01 Januari 2025

Makalah Tanah dan Nutrisi pada Tumbuhan

Tanah dan nutrisi tumbuhan
Tumbuhan

BAB 1
PENDAHULUAN

Pendahuluan

Tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan tumbuhan, karena tanah merupakan media bagi tumbuhan yang hidup di atasnya, sumber nutrisi, dan tempat melekatkan diri dengan akarnya. Tanah diperlukan tumbuhan sebagai tempat hidup (habitat) dimana tumbuhan tersebut ditanam. Namun yang tak kalah penting adalah unsur hara yang terkandung dalam tanah yang diperlukan tumbuhan sebagai nutrisi untuk pertumbuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, tumbuhan menyerap tanah yang mengandung unsur hara dengan berbagai proses.

Tumbuhan memerlukan kombinasi yang tepat dari berbagai nutrisi untuk tumbuh, berkembang, dan bereproduksi. Ketika tumbuhan mengalami malnutrisi, tumbuhan menunjukkan gejala-gejala tidak sehat. Nutrisi yang terlalu sedikit atau yang terlalu banyak dapat menimbulkan masalah. Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari pertumbuhan suatu pohon. Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh tumbuhan. Adapun nutrisi di dalam tanah adalah berupa air dan mineral.

Rumusan Masalah

1. Apa saja kompenen dalam tanah ?
2. Bagaimana tekstur dan struktur tanah ?
3. Bagaimana tanah sebagai sumber nutrisi ?
4. Apa pengertian makronutrien dan mikronutrien ?

Tujuan

1. Menjekaskan kompenen dalam tanah.
2. Menjelaskan tekstur dan struktur tanah.
3. Menjelaskan tanah sebagai sumber nutrisi.
4. Menjelaskan makronutrien dan mikronutrien.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Komponen Dalam Tanah

Tanah merupakan partikel-partikel yang halus yang awalnya merupakan gumpalan-gumpalan batu. Hujan, angina, sinar matahari, kegiatan mikroorganisme menyebabkan desintegrasi pada gumpalan-gumpalan tersebut sehingga terjadi partikel batu yang begitu halus. Bahan-bahan organik maupun anorganik yang telah mengalami perubahan karena pengaruh udara, terdapat dilapisan tanah bagian atas yang tebalnya kira-kira 25 cm. Ada lima komponen yang dapat dikategorikan sebagai komponen tanah, yaitu : mineral tanah, organik tanah, air dan larutan tanah , atmosfer tanah, dan organisme di dalam tanah.

1. Mineral tanah

Mineral tanah berasal dari batu-batuan induk, yang oleh berbagai macam proses mengalami penghancuran sehingga menjadi partikel-partikel yang lebih kecil. Penghancuran batuan induk di alam dapat terjadi karena iklim (perubahan panas dan dingin, hujan, angin), oleh aktivitas tumbuhan pionir (lumut kerak atau lichen), atau kegiatan mekanik seperti terjadinya gesekan-gesekan antar batuan, juga oleh adanya aktivitas manusia. Oleh karena itu, susunan mineral di dalam tanah berbeda-beda sesuai dengan mineral dan batu-batuan yang telah lapuk. Bahan mineral tanah terdiri atas partikel yang berukuran sangat beragam, mulai dari yang berukuran sangat kasar (pasir, kerikil, batu) hingga yang berukuran halus (debu, liat). Tanah yang ideal biasanya mengandung sekitar 45% mineral dari volumenya.

2. Organik tanah

Bahan organik tanah adalah semua jenis senyawa organik yang terdapat di dalam tanah, termasuk serasah, biomassa mikroorganisme, bahan orgnik terlarut di dalam air, dan bahan organik yang stabil atau humus. Humus merupakan salah satu bentuk bahan organik yang pentring di dalam tanah, karena tersusun oleh selulosa dan lignin, berbentuk koloida dengan kapasitas imbibisi yang tinggi sehingga membuat fisik tanah menjadi baik.

3. Air dan larutan tanah

Air dan larutan tanah merupakan komponen yang penting bagi kehidupan tumbuhan yang tumbuh diatasnya. Air dalam tanah berkisar mulai dari mulai dari kurang sekali sampah jenuh dengan air. Air yang ada didalam tanah biasanya mengandung segala macam bahan yang terdapat di dalam tanah tersebut, sehingga lebih tepat kalau dinyatakan air tersebut sebagai larutan tanah, dan merupakan sumber nutrisis bagi tumbuhan.

Tanah yang terdiri dari partikel-partikel besar kurang dapat menahan air bila dibandingkan dengan tanah yang mempunyai partikel lebih halus. Secara fisik air tanah dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: air gravitasi, air kapiler dan air higroskopis. Air gravitasi terjadi jika sela-sela antar partikel sudah penuh air, sedangkan penambahan air terus terjadi, sehingga air tersebut tidak tertahan lagi dalam rongga kapiler. Hal ini mengakibatkan air mengalir secara bebas karna pengaruh gaya gravitasi.

Air kapiler adalah yang mengisi pori-pori tanah. Air ini paling mudah digunakan/diserap oleh tumbuhan. Air kapiler dapat berasal dari hasil infiltrasi air dari permukaan tanah kemudian meresap ke dalam tanah, selanjutnya tertahan diantara butir tanah karena pengaruh gaya kapiler tanah. Disamping itu, air kapiler juga dapat berasal dari air dalam tanah (dari zona jenuh) yang naik ke atas melalui pori-pori tanah akibat pengaruh gaya kapiler tanah. Besarnya air kapiler dalam tanah sangat tergantung pada sifat fisik tanah.

Air higroskopis adalah bagian air yang ditahan oleh tanah setelah dicapai koefisien higroskopis. Koefisien higroskopis adalah suatu keadaan dimana air tanah mulai kehilangan sifat-sifat cairan, dan ditahan oleh tanah dengan tegangan sampai 31 atmossfer. Air higroskopis ini terjadi karena danya gaya kohesi dan adhesi pada lapisan tipis air yang menyelimuti partikel-partikel tanah dengan tegangan diatas 15 atmosfer.

4. Atmosfer tanah

Udara juga rongga-rongga yang ada di sela-sela partikel tanah. Udara yang mengisi rongga-rongga antar partikel tanah disebut atmosfer tanah. Makin besar partikel tanah, makin banyak udara di sela-selanya. Tanah yang mempunyai rongga antar partikelnya ada yang besar-besar da nada pula yang kecil-kecil, merupakan tanah yang paling baik untuk akar tanaman. Tanah yang kandungan airnya berlebihan, sehingga mengisi seluruh rongga-rongga antar partikel tanah, memungkinkan memiliki kandungan udara tanah mendekati 0%.

5. Organisme di dalam tanah

Organisme terdiri dari flaura dan fauna tanah yang berperan dalam menentukan struktur dan sifat tanah. Yang termasuk kedalam flora tanah adalah bakteri , jamur dan ganggang yang lazim terdapat diatas dan di dalam lapisan tanah bagian atas. Sedangkan yang termasuk ke dalam fauna tanah adalah protozoa, nematode, insekta dan hewan-hewan tinggi yang membuat lubang di dalam tanah.

Tanah yang mengandung cukup bahan organik, mempunyai ventilasi yang cukup baik, serta mempunyai temperature sekitar 30ÂșC. Kondisi ini merupakan kondisi yang disenangi oleh sejumlah mikroorganisme seperti bakteri pengurai selulosa dan bakteri yang mengikat N dari udara bebas.

B. Tekstur dan Struktur Tanah

1. Tekstur tanah

Tekstur adalah besar kecilnya ukuran partikel (fraksi) yang terkandung dalam masa tanah sehingga menggambarkan tingkat kekasaran butirannya. Tekstur tanah ditenntukan oleh perbandingan di antara partikel kerikil, pasir, debu, dan liat. Jenis-jenis tanah yang banyak mengandung kerikil dan pasir tentunya memiliki tekstur yang lebih kasar dibandingkan tanah yang lebih banyak mengandung debu dan liat.

2. Struktur Tanah

Strukur tanah menggambarkan susunan atau agregasi gumpal tanah menjadi bentuk-bentuk tertentu. Kondisis struktur berhubungan dengan tingkat kegemburan atau keremahan tanah. Kita tentu sering menemui di lingkungan sekitar tempat tinggal, jenis-jenis tanah yang kondisinya gembur sehingga sangat mudah dicangkul atau dibajak untuk ditanami. Sebaliknya, tidak jarang kita jumpai tanah-tanah yang sifatnya padat, keras dan sangat sulit diolah. Sifat fisik tanah tersebut pada dasarnya merupakan kondisi struktur tanah.

C. Tanah Sebagai Sumber Energi

Sebagai media tumbuh tanaman dan tempat hidup biota tanah, maka tanah menyediakan unsur hara, sumber energi, udara, dan air untuk pertumbuhan tanaman dan biota tanah. Unsur hara ini dijumpai dalam bentuk mineral dan senyawa organik. Dalam mendukung kehidupan tanaman, tanah memiliki empat fungsi utama yaitu : Memberi unsur hara dan sebagai media perakaran, menyediakan air dan sebagai tempat penampungan (reservoir) air, menyediakan udara untuk respirasi (pernapasan ) akar, sebagai tempat bertumpunya tanaman.

Kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara tanaman dipengaruhi oleh tiga aspek (fisik, kimia, dan biologi). Ketiga aspek ini saling berhubungan dan sangat menentukan kesuburan suatu tanah. Agar tanaman dapat tumbuh subur maka keadaan fisik dan kimia tanah haruslah seoptimal mungkin. Untuk mencapainya, maka aktivitas dari biologi tanah sangatlah menentukan.

Sumber energi untuk organisme di bumi ini adalah energi matahari. Organisme yang menggunakan energi matahari disebut Autotroph. Autotroph yang terkenal adalah tanaman berhijau daun. Klorofilnya berperan menangkap energi cahaya yang kemudian digabung dengan CO2 dan H2O menghasilkan senyawa organik kaya energi seperti Glukosa.

D. Makronutrien dan Mikronutrien

1. Makronutrien

Makronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah banyak, yaitu nitrogen, kalsium, potasium, sulfur, magnesium, dan fosfor.

2. Mikronutien

Mikronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit, seperti besi, boron, mangan, seng, tembaga, klor, dan molybdenum

Baik makro dan mikronutrien diperoleh akar tumbuhan melalui tanah. Akar tumbuhan memerlukan kondisi tertentu untuk dapat mengambil nutrisi-nutrisi tersebut dari dalam tanah. Pertama, tanah harus lembap sehingga nutrien dapat diambil dan ditransport oleh akar. Kedua, pH tanah harus berada dalam rentang dimananutrien dapat dilepaskan dari molekul tanah. Ketiga, suhu tanah harus berada dalam rentang dimana pengambilan nutrien oleh akar dapat terjadi. Suhu, pH, dan kelembapan optimum untuk tiap spesies tumbuhan berbeda. Hal ini menyebabkan nutrien tidak dapat dipergunakan oleh tumbuhan meskipun nutrien tersebut tersedia di dalam tanah. Pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor dalam (internal), tetapi juga ditentukan oleh faktor luar (eksternal). Salah satu faktor eksternal tersebut adalah unsur hara esensial. Unsur hara esensial adalah unsur-unsur yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Apabila unsur tersebut tidak tersedia bagi tanaman, maka tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanaman akan terhambat. Berdasarkan jumlah yang diperlukan kita mengenal adanya unsur hara makro dan unsur hara mikro.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Ada lima komponen yang dapat dikategorikan sebagai komponen tanah,  yaitu : mineral tanah, organik tanah, air dan larutan tanah , atmosfer tanah, dan organisme di dalam tanah. Jenis-jenis tanah yang banyak mengandung kerikil dan pasir tentunya memiliki tekstur yang lebih kasar dibandingkan tanah yang lebih banyak mengandung debu dan liat. Tanah memiliki empat fungsi utama yaitu: Memberi unsur hara dan sebagai media perakaran, menyediakan air dan sebagai tempat penampungan (reservoir) air, menyediakan udara untuk respirasi (pernapasan ) akar, dan sebagai tempat bertumpunya tanaman. Makronutrien dan mikronutrien diperoleh akar tumbuhan melalui tanah. Akar tersebut dari dalam tanah.

B. Saran

Berdasarkan penulisan makalah ini kita dapat mengetahui kompenen tanah dan nutrisi tanah bagi tumbuhan. Kami berharap makalah ini dapat berguna kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

Lakitan, Benyamin. 1995. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT. raja  Grafindo Persada.
Linda Advinda. 2018. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Yogyakarta : Depublish.
Campbell, Reece dan Mitchell. 2003. Biologi Edisi Kelima jilid 2. Erlangga : Jakarta


EmoticonEmoticon