23 Oktober 2024

Makalah Limnologi Karakteristik Danau Sungai dan Muara


                KARAKTERISTIK DANAU SUNGAI DAN RAWA

BAB I

PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang

Air di planet bumi selalu mengalir dan bergerak. Bentuknya bervariasi antara lain berupa cair,uap,dan es.Pergerakan dan perubahan bentuk air selalu berputar dan berulang.Hal demikian disebut siklus hidrologi.Air di bumi yang meliputi air laut,air danau, dan air sungai akan mengalami penguapan yang disebabkan oleh pemanasan sinar matahari.Dalam hidrologi,penguapan dari badan air secara langsung disebut evaporasi. Penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan disebuttranspirasi.Jika penguapan dari permukaan air bersama-sama dengan penguapan dari tumbuh-tumbuhan disebut evapotranspirasi.Penguapan air dari dedaunan dan batang pohon yang basah disebutintersepsi. Hujan dalam istilah hidrologi disebut presipitasi yakni tetes air dari awan yang jatuh kepermukaan tanah.

Hujan yang turun ke permukaan bumi jatuh langsung kepermukaan tanah,permukaan air danau,sungai,laut,hutan,atau perkebunan. Air yang meresap ke tanah akan terus sampai kedalaman tertentu dan mencapai permukaan air tanah(ground water) yang disebutperkolasi.Jika aliran tanah muncul atau keluar akan menjadi mata air (spring).Mata air yang keluar dengan cara rembesan disebut seepage.

            B.     Rumusan Masalah

        Rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut :

1.    Apakah pengertian dari danau, sungai, dan rawa ?

2.    Apa saja ciri dan jenis dari danau, sungai, dan rawa ?

3.    Bagaimana proses terbentuknya danau, sungai dan rawa ?

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

             A.  Pengertian Danau

Danau merupakan fenomena alam yang banyak tersebar di berbagai penjuru dunia. Umumnya danau dibuat menjadi destinasi wisata oleh pemerintah setempat. Danau merupakan cekungan luas di permukaan bumi yang berisi air. Lokasi danau berada di daratan. Air danau dapat berasal dari mana saja. Air danau dapat berkurang dan bertambah dalam waktu bersamaan sehingga membuat volume danau tidak berubah signifikan.

a.       Ciri-Ciri Danau

1.      Mempunyai kedalaman yang dalam

Danau berupa cekungan berisi air. Cekungan yang dimiliki oleh sebuah danau memiliki kedalaman yang dalam. Inilah ciri ciri danau pertama. Meskipun terdapat cekungan dengan luas sempit, cekungan tersebut dapat disebut dengan danau asalkan kedalamannya sesuai dengan ciri-ciri kedalaman. Beberapa danau memiliki luas yang sangat kecil sehingga sering disebut kolam, ada juga beberapa danau yang sangat luas sehingga disebut laut oleh masyarakat sekitar.

2.      Terdapat tanaman air ditepi danau

Tanaman air umumnya ditemui di tepi danau. Anda dapat menemukan ekosistem tanaman air seperti berbagai jenis ganggang atau eceng gondok. Namun, tidak semua danau memiliki tanaman air di tepiannya. Hal tersebut dipengaruhi oleh kekayaan nutrisi yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Terdapat beberapa jenis danau yang dibedakan berdasarkan kekayaan nutrisinya.

3.      Ada gelombang kecil di permukaan danau

Air danau bersifat menggenang. Namun, di danau tetap ada gelombang. Gelombang danau umumnya hanya terjadi di permukaan saja dan berupa gelombang kecil. Adanya gelombang di danau disebabkan hembusan angin yang menerpa sekitar danau tersebut. Selama angin tidak kencang atau tidak masuk musim hujan, gelombang di danau tidak akan membahayakan bagi orang-orang yang berada di permukaan atau tepi danau. Meskipun begitu, pengunjung danau wajib memperhatikan segala peringatan yang diberikan oleh pengelola tempat.

Ciri khusus danau lainnya adalah permukaan airnya. Danau memiliki permukaan air yang lebih tinggi dibandingkan permukaan air laut. Hal ini disebabkan danau biasanya ada di dataran tinggi. Posisi danau yang ada di dataran tinggi memudahkan adanya cekungan di dataran dan dapat terisi oleh banyak air. Tidak heran apabila pengunjung ingin pergi ke danau mereka akan melewati beberapa tanjakan sebelum memasuki area.

Air danau bersumber dari berbagai macam air. Di daerah tropis, air berasal dari air hujan, air tanah, atau air sungai. Sedangkan danau di iklim 4 musim, sumber air danau bisa berasal dari salju dan cairan es. Kebanyakan air danau berupa air tawar. 

b.                  Jenis-Jenis Danau

Berdasarkan proses kejadiannya danau dibedakan menjadi 6 macam yaitu danau: Tektonik, Vulkanik, Tektono-Vulkanik, Karst, Glasial dan Waduk atau Bendungan.

1. Danau Tektonik

Danau yang terjadi akibat adanya peristiwa tektonik seperti gempa. Akibat gempa terjadi proses patahan (fault) pada permukaan tanah. Permukaan tanah yang patah mengalami pemerosotan atau ambles (subsidence) dan menjadi cekung. Selanjutnya bagian yang cekung karena ambles tersebut terisi air dan terbentuklah danau. Contoh: danau Poso, danau Tempe, danau Tondano, dan danau Towuti di Sulawesi. Danau Singkarak, danau Maninjau, dan danau Takengon di Sumatera.

2. Danau Vulkanik

Danau yang terdapat pada kawah lubang kepunden bekas letusan gunung berapi. Ketika gunung meletus batuan yang menutup kawasan kepunden rontok dan meninggalkan bekas lubang di sana. Ketika terjadi hujan lubang tersebut terisi air dan membentuk sebuah danau. Contoh: Danau Kelimutu di Flores, Kawah Bromo, danau gunung Lamongan di Jawa Timur, danau Batur di Bali danau Kerinci di Sumatera Barat serta Kawah gunung Kelud.

3. Danau Tektono-Vulkanik

Danau yang terjadi akibat proses gabungan antara proses vulkanik dengan proses tektonik. Ketika gunung berapi meletus, sebagian tanah/batuan yang menutupi gunung patah dan merosot membentuk cekungan. Selanjutnya cekungan tersebut terisi air dan terbentuklah danau. Contoh: danau Toba di Sumatera Utara

4. Danau Karst

Danau yang terdapat di daerah berbatu kapur. Danau jenis ini terjadi akibat adanya erosi atau pelarutan batu kapur. Bekas erosi membentuk cekungan dan cekungan terisi air sehingga terbentuklah danau. Contoh :Doline, Uvala

5. Danau Glasial

Danau yang terjadi karena adanya erosigletser. Pencairan es akibat erosi mengisi cekungan-cekungan yang dilewati sehingga terbentuk danau. Contoh danau yang terdapat di perbatasan antara Amerika dengan Kanada yaitu danau Superior, danau Michigan dan danau Ontario.

6. Waduk atau Bendungan

Danau yang sengaja dibuat oleh manusia. Pembuatan waduk biasanya berkaitan dengan kepentingan pengadaan listrik tenaga air, perikanan, pertanian dan rekreasi. Contoh: Saguling, Cirata dan Jatiluhur, Darma di Jawa Barat.


c.                   Penyebab Terbentuknya Danau

1.      Adanya letusan gunung berapi

Salah satu faktor yang menjadi penyebab terjadinya danau adalah adanya aktivitas vulkanik, khususnya letusan gunung berapi. Gunung berapi yang meletus terkadang akan menyisakan bekas yang berupa cekungan besar. Cekungan besar inilah yang nantinya akan menjadi cikal bakal terbentuknya danau. Cekungan yang terisi air akan menjadi sebuah danau. Danau ini terbentuk secara alami. Danau yang terbentu karena adanya letusan gunung berapi biasanya terdapat di sekitar gunung berapi juga. Mengenai ukuran danau maupun kedalamannya, hal ini tergantung pada besar kecilnya letusan tersebut.

2.      Adanya aktivitas penambangan

Selain karena letusan gunung berapi, ada hal lain yang menyebabkan terjadinya danau, yakni aktivitas penambangan yang dilakukan oleh manusia. Manusia sering melakukan aktivitas penambangan untuk dapat mengambil logam- logam yang ada di dalam bumi. Aktivitas penambangan ini dilakukan dengan menggali tanah. Apabila penambangan ini dilakukan dengan besar- besaran dan dalam waktu yang lama, maka yang terjadi adalah terbentuknya cekungan yang ada di permukaan Bumi. Cekungan yang dibuat di permukaan bumi ini apabila terisi oleh air maka akan menjadi sebuah danau. Air yang mengisi cekungan ini bisa didapat dari air hujan, maupun sumber air yang ada di dalam bumi. Dan apabila aktivitas penambangan yang dilakukan ini berganti- ganti tempat, maka tidak menutup kemungkinan bahwa danau yang akan terbentuk semakin banyak. Hal ini tentu tidak baik, maka dari itulah aktivitas penambangan yang dilakukan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga akan meminimalkan dampak yang terjadi.

3.      Adanya kesengajaan dari manusia

Selain aktivitas penambangan, hal yang menyebabkan terbentuknya danau karena kesengajaan manusia adalah danau dibuat oleh manusia itu sendiri. Beberapamanusia sengaja membuat danau untuk tujuan tertentu. Danau tersebut dibuat karena berbagai macam alasan, beberapa alasan mengapa manusia menciptakan danau antara lain untuk tempat rekreasi, untuk tujuan memperbanyak cadangan air, dan lain sebagainya. Karena berbagai tujuan yang ingin diperoleh manusia tesebut, maka manusia sengaja membuat danau. Danau yang sengaja dibuat oleh manusia ini disebut dengan danau buatan.

B.  Pengertian Sungai

Sungai dapat di katakan sebagai air yang mengalir.Sungai merupakan sumber air yang ada secara alamiah yang mengalir  dari daerah dataran tinggi ke daerah dengan tempat yang lebih rendah dan bermuara menuju danau atau sungai yang lebih besar.

a.       Bagian bagian Sungai

1. Sungai pada bagian hulu

Sungai pada bagian hulu umumnya memiliki arus yang kuat dikarenakan akibat dari kemiringan lereng pada sungai. Karena bagian hulu arusnya kuat, sehingga pengikisan lebih dominan adalah pengikisan atau erosi vertikal yang mengikis dasar pada sungai. Karena itulah, sungai di daerah ini memiliki penampung yang berbentuk huruf V.

2. Sungai bagian Tengah

Sungai bagian tengah kekuatan arusnya yang mulai berkurang dibandingkan yang ada pada bagian hulu, dikarenakan semakin landainya lereng sungai. Kekuatan saat erosi akan semakin berimbang antara erosi horizontal dan erosi vertikal. Dan karena itulah bagan sungai jauh lebih lebar serta berbelok-belok dan memiliki aliran air yang lambat.

3. Sungai bagian Hilir

Sungai bagian hilir kekuatan arusnya semakin jauh berkurang dan erosi yang dominan pada bagian sungai ini adalah erosi horizontal saja. Sehingga mengakibatkan sungai menjadi lebih lebar dibandingkan dengan sungai bagian sungai yang lainnya. Aliran arus air yang semakin lambat sehingga membuat bentuk sungai menjadi berkelok-kelok. Kelokan yang ada pada sungai kadang juga berpindah pindah, sehingga sering kita temui sungai yang sudah terpotong dan sering disebut dengan sungai mati berbentuk ladam atau tapal kuda.

b.      Jenis-jenis Sungai

Berdasarkan dari sumber airnya sungai dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu jenis sungai gletser, sungai hujan dann sungai campuran.

1. Sungai Hujan

Sungai hujan merupakan sungai yang sumber airnya barasal dari air hujan. Besar kecilnya aliran air atau debit pada sungai ini akan dipengaruhi oleh luas dan bentuk  DAS (Daerah Aliran Sungai).

DAS merupakan suatu wilayah pengaliran sungai yang dibatasi oleh pegunungan yang memisahkannya dengan DAS yang berdekatan. Semakin luasnya DAS, maka aliran sungai akan lebih besar. Variasi aliran pada sungai juga ditentukan oleh kondisi tutupan lahan pada DAS.

DAS yang hutannya masih sangat terjaga, varisasi antara musim kemarau dan musim penghujan relatife lebih kecil. Sedangkan DAS yang hutannya sudah tidak terjaga atau rusak, maka debit aliran sungai akan kecil bahkan kering tetapi pada ketika tiba musim hujan, maka sungai akan meluap dan bahkan terjadi banjir

2. Sungai Gletser

Sungai gletser merupakan sungai yang sumber airnya berasal dari es yang telah mencair. Karena airnya berasal dari es yang telah mencair. Maka ketika terjadi musim panas, volume air sungai akan lebih besar dibandingkan dengan musim dingin. Pada saat terjadi musim panas akan banyak es yang mencair sehingga aliran air akan semakin besar, begitu juga sebaliknya jika terjadi musim dingin.

3. Sungai Campuran

Sesuai dengan namanya,bahwa sungai campuran merupakan sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan dan es yang telah mencair. Sungai Membramo dan Sungai Digul yang merupakan jenis sungai campuran ini. Es yang mencair pada sungai tersebut berasal dari pegunungan Jayawiaya.

c.       Proses Terbentuknya Sungai

Awalnya air yang berada di permukaan daratan, baik itu air hujan ataupun dari mata air, akan mengalir melalui saluran yang menuju dari tempat yang tinggi menuju tempat dengan dataran yang lebih rendah. Pada awalnya daerah yang dilalui air tersebut sangatlah sempit dan pendek. Namun kala kelamaan karena terjadinya proses alamiah yang berlangsung, maka air tersebut mulai mengikis daerah daerah yang dilaluinya. Yang akibatnya saluran ini semakin lama semakin besar dan panjang yang akhirnya terbentuklah sungai.

C. Pengertian Rawa

Rawa adalah lahan genangan air secara ilmiah yang terjadi terus-menerus atau musiman akibat drainase yang terhambat serta memiliki ciri-ciri khusus secara fisika, kimiawi dan biologis. Atau bisa juga diartikan, Rawa adalah bagian permukaan bumi yang tergenang air dan ditumbuhi tumbuh-tumbuhan dan terletak lebih rendah dari daerah di sekelilingnya. Tumbuhan yang tumbuh di rawa biasanya kayu ulin, rerumputan, enceng gondok dan lain sebagainya. Wilayah rawa yang luas di Indonesia terdapat di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Irian Jaya. 

a.       Ciri-ciri Rawa

Beberapa ciri rawa yang dapat membedakan yang mana rawa dan yang mana sungai, diantaranya sebagai berikut :

1.      Dilihat dari segi air, rawa memiliki air yang asam dan berwarna coklat, bahkan sampai kehitam- hitaman.

2.      Berdasarkan tempatnya, rawa- rawa ada yang terdapat di area pedalaman daratan, namun banyak pula yang terdapat di sekitar pantai.

3.      Air rawa yang berada di sekitar pantai sangat dipengaruhi oleh pasang surutnya iar laut.

4.      Ketika air laut sedang pasang, maka permukaan rawa akan tergenang banyak, sementara ketika air laut surut, daerah ini akan nampak kering bahkan tidak ada air sama sekali.

5.      Rawa yang berada di tepian pantai banyak ditumbuhi oleh pohon- pohon bakau, sementara rawa yang berada di pedalaman banyak ditumbuhi oleh pohon- pohon palem atau nipah.

b.      Jenis-jenis Rawa

Berdasarkan kandungan airnya, rawa dapat dibagi menjadi tiga jenis, yakni rawa air tawar, rawa air asin, dan rawa air payau.

1.      Rawa air tawar

Rawa air tawar yaitu berair tawar dan airnya tidak mengalami pergerakan. Rawa ini biasanya berada di hutan-hutan dengan lokasi yang dekat dengan aliran sungai. Air rawa jenis ini bersifat asam, karena banyaknya sisa-sisa makhluk hidup yang membusuk.

2.      Rawa air asin

Rawa air asin biasanya rawa jenis ini berada di wilayah dekat pantai. Pada rawa jenis ini, air dapat mengalami pergerakan, sehingga dapat tergantikan. Hal ini terjadi karena adanya gelombang laut pasang yang merendam sebagian atau seluruh kawasan rawa. Air rawa jenis ini biasanya tidak terlalu asam.

3.      Rawa air payau

Rawa air payau berisi campuran antara air tawar dan air asin. Rawa ini biasanya berada di dekat muara sungai dan airnya dapat mengalami pergerakan, sehingga dapat tergantikan. Air rawa jenis ini biasanya tidak terlalu asam.


BAB III

PENUTUP

            A.         Kesimpulan

Danau merupakan cekungan luas di permukaan bumi yang berisi air. Lokasi danau berada di daratan.Sungai merupakan sumber air yang ada secara alamiah yang mengalir  dari daerah dataran tinggi ke daerah dengan tempat yang lebih rendah dan bermuara menuju danau atau sungai yang lebih besar.Rawa adalah lahan genangan air secara ilmiah yang terjadi terus-menerus atau musiman akibat drainase yang terhambat serta memiliki ciri-ciri khusus secara fisika, kimiawi dan biologis. Atau bisa juga diartikan, Rawa adalah bagian permukaan bumi yang tergenang air dan ditumbuhi tumbuh-tumbuhan dan terletak lebih rendah dari daerah di sekelilingnya.


DAFTAR PUSTAKA

Barus. 2001. Perairan Darat. Jakarta : Swadaya Cipta.

Odum, E.P. 1988. Dasar-dasar ekologi Edisi 3.Yogyakarta: Gadjah Mada Univ. Press.

Suntoro Susilo. 1990. Penyebab Kerusakan Ekosistem Perairan Darat. Bandung : Kasinus.

Wulangi Kartolo. 2003. Ekosistem Darat. Yogyakarta: Gadjah Mada Univ. Press.



EmoticonEmoticon