dalam proses metabolisme di dalam sel.

B. Rumusan Masalah

1. Menjelaskan potensi air, potensi osmosis dan potensi tekanan?

2. Menjelaskan transpor air dan mineral dari akar ke pembuluh xylem?

C. Tujuan

1. Mengetahui tentang potensi air, potensi osmosis, dan potensi tekanan.

2. Mengetahui tentang transpor air dan mineral dari akar ke pembuluh xylem.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Hubungan Tumbuhan dengan Air

    Air merupakan zat yang saangat penting bagi kehidupan. Banyak fungsi-fungsi dalam biologi sepenuhnya bergantung pada air dan sifat kehidupan secara langsung merupakan hasil dari sifat air. Fungsi air yang paling penting yaitu dalam reaksi-reaksi biokimia dalam protoplasma yang dikontrol oleh enzim. Selain memberi fasilitas bagi berlangsungnya suatu reaksi biokimia, molekul air dapat berinteraksi secara langsung sebagai komponen reaktif dalam proses metabolisme di dalam sel.

1. Potensi Air

    Potensial Air merupakan energi yang dimiliki air untuk bergerak atau  untuk mengadakan reaksi. Dengan  kata lain, potensial air merupakan tingkat  kemampuan molekul-molekul air untuk melakukan difusi. Pada potensial air, air bergerak dari potensial tinggi ke potensial rendah (dari larutan encer ke larutan pekat, larutan encer lebih banyak  mengandung air daripada larutan pekat). Potensi air juga diartikan sebagai potensial kimia air dalam suatu system atau bagian sistem. Dinyatakan dalam satuan tekanan dan dibandingkan dengan potensial kimia air murni pada tekanan atmosfer dan pada suhu ketinggian yang sama potensial murni ditentukan sama dengan nol.

    Air memengang peran sangat penting dalam kehidupan tumbuhan, sehingga tidak mungkin akan ada kehidupan tanpa air. Dalam kehidupannya, tumbuhan membutuhkan air lebih kurang 500 g untuk setiap bahan organik yang dibentuknya. Air tersebut diabsobri melalui akar dan ditransportasikan ke dalam tubuh tumbuhan untuk kemudian diuapkan ke atmosfer. Jika terjadi sedikit saja ketidakseimbangan air dalam tumbuhan akan mengakibatkan defisit air dan terganggunya reaksi-reaksi biokimia pada protoplasma.

    Air mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung, hampir semua proses dalam kehidupan tumbuhan. untuk melangsungkan proses metabolik yang diperlukan tumbuhan, air memiliki berbagai fungsi di dalam tanah seperti sebagai pelarut, media transfor unsur hara, sumber hitrogen, pengatur suhu tanah, dan aerasi. Selain itu, air bagi tumbuhan berperan mempertahankan turgiditas sel dan suhu dalam tubuh tumbuhan sehingga metabolismenya tidak terganggu akibat fluktuasi suhu lingkungan.

    Air menyusun sebagian besar massa sel tumbuhan, dan sel mempunyai sebuah vakuola besar yang berisi air. Sitoplasma dalam sel hanya 5-10 % volume sel, sedangkan sisanya adalah vakuola. Sekitar 75-90% kandungan protoplasma adalah air, organel-organel sel (seperti kroloplas dan mitokondria) mengandung 50% air, daging buah sebagian besar komponennya adalah air (85-95% dari berat segar), air menyusun 80-90% bagian daun yang lunak, dan pada akar 70-90%. Sayur mayur bisa mengandung 85-95% air. Bagian tumbuhan yang mengandung sedikit air adalah buah masak (biasanya 10-15%), dan beberapa biji yang menyimpan banyak lemak hanya mengandung 5-7% air.

    Air merupakan pelarut terbaik bagi tiga kelompok bahan biologis yang sangat penting bagi tumbuhan, yang pertama, yaitu bahan organik, melalui ikatan hidrogen dengan asam amino (protein), karbohidrat, asam nukleat, dan andungan sel lainnya, khususnya molekul yang mengandung ikatan hidroksil, amine, maupun gugus fungsional karbosilat. kedua, ion-ion unsur hara yang mampu diserap tumbuhan sebagian besar berupa ion yang terlarut dalam air, dan yang ketiga, yaitu gas di atmosfer yang berat molekulnya seperti oksigen dan nitrogen.

    Air terus menerus diserap oleh tumbuhan, dan seiring dengan hal itu tumbuhan juga mengalami kehilangan air. Selama kehidupannya, kehilangan air yang dialami tumbuhan adalah melalui permukaan daun yang disebut transpirasi. Transpirasi merupakan proses penting untuk melepaskan panas yang datang dari sinar matahari. Panas yang terlepas bersamaan dengan molekul air yang menguap ke atmosfer memiliki energi yang lebih tinggi dan melepaskan ikatan yang mempersatukan molekul-molekul air. ketika molekul-molekul ini terlepas, maka tinggallah sekumpulan molekul air dengan energi yang lebih kecil sehingga air tersebut lebih dingin. Aliran air yang diabsorbsi akar merupakan cahaya yang sangat penting untuk menarik mineral terlarut dari tanah ke permukaan akar.

2. potensi osmosis

    Osmosis adalah difusi melalui membrah semipermeabel. Masuknya larutan kedalam sel-sel endodermis merupakan contoh prosses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergerak dari satu sel ke sel lainnya dengan seluasa. selain air molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan kosentrasi tinggi ke kosentrasi rendah. Proses osomosis akan berhenti jika kosentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai keseimbangan.

    Osmosis juga dapat terjadi dari sitoplasma ke organel-organel bermembran. osmosis dapat di cegah dengan tekanan. Oleh karena itu, ahli fisiologi tanaman lebih suka mengutamakan istilah potensial osmotik yakni tekanan yang di perlukan untuk mencegah osmosis. Jika anda merendam wortel kedalam larutan garam 10% maka sel-selnya akan kehilangan rigiditas (kekakuan)nya.

    Hal ini disebabkan potensi air dalam sel wortel tersebut lebih tinggi dibandingkamdengan potensial air pada larutan garamsehingga air dalam sel  akan keluar ke larutan resebut. Jika diamati dengan mikroskop maka vakuola sel-sel wortel tersebut tidak tampak dan sitoplasma akan mengkerut dan membran sel akan terlepas dari dindingnya. Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel imi disebut plasmolisis.

3. Potensi tekanan

    Potensial tekanan merupakan tekanan yang diberikan pada air atau larutan untuk meningkatkan kemampuan osmosis pada tumbuhan potensial dapat tumbuh dalam bentuk tekanan turgor. Nilai potensial tekanan dapat positif nol maupun negatif. Potensial tekanan juga merupakan tekanan fisik pada suatu larutan yang besifat relatif terhadap tekanan atmosfer. Contohnya seperti air didalam sel xilem yang tak hidup suatu tumbuhan sering kali berada dibawah potensial tekanan negatif (tegangan yang kurang dari M-2 Mpa). Sebaliknya seperti udara didalam balon sel sel hidup biasanya berada dibawah tekanan positif secara spesifik isi sel akan menekan membran plasma ke dinding sel, dan kemudian dinding sel akan menekan protoplas yang menghasilkan sesuatu tekanan turgor.

B. Transpor Air dan Mineral Dari Akar ke Pembuluh Xilem

    Air di serap tnaman melalui akar bersama-sama dengan unsur-unsur hara yang terlarut di dalamnya, kemudian diangkut ke bagian atas tanaman terutama daun melalui pembuluh xilem. pembuluh xilem pada akar, batang, dan daun, merupakan satu sistem yang continu, berhubungan satu sama lain. Untuk dapat diserap oleh tanaman, molekul-molekul air harus berada pada permukaan akar. dari permukaan akar ini air (bersama bahan-bahan yang terlarut) diangkut menuju pembuluh xilem. Lintasan pergerakan air dari permukaan akar menuju pembuluh xilem ini disebut lintasan radial pergerakan air.

    Teori tekanan akar. Pada awalnya, diperkirakan air naik ke bagian atas tanaman karena adanya tekanan dari akar. Hal ini didasarkan atas fakta bahwa jika batang tanaman dipotong dan kemudian dihubungkan dengan selang manometer air raksa, maka air di dalam selang akan terdorong ke atas oleh tekanan yang berasal dari akar. Tetapi dari hasil pengukuran yang intensif pada berbagai jenis tanaman, maka besarnya tekanan tersebut umumnya tidak lebih dari 0,1 Mpa (mega pascal). Selain itu tekanan akar hanya teramati pada kondisi tanah yang berkecukupan air dan kelembaban udara relatif tinggi, atau dengan kata lain pada saat laju tranpirasi sangat rendah.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

    Potensial Air merupakan energi yang dimiliki air untuk bergerak atau  untuk mengadakan reaksi. Dengan  kata lain, potensial air merupakan tingkat  kemampuan molekul-molekul air untuk melakukan difusi. Pada potensial air, air bergerak dari potensial tinggi ke potensial rendah (dari larutan encer ke larutan pekat, larutan encer lebih banyak  mengandung air daripada larutan pekat).

    Jadi dapat di simpulkan bahwa tekanan akar adalah relatif rendah dan tidak terjadi pada semua spesies tanaman dan juga hannya terjadi pada kondisi lingkungan yang menghambat laju transpirasi. dengan demikian tekanan akar bukan merupakan mekanisme yang andal untuk menjelaskan pergerakan vertikal air di dalam pembuluh xilem.

B. Saran

    Dalam mempelajari materi fisiologi tumbuhan banyak pokok bahasan yang kurang dipahami oleh karena itu kita harus berusaha banyak mencari tahu dari berbagai sumber dan jika memang diperlukan sebaiknya kita meminta bimbingan dari dosen yang menjadi penanggung jawab pada matakuliah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Benyamin Lakitan. 2015. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Linda Advinda. 2018. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Yogyakarta: Deepublish

Salisbury, F.b dan Ross C.W. 1995. Fisiologi tumbuhan jilid 1 edisi IV. Bandung: ITB


22 Desember 2024

Makalah Desentralisasi Simetris dan Asimetris Di Papua

Desentralisasi Simetris dan Asimetris
Desentralisasi Simetris di Papua

Jelaskan Pengertian Desentralisasi?

Desentralisasi adalah proses pemberian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengelola urusan pemerintahan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desentralisasi simetris adalah suatu bentuk desentralisasi di mana pemerintah daerah, baik di wilayah yang memiliki otonomi khusus maupun wilayah lainnya, memiliki tingkat kewenangan yang setara dalam mengatur dan mengelola urusan pemerintahan. Dalam konteks Papua, desentralisasi simetris berarti bahwa Papua, meskipun memiliki otonomi khusus, diharapkan dapat mengelola urusan pemerintahan dengan cara yang setara dengan daerah lain yang tidak memiliki status otonomi khusus.

Bagaimana Konsep Desentralisasi Simetris di Papua?

Penerapan desentralisasi simetris di Papua memiliki potensi untuk menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat lokal. Namun, meskipun Papua memiliki otonomi khusus, tidak semua aspek pemerintahan dapat dikelola sepenuhnya tanpa pengawasan dari pemerintah pusat. Tujuan utama dari desentralisasi di Papua adalah untuk mencapai pemerataan pembangunan dan kesejahteraan sosial, yang selama ini tertinggal dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Bagaimana Implementasi Desentralisasi Simetris di Papua?

Desentralisasi simetris di Papua dapat diimplementasikan dengan memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk mengatur urusan pemerintahan secara mandiri, namun dengan batasan yang tidak mengarah pada pemisahan diri dari negara kesatuan Republik Indonesia. Hal ini mencakup kewenangan untuk mengelola sumber daya alam, pendidikan, kesehatan, serta bidang-bidang lainnya yang bersifat lokal, namun tetap dalam kerangka negara kesatuan.

Apa Saja Dampak Desentralisasi Terhadap Kebijakan Pembangunan di Papua?

Salah satu dampak utama kebijakan desentralisasi simetris terhadap pembangunan di Papua adalah meningkatnya kapasitas daerah untuk merancang dan melaksanakan program-program pembangunan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Dengan diberikan kewenangan yang setara dengan daerah lain, Papua dapat merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya setempat. Kebijakan desentralisasi simetris juga memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah Papua untuk lebih aktif dalam mengelola sumber daya alam yang ada, seperti tambang dan hutan, dengan tujuan meningkatkan pendapatan daerah.

Bagaimana Tantangan Dalam Implementasi Desentralisasi di Papua?

Salah satu tantangan utama dalam implementasi desentralisasi di Papua adalah keterbatasan kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya dan kebijakan. Meskipun Papua diberikan otonomi khusus untuk mengelola berbagai aspek pemerintahan, banyak daerah di Papua yang masih kekurangan aparatur pemerintah yang terlatih dan berkompeten. Keterbatasan ini mengakibatkan kesulitan dalam merencanakan dan melaksanakan program-program pembangunan yang efektif, serta memperlambat proses pengambilan keputusan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Download Makalah lengkap tentang Desentralisasi Simetris dan Asimetris di Papua Di Sini

21 Desember 2024

Pengertian Motivasi Dan Minat Pada Siswa

Motivasi Dan Minat Siswa
Motivasi dan Minat Siswa

Pengertian Motivasi Siswa

Motivasi atau dalam bahasa Inggris disebut juga dengan motivation, berasal dari bahasa Latin “motivus” (bentuk kata dari “movere”) yang memiliki pengertian bergerak atau menggerakkan. Adapun dalam bahasa Indonesia, motivasi merupakan kata benda yang memiliki pengertian berikut: 1) dorongan yang timbul dalam diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu, 2) usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya. Terdapat hubungan etimologis dari asal kata motivasi dan motif (yang diambil dari kata “motivus”). Motif merupakan sebuah dorongan atau kekuatan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk berbuat. “Motif” selalu berkaitan dengan banyak faktor dan juga berhubungan dengan banyak hal, baik secara internal maupun eksternal. Kemudian, hal-hal yang mempengaruhi motif tersebut diartikan atau di-istilahkan dengan motivasi.

Pengertian Minat Siswa

Secara bahasa, minat berarti kecenderungan tingkat tinggi terhadap sesuatu. Minat merupakan kualitas manusia yang relatif permanen. Minat mempunyai pengaruh yang besar  terhadap aktivitas seseorang, karena adanya minat membuat seseorang  melakukan hal-hal yang menarik minatnya.

Apakah Sama Motivasi Dengan Minat

Motivasi merupakan suatu dorongan yang membuat orang bertindak atau berperilaku dengan cara-cara motivasi yang mengacu pada sebab munculnya sebuah perilaku, seperti faktor – faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Motivasi dapat diartikan sebagai kehendak untuk mencapai status, kekuasaan dan pengakuan yang lebih tinggi bagi setiap individu. Motivasi dan minat memiliki maksud yang sama yaitu motivasi adalah dorongan untuk mencapai tujuan sedangakan minat adalah keinginan unruk mencapai tujuan. Tetapi keduanya memiliki perbedaan salah satunya, yaitu motivasi dorongan yang berasal dari diri sendiri dan orang lain sedangkan minat hanya berasal dari diri sendiri. 

Bagaimana Cara Memunculkan Motivasi Pada Siwa

Berikut merupakan cara yang dilakukan untuk memunculkan motivasi pada siswa:
  1. Menunjukkan antusiasme dalam mengajar dan menggunakan prosedur yang sesuai
  2. Mendorong siswa untuk memandang bahwa belajar disekolah bukanlah beban yang menekan
  3. Menciptakan suasana kelas yang kondusif
  4. Mendorong suasana kompetitif yang sehat
  5. Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler
  6. Menjelaskan kepada siswa, mengapa suatu bidang studi dimasukkan kedalam kurikulum sekolah dan apa kegunaannya untuk kehidupan kelak
  7. Mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman siswa diluar lingkungann