24 Desember 2024

Makalah Hubungan Tumbuhan Dengan Air I Fistum

 

Hubungan Tumbuhan dengan Air

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

    Fisiologi tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup. Laju proses-proses metabolisme ini dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan mikro di sekitar tumbuhan tersebut. Dengan mempelajari fisiologi tumbuhan, kita akan lebih dapat memahami bagaimana sinar matahari dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk menghasilkan karbohidrat dari bahan baku anorganik berupaa air dan karbondioksida.

    Air merupakan zat yang saangat penting bagi kehidupan. Banyak fungsi-fungsi dalam biologi sepenuhnya bergantung pada air dan sifat kehidupan secara langsung merupakan hasil dari sifat air. Fungsi air yang pa;ing penting yaitu dalam reaksi-reaksi biokimia dalam protoplasma yang dikontrol oleh enzim. Selain memberi fasilitas bagi berlangsungnya suatu reaksi biokimia, molekul air dapat berinteraksi secara langsung sebagai komponen reaktif dalam proses metabolisme di dalam sel.

B. Rumusan Masalah

1. Menjelaskan potensi air, potensi osmosis dan potensi tekanan?

2. Menjelaskan transpor air dan mineral dari akar ke pembuluh xylem?

C. Tujuan

1. Mengetahui tentang potensi air, potensi osmosis, dan potensi tekanan.

2. Mengetahui tentang transpor air dan mineral dari akar ke pembuluh xylem.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Hubungan Tumbuhan dengan Air

    Air merupakan zat yang saangat penting bagi kehidupan. Banyak fungsi-fungsi dalam biologi sepenuhnya bergantung pada air dan sifat kehidupan secara langsung merupakan hasil dari sifat air. Fungsi air yang paling penting yaitu dalam reaksi-reaksi biokimia dalam protoplasma yang dikontrol oleh enzim. Selain memberi fasilitas bagi berlangsungnya suatu reaksi biokimia, molekul air dapat berinteraksi secara langsung sebagai komponen reaktif dalam proses metabolisme di dalam sel.

1. Potensi Air

    Potensial Air merupakan energi yang dimiliki air untuk bergerak atau  untuk mengadakan reaksi. Dengan  kata lain, potensial air merupakan tingkat  kemampuan molekul-molekul air untuk melakukan difusi. Pada potensial air, air bergerak dari potensial tinggi ke potensial rendah (dari larutan encer ke larutan pekat, larutan encer lebih banyak  mengandung air daripada larutan pekat). Potensi air juga diartikan sebagai potensial kimia air dalam suatu system atau bagian sistem. Dinyatakan dalam satuan tekanan dan dibandingkan dengan potensial kimia air murni pada tekanan atmosfer dan pada suhu ketinggian yang sama potensial murni ditentukan sama dengan nol.

    Air memengang peran sangat penting dalam kehidupan tumbuhan, sehingga tidak mungkin akan ada kehidupan tanpa air. Dalam kehidupannya, tumbuhan membutuhkan air lebih kurang 500 g untuk setiap bahan organik yang dibentuknya. Air tersebut diabsobri melalui akar dan ditransportasikan ke dalam tubuh tumbuhan untuk kemudian diuapkan ke atmosfer. Jika terjadi sedikit saja ketidakseimbangan air dalam tumbuhan akan mengakibatkan defisit air dan terganggunya reaksi-reaksi biokimia pada protoplasma.

    Air mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung, hampir semua proses dalam kehidupan tumbuhan. untuk melangsungkan proses metabolik yang diperlukan tumbuhan, air memiliki berbagai fungsi di dalam tanah seperti sebagai pelarut, media transfor unsur hara, sumber hitrogen, pengatur suhu tanah, dan aerasi. Selain itu, air bagi tumbuhan berperan mempertahankan turgiditas sel dan suhu dalam tubuh tumbuhan sehingga metabolismenya tidak terganggu akibat fluktuasi suhu lingkungan.

    Air menyusun sebagian besar massa sel tumbuhan, dan sel mempunyai sebuah vakuola besar yang berisi air. Sitoplasma dalam sel hanya 5-10 % volume sel, sedangkan sisanya adalah vakuola. Sekitar 75-90% kandungan protoplasma adalah air, organel-organel sel (seperti kroloplas dan mitokondria) mengandung 50% air, daging buah sebagian besar komponennya adalah air (85-95% dari berat segar), air menyusun 80-90% bagian daun yang lunak, dan pada akar 70-90%. Sayur mayur bisa mengandung 85-95% air. Bagian tumbuhan yang mengandung sedikit air adalah buah masak (biasanya 10-15%), dan beberapa biji yang menyimpan banyak lemak hanya mengandung 5-7% air.

    Air merupakan pelarut terbaik bagi tiga kelompok bahan biologis yang sangat penting bagi tumbuhan, yang pertama, yaitu bahan organik, melalui ikatan hidrogen dengan asam amino (protein), karbohidrat, asam nukleat, dan andungan sel lainnya, khususnya molekul yang mengandung ikatan hidroksil, amine, maupun gugus fungsional karbosilat. kedua, ion-ion unsur hara yang mampu diserap tumbuhan sebagian besar berupa ion yang terlarut dalam air, dan yang ketiga, yaitu gas di atmosfer yang berat molekulnya seperti oksigen dan nitrogen.

    Air terus menerus diserap oleh tumbuhan, dan seiring dengan hal itu tumbuhan juga mengalami kehilangan air. Selama kehidupannya, kehilangan air yang dialami tumbuhan adalah melalui permukaan daun yang disebut transpirasi. Transpirasi merupakan proses penting untuk melepaskan panas yang datang dari sinar matahari. Panas yang terlepas bersamaan dengan molekul air yang menguap ke atmosfer memiliki energi yang lebih tinggi dan melepaskan ikatan yang mempersatukan molekul-molekul air. ketika molekul-molekul ini terlepas, maka tinggallah sekumpulan molekul air dengan energi yang lebih kecil sehingga air tersebut lebih dingin. Aliran air yang diabsorbsi akar merupakan cahaya yang sangat penting untuk menarik mineral terlarut dari tanah ke permukaan akar.

2. potensi osmosis

    Osmosis adalah difusi melalui membrah semipermeabel. Masuknya larutan kedalam sel-sel endodermis merupakan contoh prosses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergerak dari satu sel ke sel lainnya dengan seluasa. selain air molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan kosentrasi tinggi ke kosentrasi rendah. Proses osomosis akan berhenti jika kosentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai keseimbangan.

    Osmosis juga dapat terjadi dari sitoplasma ke organel-organel bermembran. osmosis dapat di cegah dengan tekanan. Oleh karena itu, ahli fisiologi tanaman lebih suka mengutamakan istilah potensial osmotik yakni tekanan yang di perlukan untuk mencegah osmosis. Jika anda merendam wortel kedalam larutan garam 10% maka sel-selnya akan kehilangan rigiditas (kekakuan)nya.

    Hal ini disebabkan potensi air dalam sel wortel tersebut lebih tinggi dibandingkamdengan potensial air pada larutan garamsehingga air dalam sel  akan keluar ke larutan resebut. Jika diamati dengan mikroskop maka vakuola sel-sel wortel tersebut tidak tampak dan sitoplasma akan mengkerut dan membran sel akan terlepas dari dindingnya. Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel imi disebut plasmolisis.

3. Potensi tekanan

    Potensial tekanan merupakan tekanan yang diberikan pada air atau larutan untuk meningkatkan kemampuan osmosis pada tumbuhan potensial dapat tumbuh dalam bentuk tekanan turgor. Nilai potensial tekanan dapat positif nol maupun negatif. Potensial tekanan juga merupakan tekanan fisik pada suatu larutan yang besifat relatif terhadap tekanan atmosfer. Contohnya seperti air didalam sel xilem yang tak hidup suatu tumbuhan sering kali berada dibawah potensial tekanan negatif (tegangan yang kurang dari M-2 Mpa). Sebaliknya seperti udara didalam balon sel sel hidup biasanya berada dibawah tekanan positif secara spesifik isi sel akan menekan membran plasma ke dinding sel, dan kemudian dinding sel akan menekan protoplas yang menghasilkan sesuatu tekanan turgor.

B. Transpor Air dan Mineral Dari Akar ke Pembuluh Xilem

    Air di serap tnaman melalui akar bersama-sama dengan unsur-unsur hara yang terlarut di dalamnya, kemudian diangkut ke bagian atas tanaman terutama daun melalui pembuluh xilem. pembuluh xilem pada akar, batang, dan daun, merupakan satu sistem yang continu, berhubungan satu sama lain. Untuk dapat diserap oleh tanaman, molekul-molekul air harus berada pada permukaan akar. dari permukaan akar ini air (bersama bahan-bahan yang terlarut) diangkut menuju pembuluh xilem. Lintasan pergerakan air dari permukaan akar menuju pembuluh xilem ini disebut lintasan radial pergerakan air.

    Teori tekanan akar. Pada awalnya, diperkirakan air naik ke bagian atas tanaman karena adanya tekanan dari akar. Hal ini didasarkan atas fakta bahwa jika batang tanaman dipotong dan kemudian dihubungkan dengan selang manometer air raksa, maka air di dalam selang akan terdorong ke atas oleh tekanan yang berasal dari akar. Tetapi dari hasil pengukuran yang intensif pada berbagai jenis tanaman, maka besarnya tekanan tersebut umumnya tidak lebih dari 0,1 Mpa (mega pascal). Selain itu tekanan akar hanya teramati pada kondisi tanah yang berkecukupan air dan kelembaban udara relatif tinggi, atau dengan kata lain pada saat laju tranpirasi sangat rendah.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

    Potensial Air merupakan energi yang dimiliki air untuk bergerak atau  untuk mengadakan reaksi. Dengan  kata lain, potensial air merupakan tingkat  kemampuan molekul-molekul air untuk melakukan difusi. Pada potensial air, air bergerak dari potensial tinggi ke potensial rendah (dari larutan encer ke larutan pekat, larutan encer lebih banyak  mengandung air daripada larutan pekat).

    Jadi dapat di simpulkan bahwa tekanan akar adalah relatif rendah dan tidak terjadi pada semua spesies tanaman dan juga hannya terjadi pada kondisi lingkungan yang menghambat laju transpirasi. dengan demikian tekanan akar bukan merupakan mekanisme yang andal untuk menjelaskan pergerakan vertikal air di dalam pembuluh xilem.

B. Saran

    Dalam mempelajari materi fisiologi tumbuhan banyak pokok bahasan yang kurang dipahami oleh karena itu kita harus berusaha banyak mencari tahu dari berbagai sumber dan jika memang diperlukan sebaiknya kita meminta bimbingan dari dosen yang menjadi penanggung jawab pada matakuliah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Benyamin Lakitan. 2015. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Linda Advinda. 2018. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Yogyakarta: Deepublish

Salisbury, F.b dan Ross C.W. 1995. Fisiologi tumbuhan jilid 1 edisi IV. Bandung: ITB



EmoticonEmoticon