23 Oktober 2024

Makalah Zonasi yang Terbentuk pada Ekosistem Perairan Darat/Limnologi

 

Zonasi yang Terbentuk pada Ekosistem Perairan Darat


BAB I

PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang

Perairan air tawar, salah satunya waduk dan telaga menempati ruang yang lebih kecil bila dibandingkan dengan lautan maupun daratan, namun demikian ekosistem air tawar memiliki peranan yang sangat penting karena merupakan sumber air rumah tangga dan industri yang murah. Perairan air tawar merupakantempat disposal/pembuangan yang mudah dan murah. Suatu ekosistem dapat terbentuk oleh adanya interaksi antara makhluk dan lingkungannya, baik antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya danantara makhluk hidup dengan lingkungan abiotik (habitat). Interaksi dalam ekosistem didasari adanya hubungan saling membutuhkan antara sesama makhluk hidup dan adanya eksploitasi lingkungan abiotik untuk kebutuhan dasar hidup bagi makhluk hidup.

 

B.            Rumusan masalah

1.             Apa yang dimaksud dengan ekosistem perairan darat?

2.             Apa saja zonasi yang ada pada ekosistem perairan darat?

 

C.            Tujuan

1.             Untuk mengetahui pengertian ekosistem perairan darat

2.             Untuk mengetahui zonasi yang ada di perariran darat.


 

BAB II

PEMBAHASAN

A.           Ekosistem Perairan Darat

Ekosistem air tawar adalah suatu bentuk menyeluruh atau tatanan yang ada di dalam air tawar dan sekitarnya yang terdiri dari makhluk hidup di dalam air tersebut dan lingkungan air tawar itu sendiri. Ekosistem air tawar sering dikatakan juga sebagai perairan darat. Ekosistem air tawar akan saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Komponen pembentuk ekosistem dapat dibedakan menjadi dua yaitu: komponen hidup (biotik) dan komponen tidak hidup (abiotik)

Contoh komponen hidup didalam air tawar adalah ikan, serangga dalam air, dan segala makhluk hidup yang ada disekitar perairan tersebut. Sedangkan komponen mati atau tidak hidup adalah benda-benda didalam telaga atau sungai itu sendiri yang digunakan sebagai media hidup dari makhluk hidup didalamnya. Interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik akan membentuk kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dan hal itulah yang menjadikan sebuah ekosistem didalam air tawar maupun ditempat lainnya.

1.             Ciri – ciri ekosistem air tawar

Ekosistem air tawar ini memiliki ciri-ciri tertentu antara lain:

·      Pada wilayah tersebut tidak terdapat variasi suhu yang mencolok.

·      Kecenderungan penetrasi terhadap cahaya sangat kurang yang dipengaruhi oleh cuaca juga iklim.

·      Tumbuhan yang banyak dijumpai pada ekosistem yang satu ini adalah jenis ganggang.

·      Organisme yang hidup di dalam ekosistem ini umumnya telah mengalami fase adaptasi.

·      Kadar garam sangat rendah bahkan jauh lebih rendah jika dibandingkan kadar garam pada protoplasma organisme air.

·      Kadar garam/salinitasnya sangat rendah, bahkan lebih rendah dari kadar garam protoplasma organisme akuatik.

·      Perubahan ketinggian air terlihat nyata sekalii, misalnya pada waktu musim hujan air sungai tinggi (berlimpah) dan musim kemarau (kekeringan).

·      Secara fisik dan bilogisnya, ekosistem air tawar merupakan perantaraan ekosistem darat dan laut yang sering disebut sebagai air payau (lingkungan  estuari)

·      Variasi suhu sangat rendah.

·      Penetrasi cahaya matahari kurang.

·      Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca

2.             Jenis ekosistem perairan darat

Secara umum ekosistem air tawar atau perairan darat dibagi menjadi dua jenis yaitu ekosistem air tenang (lentik) dan ekosistem air yang mengalir (lotik):

a.    Ekosistem air tenang (lentik)

Perairan menggenang (lentik) adalah suatu bentuk ekosistem perairan yang di dalamnya aliran atau arus air tidak memegang peranan penting. Hal ini karena aliran air tidak begitu besar atau tidak mempengaruhi kehidupan organisme yang ada di dalamnya. Pada perairan ini faktor yang amat penting diperhatikan adalah pembagian wilayah air secara vertikal yang memiliki perbedaan sifat untuk tiap lapisannya. Perairan menggenang di bagi dalam tiga lapisan utama yang didasari oleh ada tidaknya penetrasi cahaya matahari dan tumbuhan air, yaitu: Littoral, limnetik dan profundal, sedangkan atas dasar perbedaan temperatur perairannya, perairan menggenang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: metalimnion, epilimnion, dan hipolimnion.

Kelompok organisme di perairan menggenang berdasarkan niche utama dalam kedudukan rantai makanan meliputi produser (autotrof), makro konsumer (heterotrof) dan mikrokonsumer (dekomposer). Kelompok organisme yang ada di perairan menggenang berdasarkan cara hidupnya meliputi: benthos, plankton, perifiton, nekton dan neuston. Contoh kosistem air tenang yaitu danau, rawa air tawar, kolam, rawa dan gambut

b.    Ekosistem air mengalir (Lotik)

Perairan mengalir (lotik) adalah suatu bentuk ekosistem perairan yang di dalamnya aliran atau arus air memegang peranan penting. Hal ini karena aliran air cukup begitu besar contohnya yaitu sungai, kali, kanal dan parit. Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.

Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton, karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan. Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner. Misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu. Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang bebas dari pusaran air.

 

3.             Penggolongan ekosistem perairan darat

a.    Kolam

Kolam merupakan ekosistem buatan dan sebuah perairan yang cukup dangkal sehingga cahaya dapat menembus sampai ke dasarnya. Tumbuhan yang hidup dihabitat kolam antara lain teratai dan enceng gondok. Organisme lain yang berada di dalam kolam adalah berbagai jenis plankton, crustacea kecil, molusca, beberapa jenis ikan, serta insecta.

b.    Danau

Danau adalah perairan darat yang ukurannya lebih besar daripada kolam. Akan tetapi batas-batas ukuran danau tidak jelas. Para ahli menybutkanbdanau adalah perairan darat yang mempunyai kedalaman air sedemikian rupa, sehingga dasar perairannya selalu gelap karena tidak dapat tercapai oleh cahaya matahari.

c.    Sungai

Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air  bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.

d.    Rawa

Ekosistem air tawar berupa rawa memiliki habitat dengan ciri-cirinya adalah variasi temperatur atau suhu rendah, kadar garam rendah, penetrasi cahaya yang kurang, dipengaruhi iklim dan cuaca di sekitar, dan memiliki tumbuhan-tumbuhan tingkat tinggi (dikotil dan monokotil), tumbuhan tingkat rendah (alga, jamur, gulma, ganggang hijau) yang berfungsi sebagai produsen, serta memiliki ikan air taawar yang dapat dijadikan sebagai sumber pangan protein hewani.

e.    Waduk

Waduk merupakan perairan menggenang akibat pembendungan secara sengaja beberapa sungai untuk kepentingan tertentu. Berdasarkan pada tipe sungai yang dibendung dan fungsinya dikenal tiga tipe waduk, yaitu waduk irigasi, waduk lapangan dan waduk serbaguna. Waduk irigasi berasal dari pembendungan sungai intermiten, memiliki luas antara 10 –500 Ha dan difungsikan untuk kebutuhan irigasi. Waduk lapangan berasal dari pembendungan sungai episodik dengan luas kurang dari 10 ha, dan difungsikan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat di sekitar waduk, seperti pembuatan telaga di wonosari. Waduk serbaguna berasal dari pembendungan sungai yang permanen denganluas lebih dari 500 ha, dan digunakan untuk keperluan PLTA, Irigasi, Air minum dan lain-lain

 

B.            Zonasi yang Terbentuk pada Ekosistem Perairan Darat

Terdapat zona-zona primer yang secara umum telah dikenal dan memiliki kesamaan dengan zonasi pada lingkungan laut.

1.             Zona litoral

Merupakan daerah pinggiran perairan yang masih bersentuhan dengan daratan. Zona litoral ini adalah salah satu zona ekosistem air tawar yang mendapatkan cahaya matahari paling banyak diantara zona-zona lainnya. Karena itulah zona perairan mengalir ini juga sering disebut sebagai zona foton atau zona cahaya.

Pada daerah ini terjadi pencampuran sempurna antara berbagai faktor fisiko kimiawi perairan. Karena banyaknya cahaya yang didapatkan, maka organisme yang hidup di zona ini juga semakin beragam. Semakin beragamnya organisme yang hidup maka interaksi yang terjadi juga semakin bervariasi. Organisme yang biasanya ditemukan antara lain: tumbuhan akuatik berakar atau mengapung, siput, kerang, crustacea, amfibi, ikan, perifiton dan lainnya.

2.             Zona limnetik

Merupakan daerah kolam air yang terbentang antara zona litoral di satu sisi dan zona litoral disisi lain. Yang dimaksud dengan zona limnetik disini adalah wilayah akuatik yang terletak di bagian bawah dari zona litoral. Jika digambarkan maka zona limnetik ini berada cukup dalam dari permukaan air.

Jika dibandingkan dengan zona litoral, jumlah atau intensitas cahaya matahari yang didapatkan di daerah limnetik ini tidak sebanyak pada zona litoral, namun masih bisa tertembus oleh sinar matahari Organisme yang hidup dan banyak diemukan didaerah ini anatara lain ikan, udang dan plankton.

3.             Zona profundal

Zona terakhir yang masuk dalam bagian ekosistem wilayah air tawar yang mengalir adalah zona Profundal. Zona ini terletak lebih dalam dari zona limnestik dan bisa dibilang merupakan zona terdalam dari zona ekosistem perairan mengalir. Karena letaknya yang sangat dalam, maka cahaya matahari pun sangat sulit menembus zona ini. Maka dari itulah zona ini juga disebut sebagai zona afotik..

Zona profundal menjadi tempat berkumpulnya bangkai dari organisme dari dua zona di atasnya yang sudah mati. Akibat keterbatasan cahaya matahari yang masuk, maka jenis organisme yang bisa hidup di zona ini juga hanya berupa mikroba dekomposer atau pengurai. Mikroba-mikroba ini bertugas menguraikan bangkai-bangkai tersebut dengan bantuan oksigen terlarut yang ada di dalam air

4.             Zona sublitoral

Merupakan daerah peralaihan antara zona litoral dan zona profundal. Sebagai daerah peralihan zona ini dihuni oleh banyak jenis organisme bentik dan juga organsme temporal yang datang untuk mencari makanan

Berdasarkan besarnya inesitas cahaya matahari yang masuk, perairan dibagi menjadi 3 zona yaitu:

1.             Zona eufotik/fotik

Merupakan bagian perairan, diamana cahaya matahari masih dapat menembus wilayah tersebut. Daya tembus cahaya matahari ke dalam perairan sangat dipengaruhi oleh berbaga faktor antara lain: tingkat kekeruhan/turbiditas, intesitas cahaya matahari itu sendiri, densitas fitoplankton dan sudut datang cahaya matahri. Zona ini merupakan zona produktif dalam perairan dan dihuni oleh berbagai macam jenis biota didalamnya. Merupakan wilayah yang paling luas pada ekosistem perairan daratan, denan kedalaman yang bervariasi.

2.             Zona afotik

Merupakan bagaian perairan yang gelap gulita karena cahaya matahari tidak dapat menembus daerah ini. Didaerah tropis zona perairan tanpa cahaya hanya ditemui pada perairan yang sangat dalam atau perairan-perairan yang hipertrofik. Pada zona ini produsen primer bukan tumbuh-tumbuhan algae, tetapi terdiri dari jenis-jenis bakteri seperti bakteri sulfur. Tidak adanya tumbuh-tumbuhan sebagai produsen primer karena tidak adanya cahaya mataharii yang masuk, menyebabkan daerah ini miskin oksigen. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap biota yang hidup di zona ini. Biota yang hidup hanya karrnivora atau detrivor.

3.             Zona mesofoik

Bagian perairan yang berada diantara zona fotik dan afotik atau dikenal sebagai daerah remang-remang. Sebagai daerah ekoton, daerah ini merupakan wilaah perburuan bagi organisme yang hidup di zona afotik dan juga organisme yang hidup di zona fotik.

C.           Distribusi Air Yang Terdapat di Bumi

Volume air di permukaan bumi diperkirakan sekitar 1.384.000.000 km3 , yang sebagian besar merupakan air asin (97,39%). Sebanyak 2% merupakan massa es yang terdapat di daerah kutub dan di daerah pegunungan tinggi sebagai massa gletser. Sisanya sekitar 0,6% dari total masa air di bumi berupa air tanah atau air permukaan yang mengalir membentuk ekosistem sungai, kolam, danau, rawa, dan sebagainya.

Volume dan Distribusi air yang terdapat di bumi.

Distribusi

Volume (Km3)

%

Air Laut

1.348.000.000

97,39

Massa es di kutub dan gletter

27.820.000

2,01

Air Tanah

8.062.000

0,58

Air Permukaan

225.000

0,02

Atmosfer

13.000

0,001

Total

1.384.000.000

100

Volume dan Distribusi air tawar yang terdapat di bumi.

Distribusi

Volume (Km3)

%

Massa es di kutub dan gletser

27.818.246,00

77,23

Air Tanah (kedalaman 800 m)

3.551.572,00

9,66

Air Tanah (800-4.000 m)

4.448.470,00

12,35

Terserap dalam tanah

61.234,00

0,17

Danau

126.070,00

0,35

Sungai

1.080,60

0,003

Dalam mineral bumi

360,20

0,001

Makhluk hidup

1.080,60

0,003

Atmosfer

14.408,00

0,04

Total

36.022.521,40

100

 

D.          Pemanfaatan Ekosistem Perairan Darat

Ekosistem perairan darat mempunyai banyak manfaat yang sangat penting dalam kehidupan, diantaranya:

1.       Sumber air bersih untuk rumah tangga, industri, pertanian, perikanan, peternakan, rekreasi dan lain-lain .

2.       Pemasok air tanah.

3.       Pengatur aliran air (penyimpan air, memperlambat aliran).

4.       Sumber daya alam dan plasma nutfah.

5.       Sarana transportasi.

6.       Sarana penunjang kegiatan sosial, budaya, keagamaan, dan adat

Berkaitan dengan pemanfaatan perairan darat sebagai sumber air bersih untuk keperluan rumah tangga , untuk kebutuhan pertanian, peternakan, perikanan dan untuk industri maka pemerintah Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Indonesia No. 20 tahun 1990 tentang pengendalian pencemaran air. Menetapkan kriteria kualitas air yang dapat diteima untuk serangkaian kategori penggunaan di atas:

1.      Air golongan A : Air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa harus dimasak/diolah terlebih dulu.

2.      Air Golongan B : Air yang dapat digunakan sebagai air minum tetapi harus dimasak/diolah terlebih dulu.

3.      Air golongan C : Air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.

4.      Air golongan D : Air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, industri, dan pembangkit listrik


BAB III

PENUTUP

A.           Kesimpulan

Ekosistem air tawar sering dikatakan juga sebagai perairan darat. Ekosistem air tawar akan saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Komponen pembentuk ekosistem dapat dibedakan menjadi dua yaitu: komponen hidup (biotik) dan komponen tidak hidup (abiotik). Penggolongan ekositem perairan darat meliputi kolam, danau, sungai rawa.

ekosistem air tawar atau perairan darat dibagi menjadi dua jenis yaitu ekosistem air tenang (lentik) dan ekosistem air yang mengalir (lotik). Contoh ekosistem air tenang yaitu danau, rawa air tawar, kolam, rawa dan gambut. Contoh ekosistem air mengalir yaitu sungai, kali, kanal dan parit .

zonasi pada ekositem perairan darat meliputi zona litoral, zona limnetik, zona profundal dan zona sublitoral. Sedangkan besarnya inesitas cahaya matahari yang masuk, perairan dibagi menjadi 3 zona yaitu: zona eufotik/fotik, zona afotik dam zona mesofoik

 

B.            Saran

Berdasarkan hal di atas penulis mengajak pembaca untuk bisa lebih mendalami lagi tentang zonasi di perairan darat. Sehingga, mampu menjawab setiap permasalahan dengan bijak dan benar


 

DAFTAR PUSTAKA

Endarto, Danang. 2007. Geomorfologi Umum. Surakarta: Surakarta Maret University       Press

Leksono. 2007. Ekologi Pendekatan Deskriptif dan Kuantitaif. Malang: Bayumedia.

McNaughton, S.J. dan Wolf, Larry L. 1990. Ekologi Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada    University Press



EmoticonEmoticon