24 Oktober 2024

Makalah Ekosistem Perairan Menggenang dan Mengalir

Perairan Menggenang dan Mengalir
Gambar Tabel Perairan Menggenang (Lentik)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ekosistem perairan di daratan secara umum dibagi menjadi dua yaitu perairan mengalir atau disebut juga perairan lotik dan perairan menggenang atau disebut juga perairan lentik. Perairan lotik dicirikan adanya arus yang terus menerus dengan kecepatan bervariasi sehingga perpindahan massa air berlangsung terus-menerus, contohnya antara lain: sungai, kali, kanal, parit, dan lain-lain. Perairan lentik atau menggenang disebut juga perairan tenang yaitu perairan dimana aliran air lambat atau bahkan tidak ada dan massa air terakumulasi dalam periode waktu yang lama, arus tidak menjadi faktor pembatas utama bagi biota yang hidup didalamnya. Contoh perairan lentik antara lain: Waduk, danau, kolam, telaga, situ, belik, dan lain-lain.

Berdasarkan terbentuknya perairan dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu perairan buatan dan alami. Contoh perairan menggenang buatan adalah waduk, sedangkan contoh perairan menggenang alami adalah rawa, danau dan telaga. Contoh perairan mengalir buatan alami dan buatan mengalir adalah sungai

1.2  Rumusan Masalah

  1.        Apa pengertian Ekosistem?
  2.        Apa saja contoh dari perairan menggenang dan perairan mengalir?

1.3  Tujuan

  1.         Untuk mengetahui apa saja macam dari perairan menggenang dan mengalir
  2.         Untuk mengetahui contoh dari perairan menggenang dan mengalir


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ekosistem.

   Ekosistem adalah suatu hubungan timbal balik yang terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Disekitar kita, ada banyak sekali ekosistem yang terjadi, mungkin itu ekosistem air tawar, ekosistem, pantai, ekosistem darat, dan sebagainya tergantung dari lingkungan tempat hidup makhluk tersebut.

Sedangkan yang dimaksud ekosistem air tawar adalah suatu bentuk menyeluruh atau tatanan yang ada didalam air tawar dan sekitarnya yang terdiri dari makhluk hidup didalam air tersebut dan lingkungan air tawar itu sendiri. Ekosistem air tawar akan saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Komponen pembentuk ekosistem dapat dibedakan menjadi dua yaitu: Komponen hidup (biotik) dan komponen tidak hidup (abiotik)

Contoh komponen hidup didalam air tawar adalah ikan, serangga dalam air, dan segala makhluk hidup yang ada disekitar perairan tersebut. Sedangkan komponen mati atau tidak hidup adalah benda-benda didalam telaga atau sungai itu sendiri yang digunakan sebagai media hidup dari makhluk hidup didalamnya.
Interaksi antara

Perairan yang menggenang merupakan komponen biotik dengan komponen abiotik akan membentuk kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dan hal itulah yang menjadikan sebuah ekosistem didalam air tawar maupun ditempat lainnya.

2.2 Ekosistem Perairan Tawar.

Sistem peraienutupi ¾ bagian dari permukaan bumi dibagi dalam dua katagori utama, yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Dari kedua sistem perairan tersebut air laut mempunyai bagian yang paling besar yaitu lebih dari 97%, sisanya adalah air tawar yang sangat penting artinya bagi manusia untuk aktivitas hidupnya.

 Ekosistem perairan tawar secara umum dibagi menjadi 2 yaitu perairan mengalir (lotic water) dan perairan menggenang (lentic water). Perairan lotik dicirikan adanya arus yang terus menerus dengan kecepatan bervariasi sehingga perpindahan massa air berlangsung terus-menerus, contohnya antara lain: sungai,kali kanal, parit, dan lain-lain

1. Perairan Lotik

    Perairan mengalir mempunyai corak tertentu yang secara jelas membedakannya dengan perairan tergenang. Sejumlah tumbuhan terdapat terbatas pada air yang mengalir. Tumbuhan tersebut mencakup spesies ganggang merah dan paku air. Ada juga tumbuhan bunga yang khas pada air mengalir, yang secara tertaur berkembang biak dengan biji. Hewan air mengalir mencakup siput air tawar, hydroid, lintah, dan larva lalat hitam.

    Beberapa corak penting pada habitat air mengalir atau tepian air, dapat dijelaskan dalam suatu perbandingan dengan keadaan air tergenang.

  1. Pada air mengalir, alirannya sering bergolak-galik, tetapi dalam air tergenag alirannya, kalau ada, sangat lamban.
  2. Dalam air mengalir pelapisan sangat jarang terjadi.
  3. Hubungan antara kepekatan air dan suhu tak bersangkut paut karena arus yang bergolak.
  4. Pada air mengalir jarang terjadi deoksigenasi. Tetapi pada air tergenang adalah laziim terjadi.
  5. Penumpukan gas seperti karbondioksida dan hidrogensulfida pada air mengalir sangat kecil atau minimum.
  6. Tumbuhan mengakar tak banyak ditemukan di dalam air mengalir karena terganggu oleh penghanyutan.
  7. Plankton tak dapat berkembang subur dalam air mengalir. Plankton yang lazim ditemukan adalah diatom dan rotifer.

2. Perairan lentik

    Tubuh air tawar tergenag yang besar tidak terpengaruh oleh perubahan besar dalam suhu. Air tawar tergenang terdiri dari tiga jenis berdasarkan keadaan haranya, yaitu oligotrofik, yang miskin hara dan humus. Distrofik, yang miskin hara tetapi kaya humus; dan eutrofik, yang airnya kaya hara dan humus.
Komponen biotik dalam ekosistem perairan tawar. Tumbuhan air tawar dapat dibagi menjadi empat, yaitu:

  1. Jenis tumbuhan merapung. Mencakup ganggung apung renik Lemna, Wolfia, Salvinia, tumbuhan selada air, dan eceng gondok.
  2. Jenis daun merapung. Tumbuhan ini berakar tetapi tangkai daunnya memanjang sampai ke permukaan air. Contohnya seperti teratai.
  3. Jenis timbul. Tumbuhan ini berakar, sebagian batang mencuat ke atas air. Misalnya, Thypa dan Phragmites.
  4. Jenis terendam. Jenis ini merupakan yang paling khas, seperti Cerathopyllum demersum, Myriophyllum, maupun spesies Chara.

2.3 Manfaat ekosistem lentik dan lotik.

1.       Sumber air bersih untuk rumah tangga,

2.       industri, pertanian, perikanan, peternakan, rekreasi dan lain-lain

3.       Pemasok air tanah

4.       Pengatur aliran air (penyimpan air, memperlambat aliran)

5.       Sumber daya alam dan plasma nutfah

6.       Sarana transportasi

7.       Sarana penunjang kegiatan sosial, budaya, keagamaan, dan adat

2.4 kualitas perairan lentik dan lotik.

  1. Volume air di permukaan bumi diperkirakan sekitar 1.384.000.000 km3
  2. sebagian besar merupakan air asin (97,39%). Sebanyak 2% merupakan massa es yang terdapat di daerah kutub dan di daerah pegunungan tinggi sebagai massa gletser.
  3. Sisanya sekitar 0,6% dari total masa air di bumi berupa air tanah atau air permukaan yangmengalir membentuk ekosistem sungai, kolam,  danau, rawa,dan sebagainya.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

        Hanya 3% air di permukaan bumi ini adalah air tawar. Sebagian besar dapat membeku dalam glasier dan es atau terbenam dalam akuifer. Sisanya terdapat dalam danau,kolam,sungai,dan aliran. Ekosistem perairan tawar dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu air tawar mengalir (lotik) dan ait tawar diam (lentik). Air tawar mengalir terdiri dari air bergerak yang mengalir terus-menerus kearah tertentu, termasuk semua sungai dan aliran dengan segala ukuran. Sedangkan peraiaran tawar lentik terdiri dari air tergenang, seperti danau, kolam, dan rawa.


EmoticonEmoticon