![]() |
| Tumbuhan |
BAB 1
PENDAHULUAN
Pendahuluan
Tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari kehidupan tumbuhan, karena tanah merupakan media bagi tumbuhan yang hidup
di atasnya, sumber nutrisi, dan tempat melekatkan diri dengan akarnya. Tanah diperlukan tumbuhan sebagai
tempat hidup (habitat) dimana tumbuhan tersebut ditanam. Namun yang tak kalah
penting adalah unsur hara yang terkandung dalam tanah yang diperlukan tumbuhan
sebagai nutrisi untuk pertumbuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya,
tumbuhan menyerap tanah yang mengandung unsur hara dengan berbagai proses.
Tumbuhan memerlukan kombinasi yang tepat dari berbagai nutrisi untuk tumbuh, berkembang, dan bereproduksi. Ketika tumbuhan mengalami malnutrisi, tumbuhan menunjukkan gejala-gejala tidak sehat. Nutrisi yang terlalu sedikit atau yang terlalu banyak dapat menimbulkan masalah. Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari pertumbuhan suatu pohon. Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh tumbuhan. Adapun nutrisi di dalam tanah adalah berupa air dan mineral.
Rumusan Masalah
2. Bagaimana tekstur dan struktur tanah ?
3. Bagaimana tanah sebagai sumber nutrisi ?
4. Apa pengertian makronutrien dan mikronutrien ?
Tujuan
2. Menjelaskan tekstur dan struktur tanah.
3. Menjelaskan tanah sebagai sumber nutrisi.
4. Menjelaskan makronutrien dan mikronutrien.
BAB IIPEMBAHASANA. Komponen Dalam Tanah
Tanah
merupakan partikel-partikel yang halus yang awalnya merupakan gumpalan-gumpalan
batu. Hujan, angina, sinar matahari, kegiatan mikroorganisme menyebabkan
desintegrasi pada gumpalan-gumpalan tersebut sehingga terjadi partikel batu
yang begitu halus. Bahan-bahan organik maupun anorganik yang telah mengalami
perubahan karena pengaruh udara, terdapat dilapisan tanah bagian atas yang
tebalnya kira-kira 25 cm. Ada lima komponen yang dapat dikategorikan sebagai
komponen tanah, yaitu : mineral tanah, organik tanah, air dan larutan tanah ,
atmosfer tanah, dan organisme di dalam tanah.
1. Mineral
tanah
Mineral
tanah berasal dari batu-batuan induk, yang oleh berbagai macam proses mengalami
penghancuran sehingga menjadi partikel-partikel yang lebih kecil. Penghancuran
batuan induk di alam dapat terjadi karena iklim (perubahan panas dan dingin,
hujan, angin), oleh aktivitas tumbuhan pionir (lumut kerak atau lichen), atau
kegiatan mekanik seperti terjadinya gesekan-gesekan antar batuan, juga oleh
adanya aktivitas manusia. Oleh karena itu, susunan mineral di dalam tanah
berbeda-beda sesuai dengan mineral dan batu-batuan yang telah lapuk. Bahan
mineral tanah terdiri atas partikel yang berukuran sangat beragam, mulai dari
yang berukuran sangat kasar (pasir, kerikil, batu) hingga yang berukuran halus
(debu, liat). Tanah yang ideal biasanya mengandung sekitar 45% mineral dari
volumenya.
2. Organik tanah
Bahan organik tanah adalah semua
jenis senyawa organik yang terdapat di dalam tanah, termasuk serasah, biomassa
mikroorganisme, bahan orgnik terlarut di dalam air, dan bahan organik yang
stabil atau humus. Humus merupakan salah satu bentuk bahan organik yang
pentring di dalam tanah, karena tersusun oleh selulosa dan lignin, berbentuk
koloida dengan kapasitas imbibisi yang tinggi sehingga membuat fisik tanah
menjadi baik.
3.
Air dan larutan tanah
Air dan larutan tanah merupakan
komponen yang penting bagi kehidupan tumbuhan yang tumbuh diatasnya. Air dalam
tanah berkisar mulai dari mulai dari kurang sekali sampah jenuh dengan air. Air
yang ada didalam tanah biasanya mengandung segala macam bahan yang terdapat di
dalam tanah tersebut, sehingga lebih tepat kalau dinyatakan air tersebut
sebagai larutan tanah, dan merupakan sumber nutrisis bagi tumbuhan.
Tanah yang terdiri dari
partikel-partikel besar kurang dapat menahan air bila dibandingkan dengan tanah
yang mempunyai partikel lebih halus. Secara fisik air tanah dapat dibagi
menjadi tiga kelompok, yaitu: air gravitasi, air kapiler dan air higroskopis.
Air gravitasi terjadi jika sela-sela antar partikel sudah penuh air, sedangkan
penambahan air terus terjadi, sehingga air tersebut tidak tertahan lagi dalam
rongga kapiler. Hal ini mengakibatkan air mengalir secara bebas karna pengaruh
gaya gravitasi.
Air kapiler adalah yang mengisi
pori-pori tanah. Air ini paling mudah digunakan/diserap oleh tumbuhan. Air
kapiler dapat berasal dari hasil infiltrasi air dari permukaan tanah kemudian
meresap ke dalam tanah, selanjutnya tertahan diantara butir tanah karena
pengaruh gaya kapiler tanah. Disamping itu, air kapiler juga dapat berasal dari
air dalam tanah (dari zona jenuh) yang naik ke atas melalui pori-pori tanah
akibat pengaruh gaya kapiler tanah. Besarnya air kapiler dalam tanah sangat
tergantung pada sifat fisik tanah.
Air higroskopis adalah bagian air
yang ditahan oleh tanah setelah dicapai koefisien higroskopis. Koefisien
higroskopis adalah suatu keadaan dimana air tanah mulai kehilangan sifat-sifat
cairan, dan ditahan oleh tanah dengan tegangan sampai 31 atmossfer. Air
higroskopis ini terjadi karena danya gaya kohesi dan adhesi pada lapisan tipis
air yang menyelimuti partikel-partikel tanah dengan tegangan diatas 15
atmosfer.
4.
Atmosfer tanah
Udara juga rongga-rongga yang ada di
sela-sela partikel tanah. Udara yang mengisi rongga-rongga antar partikel tanah
disebut atmosfer tanah. Makin besar partikel tanah, makin banyak udara di
sela-selanya. Tanah yang mempunyai rongga antar partikelnya ada yang besar-besar
da nada pula yang kecil-kecil, merupakan tanah yang paling baik untuk akar
tanaman. Tanah yang kandungan airnya berlebihan, sehingga mengisi seluruh
rongga-rongga antar partikel tanah, memungkinkan memiliki kandungan udara tanah
mendekati 0%.
5.
Organisme di dalam tanah
Organisme terdiri dari flaura dan
fauna tanah yang berperan dalam menentukan struktur dan sifat tanah. Yang
termasuk kedalam flora tanah adalah bakteri , jamur dan ganggang yang lazim
terdapat diatas dan di dalam lapisan tanah bagian atas. Sedangkan yang termasuk
ke dalam fauna tanah adalah protozoa, nematode, insekta dan hewan-hewan tinggi
yang membuat lubang di dalam tanah.
Tanah yang mengandung cukup bahan
organik, mempunyai ventilasi yang cukup baik, serta mempunyai temperature sekitar
30ÂșC. Kondisi ini merupakan kondisi yang disenangi oleh sejumlah mikroorganisme
seperti bakteri pengurai selulosa dan bakteri yang mengikat N dari udara bebas.
B. Tekstur dan Struktur Tanah
1. Tekstur tanah
Tekstur adalah besar kecilnya ukuran
partikel (fraksi) yang terkandung dalam masa tanah sehingga menggambarkan
tingkat kekasaran butirannya. Tekstur tanah ditenntukan oleh perbandingan di
antara partikel kerikil, pasir, debu, dan liat. Jenis-jenis tanah yang banyak
mengandung kerikil dan pasir tentunya memiliki tekstur yang lebih kasar
dibandingkan tanah yang lebih banyak mengandung debu dan liat.
2. Struktur Tanah
Strukur
tanah menggambarkan susunan atau agregasi gumpal tanah menjadi bentuk-bentuk
tertentu. Kondisis struktur berhubungan dengan tingkat kegemburan atau
keremahan tanah. Kita tentu sering menemui di lingkungan sekitar tempat
tinggal, jenis-jenis tanah yang kondisinya gembur sehingga sangat mudah
dicangkul atau dibajak untuk ditanami. Sebaliknya, tidak jarang kita jumpai
tanah-tanah yang sifatnya padat, keras dan sangat sulit diolah. Sifat fisik
tanah tersebut pada dasarnya merupakan kondisi struktur tanah.
C. Tanah Sebagai Sumber Energi
Sebagai media tumbuh tanaman dan tempat hidup biota tanah, maka tanah menyediakan unsur hara, sumber energi, udara, dan air untuk pertumbuhan tanaman dan biota tanah. Unsur hara ini dijumpai dalam bentuk mineral dan senyawa organik. Dalam mendukung kehidupan tanaman, tanah memiliki empat fungsi utama yaitu : Memberi unsur hara dan sebagai media perakaran, menyediakan air dan sebagai tempat penampungan (reservoir) air, menyediakan udara untuk respirasi (pernapasan ) akar, sebagai tempat bertumpunya tanaman.
Kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara tanaman dipengaruhi oleh tiga aspek (fisik, kimia, dan biologi). Ketiga aspek ini saling berhubungan dan sangat menentukan kesuburan suatu tanah. Agar tanaman dapat tumbuh subur maka keadaan fisik dan kimia tanah haruslah seoptimal mungkin. Untuk mencapainya, maka aktivitas dari biologi tanah sangatlah menentukan.
Sumber energi untuk organisme di
bumi ini adalah energi matahari. Organisme yang menggunakan energi matahari
disebut Autotroph.
Autotroph yang terkenal adalah tanaman berhijau daun. Klorofilnya berperan
menangkap energi cahaya yang kemudian digabung dengan CO2 dan
H2O menghasilkan senyawa organik kaya energi seperti Glukosa.
D. Makronutrien dan Mikronutrien
1. Makronutrien
Makronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah banyak, yaitu nitrogen, kalsium, potasium, sulfur, magnesium, dan fosfor.
2. Mikronutien
Mikronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit, seperti besi, boron, mangan, seng, tembaga, klor, dan molybdenum
Baik makro dan mikronutrien diperoleh akar tumbuhan melalui tanah. Akar tumbuhan memerlukan kondisi tertentu untuk dapat mengambil nutrisi-nutrisi tersebut dari dalam tanah. Pertama, tanah harus lembap sehingga nutrien dapat diambil dan ditransport oleh akar. Kedua, pH tanah harus berada dalam rentang dimananutrien dapat dilepaskan dari molekul tanah. Ketiga, suhu tanah harus berada dalam rentang dimana pengambilan nutrien oleh akar dapat terjadi. Suhu, pH, dan kelembapan optimum untuk tiap spesies tumbuhan berbeda. Hal ini menyebabkan nutrien tidak dapat dipergunakan oleh tumbuhan meskipun nutrien tersebut tersedia di dalam tanah. Pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor dalam (internal), tetapi juga ditentukan oleh faktor luar (eksternal). Salah satu faktor eksternal tersebut adalah unsur hara esensial. Unsur hara esensial adalah unsur-unsur yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Apabila unsur tersebut tidak tersedia bagi tanaman, maka tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanaman akan terhambat. Berdasarkan jumlah yang diperlukan kita mengenal adanya unsur hara makro dan unsur hara mikro.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ada lima komponen yang dapat dikategorikan sebagai komponen tanah, yaitu : mineral tanah, organik tanah, air dan larutan tanah , atmosfer tanah, dan organisme di dalam tanah. Jenis-jenis tanah yang banyak mengandung kerikil dan pasir tentunya memiliki tekstur yang lebih kasar dibandingkan tanah yang lebih banyak mengandung debu dan liat. Tanah memiliki empat fungsi utama yaitu: Memberi unsur hara dan sebagai media perakaran, menyediakan air dan sebagai tempat penampungan (reservoir) air, menyediakan udara untuk respirasi (pernapasan ) akar, dan sebagai tempat bertumpunya tanaman. Makronutrien dan mikronutrien diperoleh akar tumbuhan melalui tanah. Akar tersebut dari dalam tanah.
B. Saran
Berdasarkan penulisan makalah ini kita dapat
mengetahui kompenen tanah dan nutrisi tanah bagi tumbuhan. Kami berharap
makalah ini dapat berguna kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Linda Advinda. 2018. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Yogyakarta : Depublish.
Campbell, Reece dan Mitchell. 2003. Biologi Edisi Kelima jilid 2. Erlangga : Jakarta


EmoticonEmoticon