EKOSISTEM
TERESTERIAL, ESTUARIA DAN AQUATIK
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia Nya sehingga kami diberikan waktu dan
kesempatan untuk menyelesaikan makalah Ekologi Tumbuhan dengan judul. “Ekosistem teresterial,
ekosistem estuaria, dan ekosistem aquatik”
Shalawat serta salam tak lupa kami hantarkan kepada Nabi Muhammad
SAW. Yang telah membawa umat manusia dari zaman jahiliyah dan zaman yang tidak
berakhlak kepada zaman yang berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia seperti
yang kita rasakan pada saat ini.
Adapun disini kami akan menguraikan tenyang peradaban islam masa
Nabi Muhammad SAW
periode mekah dan periode madinah. Periode mekah dimulai setelah Rasullah
diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Rasullah berdakwah menegakkan tauhid dan
dasar-dasar islam. Pada perode madinah dimulai saat Rasullah SAW mendapat
perintah untuk berdakwah secara terang-terangan, Rasullah SAW berhasil
membangun dan membina masyarakat islam yang kuat. Hal ini disebabkan karena
antusiasnya masyarakat madinah dalam memahami islam yang diajarkan oleh
Rasullah dan para sahabat yang telah lebih dahulu masuk islam
Akhir kata kami selaku penulis menyadari penulisan makalah ini
masih jauh dari
kesempurnaa. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami
harapkan.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTA......................................................................................................... i
DAFTAR ISI …............................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
A. Latar Belakang ................................................................................................
B. Rumusan Masalah ..........................................................................................
C. Tujuan ............................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
..................................................................................................
A pengertian ekosistem...........................................................................................
B. ekosistem teresterial………................................................................... ………
C. ekosistem estuaria……........................................... ……………………………
D. ekosistem aquatik……………............................................... …………………
BAB III PENUTUP……………………................................... …………………………
A. Kesimpulan…………………………................ ………………………………
B. Saran ………………………….........................................................................
DAFTAR PUSTAKA…………………… ………………………………......................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena
adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya, jadi
kita tahu bahwa ada komponen biotik (hidup) dan juga komponen abiotik(tidak
hidup) yang terlibat dalam suatu ekosistem ini, kedua komponen ini tentunya
saling mempengaruhi, contohnya saja hubungan heewan dengan air. Interaksi
antara makhluk hidup dan tidak hidup ini akan membentuk suatu kesatuan dan
keteraturan. Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsinya masing-masing,
dan selama tidak ada fungsi yang terngganggu maka keseimbangan dari ekosistem
ini akan terus terjaga.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa
yang dimaksud dengan ekosistem?
2.
Bagaimana yang dimaksud ekosistem
teresterial?
3.
Bagaimana yang dimaksud dengan ekosistem
estuaria?
4.
Bagaimana
yang dimaksud dengan ekosistem aquatik?
C. Tujuan
1.
Untuk
mengetahui pengertian ekosistem
2.
Untuk
mengetahui ekosistem teresterial
3.
Untuk mengetahui ekosistem estuaria
4. Untuk mengetahui ekosistem aquatik
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh
hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh
antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.
Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit
biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan
lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu
struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara
organisme dan anorganisme Matahari sebagai sumber dari semua energi yang
ada.
Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang
bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan
beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi
lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini didasarkan pada
Hipotesis Gaia, yaitu: "organisme, khususnya
mikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu
sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan.
B. Ekosistem Teresterial
Ekosistem
darat yang memiliki tipe struktur vegetasi dominan dalam skala luas disebut
bioma. Penyebaran bioma dipengaruhi oleh iklim, letak geografis, garis
lintang dan ketinggian letak dari permukaan laut. Pengaruh pemanasan matahari
pada atmosfer, tanah, dan air akan membentuk variasi suhu, siklus pergerakan
udara, dan penguapan air yang bertanggung jawab atas variasi iklim pada
daerah-daerah dengan lintang yang berbeda. Bioma darat (terrestrial) seringkali
dinamai sesuai ciri fisik atau iklim utama dan jenis vegetasi dominannya.
Sebagai contoh, padang rumput temperat didominasi oleh berbagai spesies rumput
dan umumnya ditemukan pada garis lintang pertengahan, dimana iklim lebih sedang
dibandingkan dengan daerah tropis dan daerah kutub. Masing-masing bioma
juga ditandai oleh mikroorganisme, fungi, dan hewan yang beradaptasi terhadap
lingkungan tersebut. Berdasarkan posisi geografis, iklim, garis lintang dan
ketinggian letak dari permukaan laut bioma dibedakan antara lain sebagai
berikut
1. Bioma Hutan
Tropis
Bioma ini terdapat di wilayah khatulistiwa dengan temperatur
yang tinggi sekitar 25-29°C. Curah hujan bioma hutan hujan tropis (tropical
rain forest ) cukup tinggi, yatu sekitar 200-225 cm per tahun. Sedangkan
di hutan kering tropis (tropical dry forest) curah hujan sangat tergantung
musim, sekitar 150-200 cm per tahun, dengan musim kering selama enam sampai
tujuh bulan.
Pada daerah hutan hujan tropis tumbuhannya tinggi dan rimbun
membentuk tudung yang menyebabkan dasar hutan menjadi gelap dan basah. Pohon
lain dan tanaman merambat yang berkayu akan tumbuh secara cepat, bersaing untuk
mendapatkan cahaya dan ruang ketika mengisi celah tersebut. Tumbuhan khas,
ialah liana dan epifit. Contoh liana adalah rotan sedangkan epifit adalah
anggrek. Vegetasinya didominasi oleh tumbuhan yang aktif melakukan
fotosintesis, misalnya jati, meranti, konifer, dan keruing. Hewan hutan tropis
di bumi merupakan rumah jutaan spesies, termasuk spesies serangga, laba-laba,
dan artopoda yang belum dideskripsikan dan diestimasi berjumlah 5–30 juta.
Bahkan keanekaragaman hewan di hutan tropis lebih tinggi daripada di bioma
darat manapun. Hewan hutan tropis, termasuk amfibia, burung dan reptile lain,
mamalia, serta artropoda, beradaptasi terhadap lingkungan berstratifikasi vertikal
dan seringkali tersamarkan oleh lingkungannya. Contoh bioma hutan hujan tropis
adalah hutan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua, dan Brasil. Sejak lama
sekali manusia telah mewujudkan masyarakat yang berkembang pesat di hutan
tropis.
2.
Bioma
Sabana
Padang rumput tropis seringkali
merujuk kepada sabana. Bioma sabana hangat sepanjang tahun, berkisar 24-29oc,
namun dengan variasi yang lebih musiman daripada di hutan tropis. Rumput dan
pohon yang terpencar-pencar merupakan tumbuhan yang dominan. Pepohonan yang
ditemukan di sabana seringkali berduri dan berdaun kecil, yang merupakan bentuk
adaptasi dari kondisi yang relatif kering. Kebakaran merupakan komponen abiotik
penting, dan spesies tumbuhan yang dominan adalah spesies yang sudah beradaptasi
dengan kebakaran. Pertumbuhan rumput-rumputan dan forb (tumbuhan kecil berdaun lebar) yang sangat cepat selama
musim hujan menyediakan sumber makanan yang banyak bagi hewan. Akan tetapi,
mamalia pemakan rumput besar harus bermigrasi ke padang rumput yang lebih
hijau dan menyebar mencari sumber air selama periode musim kemarau. Bioma
sabana ini terdapat di Amerika Selatan, Afrika Timur dan sebagian wilayah
Indonesia. Mamalia besar pemakan rumput (bison dan kuda liar) dan predatornya
(singa dan dubuk) terlihat dengan jelas di bioma Sabana. Sesungguhnya,
herbivora yang dominan di sini adalah serangga, khususnya semut, rayap dan
tungau.
3.
Bioma
Padang Rumput
Bioma padang rumput mempunyai curah hujan 30 - 100 cm
per tahun dan hujan turun tidak teratur. Musim dingin relatif kering dan musim
hujan relatif basah. Suhu musim dingin bisa turun sampai -10oC,
sedangkan pada musim panas seringkali mendekati 30oC dan menyengat.
Vegetasi
yang mendominasi adalah rerumputan. Rumput yang hidup di bioma padang rumput yang
relative basah ukurannya bisa mencapai tiga meter, misalnya rumput Bluestem dan
Indian Grasses. Rumput yang tumbuh di bioma padang rumput kering, ukurannya
pendek-pendek, misalnya rumput Grana dan Buffalo Grasses. Hewan yang hidup di
bioma ini adalah bison, Zebra, kanguru, singa, harimau, anjing liar, ular,
rodentia, belalang dan burung.
Contoh bioma padang
rumput antara lain Amerika Utara, Rusia, Afrika Selatan, Asia dan Indonesia
(Sumbawa). Padang atau veldt di Afrika Selatan, puszta di
Hungaria, pampas di Argentina dan Uruguay, steppe di Rusia, dan
prairie di Amerika Utara bagian tengah semuanya adalah bioma
padang rumput. Kebakaran yang kadang terjadi di musim kemarau dan
pemakanan rumput oleh mamalia besar mencegah pembentukan semak berkayu dan
pohon-pohon.
Tanah subur yang
tebal menjadikan padang rumput beriklim sedang sebagai tempat yang ideal untuk
pertanian, terutama pertanian gandum. Sebagai konsekuensinya, sebagian besar
padang rumput di Amerika Utara dan sebagian besar padang rumput di Eurasia
telah dikonversi menjadi lahan pertanian. Di beberapa padang rumput yang lebih
kering, ternak dan perumput yang lain telah membantu mengubah sebagian bioma
tersebut menjadi gurun.
4.
Bioma Hutan Gugur
Pada umumnya terdapat di sekitar wilayah subtropik
yang mengalami pergantian musim panas dan dingin. Hutan gugur juga
terdapat diberbagai pegunungan di daerah tropis. Suhu dimusim dingin berkisar
kira-kira 0oC. Musim panas dengan suhu maksimum sekitar 35oC,
menyengat dan lembab. Bioma hutan gugur mempunyai curah hujan sedang, yaitu 70
sampai lebih dari 200 cm per tahun. Mengalami 4 musim, yaitu musim panas, musim
gugur, musim dingin dan musim semi.
Vegetasi yang tumbuh
pada hutan gugur adalah adalah pohon Maple, Oak, Beech, dan Elm. Pohon-pohon
gugur yang padat dan tegak berdiri merupakan ciri khas hutan gugur, seperti
hutan di Great Smoky Mountains National Park di California Utara. Hutan gugur
lebih terbuka dibandingkan dengan hutan hujan, pohon-pohonnya juga tidak
setinggi pohon hutan hujan. Hutan gugur memiliki lepisan vertikal yang jelas,
yang memiliki satu atau dua strata pohon, di bawahnya terdapat semak, dan di
bagian dasar terdapat tumbuhan herba. Pohon-pohon hutan gugur menggugurkan
daunnya sebelum musim dingin, dimana terjadinya fotosintesis tidak efektif
karena suhunya terlalu rendah.
Sedangkan hewan yang menghuni pada umumnya adalah Rusa,
Beruang, Raccon, Rubah, Bajing, dan Burung Pelatuk. Banyak hewan mamalia hutan
gugur juga memasuki keadaan dorman musim dingin yang disebut hibernasi, dan
beberapa spesies burung melakukan migrasi ke wilayah dengan iklim yang lebih
hangat. Bioma hutan gugur terdapat di Kanada, Amerika, Eropa dan Asia.
Penebangan dan penggundulan lahan untuk pertanian dan perkembangan kota
menghancurkan hampir semua hutan meranggas asli di Amerika Utara. Akan tetapi,
berkat kapasitanya untuk memulihkan diri, hutan-hutan ini kembali bermunculan
di berbagai wilayah kisaran awalnya.
5.
Bioma Hutan Konifer
Bioma ini terdapat di wilayah utara hutan gugur
subtropis dan pegunungan tropis. Bioma konifer mempunyai curah hujan sekitar
30-70 cm per tahun, dan kekeringan berkala umum terjadi. Akan tetapi, beberapa
hutan konifer di pesisir A.S. Pasifik Barat Laut merupakan hutan hujan
beriklim sedang yang dapt menerima lebih dari 300 cm curah hujan per
tahun. Suhu di musim dingin sangat rendah, dan mengalami musim dingin yang
panjang. Sedangkan di musim panas sangat menyengat. Suhu beberapa daerah hutan
konifer di Siberia umumnya berkisar-50oC di musim dingin dan lebih
dari 20oC di musim panas.
Pohon-pohon yang mempunyai tudung seperti pinus, cemara,
fir, dan hemlock mendominasi
hutan konifer. Masa pertumbuhan flora di hutan konifer pada musim panas antara
3 sampai 6 bulan. Hutan konifer utara atau taiga, adalah bioma darat terbesar
di atas bumi yang meluas melintasi Amerika Utara bagian utara dan Eurasia
hingga perbatasan tundra arktik Taiga mengalami hujan salju yang lebat selama
musim dingin. Bentuk kerucut pada banyak pohon konifer mencegah terkumpulnya
salju pada cabang-cabang pohon tersebut.
Hewan yang hidup diantaranya moose, beruang hitam, serigala
dan morten. Contoh bioma taiga terdapat di Amerika Utara dan dataran tinggi
diberbagai wilayah. Walaupun belum banyak dihuni populasi manusia, hutan
konifer utara ditebangi dengan laju mengkhawatirkan, dan pohon- pohon tua
tegak ini akan segera lenyap dan musnah.
6.
Bioma Tundra
Bioma ini terdapat di belahan bumi utara di dalam lingkaran kutub utara yang disebut Tundra arktik dan di puncak gunung disebut Tundra alpin. Bioma tundra arktik memiliki curah hujan sekitar 20 - 60 cm per tahun, namun untuk tundra alpin bisa melebihi 100 cm per tahun. Iklimnya iklim kutub dengan musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas dan terang yang pendek. Suhu rata-rata di musim dingi di bawah -30oC, sedangkan di musim panas hanya mencapai 10oC.
Tidak
ada pohon yang tinggi, kalaupun ada terlihat tebal seperti semak. Tumbuhan
semusim biasanya berbunga dengan warna yang mencolok dalam masa
pertumbuhan yang pendek. Vegetasinya Spaghnum, lumut kerak, dan perdu. Permafrost (tanah bagian bawah yang
membeku secara permanen), suhu yang sangat dingin, dan angin yang sangat
kencang merupakan penyebab utama tidak adanya pohon dan tumbuhan tinggi lainnya
di tundra arktik di alaska Tengah. Meskipun tundra arktik menerima sangat
sedikit curah hujan tahunan, air tidak dapat menembus
fermafrost di bawahnya dan akan menumpuk di dalam kolam
di atas bunga tanah yang dangkal selama musim panas yang pendek. Tundra
menutupi luas yang sangat besar di arktik, mencapai 20% permukaan tanah bumi.
Hewan yang hidup di bioma tundra adalah muskox, rusa kutub, kelinci, serigala,
rusa dan domba. Banyak spesies burung bermigrasi ke tundra untuk bersarang di
musim dingin. Tundra jarang dihuni manusia, namun cukup banyak yang telah
menjadi areal pertambangan mineral dan minyak dalam tehun-tahun terakhir.
7.
Bioma Semak Belukar (Chaparral)
Curah hujan sangat tergantung musim, pada musim dingin terjadi hujan sedangkan pada musim panas tidak terjadi hujan berlangsung sangat panjang. Curah hujan tahunan umumnya berada dalam kisaran 30-50 cm. Suhu musim gugur, dingin, semi berkisar pada 10-12oC. Sedangkan pada musim panas mencapai 30oC, dan pada sing hari mencapai maksimum bisa melebihi 40oC.
Evergreen berduri dan padat mendominasi
bioma semak belukar, daerah pesisir di di garis lintang pertengahan dengan
musim dingin yang sedang dan berhujan, serta musim panas yang panjang,
kering dan panas. Tumbuhan semak belukar, seperti yang ditemukan pada tanah semak
California, beradaptasi dan bergantung pada kebakaran secara periodic. Semak
kering berkayu seringkali terbakar oleh petir dan oleh aktivitas manusia yang
tidak cermat, yang menyebabkan kebakaran di musim panas dan di musim gugur pada
lembah yang sangat padat penduduknya di bagian selatan California dan di
tempat-tempat lainnya.
Beberapa semak menghasilkan biji yang hanya akan berkecambah
setelah kebakaran yang sangat panas. Cadangan makanan yang tersimpan di dalam
akar yang tahan terhadap api, memungkinkan tumbuhan tersebut bertunas dan
berkecambah kembali secara cepat dan menggunakan nutrient yang dihasilkan oleh
kebakaran itu.
Hewan mamalia yang terdapat dalam bioma chaparral antara lain perambah (seperti kijang dan kambing) juga terdapat berbagai jenis mamalia kecil. Daerah chaparral juga banyak dihuni spesies amfibia, burung dan reftil lain, serta serangga
C. Ekosistem Estuaria
1. Definisi
dan Tipe Estuaria
Estuaria
adalah bagian dari lingkungan perairan yang merupakan daerah pencampuran antara
air laut dan air tawar yang berasal dari sungai, sumber air tawar lainnya
(saluran air tawar dan genangan air tawar). Lingkungan estuaria merupakan
peralihan antara darat dan laut yang sangat dipengaruhi oleh pasang surut,
tetapi terlindung dari pengaruh gelombang laut. Estuaria adalah perairan yang
semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan
salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar.
Pencampuran
air laut dan air tawar mempunyai pola pencampuran yang khusus. Berdasarkan pola
pencampuran air laut, secara umum terdapat 3 model estuaria yang sangat
dipengaruhi oleh sirkulasi air, topografi, kedalaman dan pola pasang surut
karena dorongan dan volume airakan
sangat berbeda khususnyayang bersumber dari air sungai. Berikut ini pola
pencampuran air laut dan air tawar:
·
Pola dengan dominasi air laut (salt wadge
estuary) yang ditandai dengan desakan dari air laut pada lapisan bawah
permukaan air saat terjadi pertemuan antara air sungai dan air laut.
·
Pola percampuran merata antara air laut
dan air sungai ( well mixed estuary) pola ini ditandai dengan pencampuran yang
merata antara air laut dan air tawar sehingga tidak terbentuk stratifikasi
secara vertical, tetapi stratifikasinya dapat secara horizontal yang derajat
salinitasnya akan meningkat pada derajat dekat laut.
·
Pola dominasi air laut dan pola
percampuran merata atau pola percampuran tidak merata ( partially mixed
estuary) pola ini akan sangat labil atau sangat tergantung pada desakan air
sungai dan air laut.
· Pada beberapa daerah estuaria yang mempunyai topografi unik, kadang terjadi pola tersendiri yang lebih unik. Pola ini cenderung adapada daerah muara sungai tersebut mempunyai topografi dengan bentukan yang menonjol membentuk semacam lekukan pada dasar estuaria.
Berdasarkan
geomorfologi estuaria, sejarah geologi daerah, dan keadaan iklim yang berbeda,
maka terdapat beberapa tipe estuaria. Tipe-tipe estuatia tersebut yaitu:
·
Estuaria daratan pesisir (coastal plain
estuary), pembentukannya terjadi akibat penaikan permukaan air laut yang
menggenangi sungai dibagian pantai yang landau. Contoh estuaria daratan
pesisir, yaitu diteluk Cheseapeke, Maryland dan Charleston.
·
Estuaria tektonik, terbentuk akibat
aktivitas tektonik (gempa bumi atau letusan gunung berapi) yang mengakibatkan
turunnya permukaan tanah yang kemudian digenangi oleh air laut pada saat
pasang. Contohnya teluk San Fransisco di California.
·
Gobah atau teluk semi tertutup. Terbentuk
oleh adanya beting pasir yang terletak sejajar dengan perairan laut. Contohnya
disepanjang pantai Texas dan pantai teluk Florida.
·
Fjord merupakan suatu teluk sempit di
antara tebing-tebing atau lahan terjal. Biasa dijumpai di Norwegia, Alaska, Selandia Baru. Sebelumnya
fjord ini merupakan sungai yang terbentuk di wilayah pegunungan di kawasan
pantai.
2.
Karakteristik Fisik Estuaria
Perpaduan
antara beberapa sifat fisik estuaria yang mempunyai peranan penting terhadap
kehidupan biota estuaria. Beberapa sifat fisik yang penting adalah sebagai
berikut:
·
Salinitas
Salinitas di estuaria
dipengaruhi oleh musim, topografi estuaria, pasang surut, dan jumlah air tawar.
Pada saat pasang naik, air laut menjauhi hulu estuaria dan menggeser isohaline
ke hulu. Rotasi bumi juga mempengaruhi salinitas estuaria yang disebut dengan
kekuatan coriolis membelokkan air
tawar yang mengalir ke sebelah kanan jika melihat estuaria kea rah laut dan air
asin mengalir ke estuaria di geser ke hilir ke arah mulut estuaria.
·
Substrat
Dominasi substrat pada
estuaria adalah lumpur yang berasal dari sediment yang dibawa ke estuaria oleh
air laut maupun air tawar. Sungai membawa partikel lumpur dalam bentuk
suspense. Ion-ion yang berasal dari air laut menyebabkan partikel lumpur menjadi
menggumpal dan membentuk partikel yang lebih besar, lebih berat, dan mengendap
membentuk dasar lumur yang khas. Partikel yang lebih besar mengendap lebih
cepat daripada partikel kecil.
·
Suhu
Suhu air di estuaria
lebih bervariasi daripada suhu air disekitarnya karena suhu air di estuaria
lebih kecil daripada luas permukaan yang lebih besar. Hal tersebut menyebabkan
air estuaria menjadi lebih cepat panas dan cepat dingin. Suhu air tawar yang
dipengaruhi oleh perubahan suhu musiman juga menyebabkan suhu air estuaria
lebih bervariasi. Suhu estuaria lebih rendah saat musim dingin dan lebh tinggi
saat musim panas daripada daerah perairan sekitarnya.
·
Aksi ombak dan arus
Perairan estuaria yang
dangkal menyebabkan tidak terbentuknya ombak yang besar. Arus di estuaria di
sebabkan oleh pasang surut dan aliran sungai. Arus biasanya terdapat pada
kanal,jika arus berubah posisi kanal baru menjadi cepat terbentuk dan kanal
lama menjadi tertutup.
·
Kekeruhan
Besarnya jumlah partikel
tersuspensi dalam perairan estuaria pada waktu tertentu dalam setahun
menyebabkan air menjadi sangat keruh. Kekeruhan tertinggisaat aliran sungai
maksimum dan kekeruhan minimum di dekat mulut estuaria.
·
Oksigen
Kelarutan oksigen dalam
air berkurang dengan naiknya suhu dan salinitas, maka jumlah oksigen dalam air
akan bervariasi. Oksigen sangat berkurang di dalam substrat. Ukuran partikel
sediment yang halus membatasi pertukaran antara air interstitial dengan kolom
air di atasnya, sehingga oksigen menjadi sangat cepat berkurang.
3.
Habitat Estuaria
Kolom air di estuaria merupakan habitat untuk plankton
(fitoplakton dan zooplankton), neuston (organisme setingkat plankton yang hidup
di lapisan permukaan air) dan nekton (organime makro yang mampu bergerak
aktif). Di dasar estuaria hidup berbagai jenis organisme baik mikro maupun
makro yang disebut bentos. Setiap kelompok organisme dalam habitatnya
menjalankan fungsi biologis masing-masing, misalnya fitoplankton sebagai
produser melakukan aktivitas produksi melalui proses fotosintesisa, bakteri
melakukan perombakan bahan organic (organisme mati) menjadi nutrient yang dapat
dimanfaatkan oleh produser dalam proses fotosintesa. Dalam satu kelompok
organisme (misalnya plankton atau bentos) maupun antar kelompok organisme,
misalnya antara plankton dan bentos terjalin suatu hubungan tropic
(makan-memakan) satu sama lain, sehingga membentuk suatu hubungan jaringan
makanan.
4.
Jaringan Makanan
Dasar dari jaringan makanan di estuaria adalah konversi energy
matahari menjadi energy dalam bentuk makanan yang dilakukan oleh tumbuhan rawa.
Saat tumbuhan mati, protozoa dan mikroorganisme lain mengkonsumsi material
tumbuhan yang mati tersebut.invertebrata kecil merupakan makanan bagi detritus.
Detritus kemudian dimakan oleh ikan, burung serta predator lainnya. Melimpahnya
sumber makanan di estuaria dan sedikitnya predator menjadikan estuaria sebagai
tempat hidup anak berbagai binatang yang fase dewasanya tidak berada di
estuaria. Pada ekosistem estuaria dikenal 3 tipe rantai makanan yang di
definisikan berdasarkan bentuk makanan atau bagaimana makanan tersebut
dokonsumsi: grazing, detritus dan osmotic. Fauna di estuaria, seperti udang,
kepiting,ikan, kerang dan berbagai jenis cacingberproduksi dan saling terkait
melalui suatu rantai dan jarring makanan yang komplek.
5.
Peran Ekologi Estuaria
Secara singkat, peran ekologi
estuaria yang penting adalah:
·
Merupakan sumber zat haradan bahan organic
bagi bagian estuary yang jauh dari garis pantai maupun yang berdekatan
dengannya, lewat sirkulasi pasang surut (tidal sirculation).
·
Menyediakan habitat bagi sejumlah spesies
ikan yang ekonomis penting sebagai tempat berlindung dan tempat mencari makan
(feeding ground).
·
Memenuhi kebutuhan bermacam spesies ikan
dan udang yang hidup dilepas pantai, tetapi bermigrasi keperairan dangkal dan
berlindung untuk memproduksi dan sebagai tempat tumbuh besar (nursery ground)
anak mereka.
·
Sebagai potensi produksi makanan laut di
estuaria yang sedikit banyak didiamkan dalam keadaan alami. Kijing yang
bernilai komersial (rangia euneata) memproduksi 2900 kg daging per ha dan
13.900 kg cangkang per ha pada perairan tertentu di texas. Andaikata 2 kkal per
gram berat basah, hasil ini berarti sekitar 580 kkal per m, atau sebanding
dengan hasil ikan darikolam buatan yang dikelola dan dipupuk paling intensif,
tentu saja dengan mengingat bahwa tempat pemeliharaan kijingmemerlukan masukan
energidari perairan yang berdekatan.
·
Sebagai tempat budidaya tiram dengan rakit
seperti diterapkan di jepanagan, dapat meningkatkan lima atau sepuluhkali dari
panen yang diperoleh populasi air. Sehingga dapat menghasilkan makanan
berprotein sebanyak 2.000 kkal per m setiap tahun.
D. Ekosistem Aquatik
Ekosistem perairan merupakan ekosistem yang kompone abiotiknya sebagai
besar terdiri atas air. Makhluk hidup (komponen biotik) dalam ekosistem
perairan dibagi dalam beberapa kelompok antara lain sebagai berikut.
·
Plankton
Terdiri atas fitoplankton dan zooplankton, Organisme ini dapat bergerak dan
berpindah tempat secara pasif karena pengaruh arus air, seperti ganggung
uniseluler dan protozoa.
·
Nekton
Organisme yang bergerak aktif ( berenag ) seperti katak dan ikan.
·
Neuston
Organisme yang mengapung di permukaan air, seperti eceng gondok, serangga air,
ganggang dan teratai.
·
Bentos
Organisme yang berada di dasar perairan, seperti cacing, udang, ganggang dan
kepiting.
·
Perifiton
Organisme yang melekat pada organisme lain seperti siput dan ganggang.
1.
Macam-Macam Ekosistem Perairan (Akuatik)
a. Ekosistem
Air Tawar
Ekosistem air tawar adalah suatu bentuk menyeluruh atau tatanan yang ada di
dalam air tawar dan sekitarnya yang terdiri dari makhluk hidup di dalam air
tersebut dan lingkungan air tawar itu sendiri.Ekosistem air tawar sering
dikatakan juga sebagai perairan darat.
b.
Ciri-ciri ekosistem air tawar
Ciri-ciri
ekosistem air tawar dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Salinitas
(kadar garam) rendah, lebih rendah jika dibandingkan dengan sitoplasma.
2) Adanya
aliran air (arus), hal ini amat menentukan distribusi gas yang vital, garam
mineral dan organisme kecil.
3) Variasi suhu
antara siang dan malam tidak terlalu besar.
4) Penetrasi
(masuknya) cahaya matahari terbatas/kurang.
5) Ekosistem
air tawar tetap dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, meskipun pengaruh tersebut
relatif kecil apabila dibandingkan dengan ekosistem darat.
6) Perubahan
ketinggian air terlihat nyata sekali , misalya pada waktu musim hujan air
sungainya tinggi (berlimpah) dan musim kemarau terlihat sedikit (kekeringan).
7) Kadar
oksigen terlarut pada ekosistem air tawar relatif lebih tinggi.
8) Intensitas
cahaya yang diterima pada ekosistem air tawar cukup tinggi, walaupun karena
berbagai faktor penetrasi cahaya matahari ke dalam air agak berkurang.
9) Secara fisik
dan biologis ekosistem ait tawar merupakan perantaraan ekosistem darat dan laut
, yang sering disebut sebagai air payau (lingkungan estuarin) , estuarin
merupakan lingkungan lingkungan perairan setengah tertutup di pinggiran daratan
yang terpengaruh oleh pasang surut air laut.
10) Macam
tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang , sedangkan lainnya adalah
tumbuhan biji.
c.
Penggolongan Ekosistem Air Tawar Berdasarkan Gerak
Airnya
Berdasarkan
gerak airnya, ekosistem air tawar dapat dibedakan menjadi ekosistem lentik dan
lotik.
1) Lentik, adalah ekosistem yang airnya tenang atau diam,
misalnya danau, telaga dan rawa.
2) Ekosistem Lotik, adalah ekosistem yang airnya bergerak mengalir,
misalnya selokan, parit, atau sungai. Ciri-ciri ekosistem lotik adalah airnya
mengalir, merupakan ekosistem terbuka dari kadar oksigen terlarut relatif
tinggi.
Aliran air dalam ekosistem lotik
merupakan faktor pembatas bagi organisme yang ada di dalamnya. Artinya
organisme yang tidak dapat melakukan adaptasi terhadap adanya aliran air akan
tersingkir. Aliran ini juga dapat menjadi penentu jenis dan komposisi komponen
biotik dalam ekosistem.Aliran air tergantung pada topografi, besarnya sungai
dan debit air yang mengalir.Misalnya, jenis organisme di pinggir sungai berbeda
dengan jenis organisme di dalam atau di dasar sungai.
Air ekosistem lotik tidak tetap,
melainkan berubah tergantung pada musim. Di Pulau Jawa, pada umumnya air sungai
keruh dan banjir di musim hujan sedangkan di musim kemarau airnya kecil dan
bahkan mengering. Keadaan ini merupakan suatu indikator adanya kerusakan
ekosistem darat didaerah hulu sungai.
Sebagai suatu Ekosistem terbuka.Ekosistem
lotik memperoleh kiriman bahan organik yang terbawa aliran air dari daerah hulu
atau daratan misalnya, berupa bangkai, sampah atau daun-daun yang gugur ke
sungai.Meskipun dari ekosistem lotik itu sendiri hewan-hewan dapat memperoleh
makanan, beberapa hewan sungai ada yang memakan bahan organik yang terbawa
aliran air.Jadi, ekosistem lotik mendapat pengaruh yang besar dari ekosistem
daratan.
Sebagai ekosistem yang mobil, aliran
air memudahkan terjadinya persentuhan antara permukaan air yang luas dengan
udara.Apalagi, jika disepanjang ekosistem lotik terdapat jeram, riak-riak
kecil, dan air terjun. Keadaan yang demikian menyebabkan kadar oksigen terlarut
relatif tinggi. Tingginya kadar oksigen memberikan kondisi pada hewan-hewan
sungai untuk hidup dilingkungan yang cukup oksigen, sehingga mereka menjadi
peka terhadap kekurangan oksigen. Adanya bahan pencemar yang dapat mereduksi
(mengurangi) oksigen terlarut dapat menimbulkan bencana bagi hewan air itu.
d.
Penggolongan Ekosistem Air Tawar Berdasarkan Bentuknya
Berdasarkan
bentuknya ekosistem air tawar dapa digolongkan menjadi:
1) Kolam
Kolam merupakan ekosistem buatan dan
sebuah perairan yang cukup dangkal sehingga cahaya dapat menembus sampai ke
dasarnya. Tumbuhan yang hidup di habitat kolam antara lain teratai dan enceng
gondok. Organisme lain yang berada di dalam kolam adalah berbagai jenis
plankton, crustacea kecil, molusca, beberapa jenis ikan, serta insecta.
2) Danau
Danau adalah perairan darat yang
ukurannya lebih besar daripada kolam. Akan tetapi batas-batas ukuran danau
tidak jelas. Para ahli menyebutkan danau adalah perairan darat yang mempunyai
kedalaman air sedemikian rupa, sehingga dasar perairannya selalu gelap karena
tidak dapat tercapai oleh cahaya matahari.
3) Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang
mengalir ke satu arah.Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit
sedimen dan makanan.Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen
pada air.Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.
1) Rawa
Ekosistem
air tawar berupa rawa memiliki habitat dengan ciri-cirinya adalah variasi
temperatur atau suhu rendah, kadar garam rendah, penetrasi cahaya yang kurang,
dipengaruhi iklim dan cuaca di sekitar, dan memiliki tumbuhan-tumbuhan tingkat
tinggi (dikotil dan monokotil), tumbuhan tingkat rendah (alga, jamur, gulma,
ganggang hijau) yang berfungsi sebagai produsen, serta memiliki ikan air tawar
yang dapat dijadikan sebagai sumber pangan protein hewani.
2. Ekosistem Air Laut
Ekosistem air laut merupakan sumber
daya hayati dan non hayati, lebih kurang 70% dari permukaan bumi tertutup oleh
laut. Wilayah indonesia yang terdiri atas lebih dari 13000 pulau, dikelilingi
oleh laut. Ilmu yang mempelajari ekosistem air laut disebut oceanology.
- Ciri-Ciri
Ekosistem Air Laut
Adapun ciri-ciri dari ekosistem air laut adalah:
- Salinitas
tinggi terutama di daerah tropis , sedangkan di daerah dingin salinitasnya
rendah.
- Mineral
air laut 75% berupa NaCl (garam dapur)
- Pada
kedalaman 200 m , suhu air laut dari kutub sampai khatulistiwa berkisar 0
ͦ – 22 ͦ C.
- Pada
bagian yang lebih dalam, hampir tidak ada perbedaan suhu.
- Jumlah
energi cahaya yang diterima air laut dipergunakan untuk fotosintesis
organisme autotrofik.
- Aliran
air laut menyebarkan senyawa kimia yang diperlukan organisme yang hidup di
laut , serta mempengaruhi suhu dan kadar garam.
- Aliran
air laut di pengaruhi oleh pola angin dan putaran bumi.
- Penggolongan
Ekosistem Air Laut Berdasarkan Bentuknya
Berdasarkan bentuknya ekosistem air
laut dapat di bedakan menjadi lautan, pantai, estuari,dan terumbu karang.
1. Lautan

Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat
rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air
laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum air,
pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui
insang. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.
Ekosistem air laut dapat dibagi-bagi
dalam kelompok menurut berbagai cara, salah satu cara adalah dengan membedakan
ekosistem air laut menjadi 3 daerah lautan
1. Lautan terbuka, mempunyai ciri khas sebagai berikut
:
·
Produsen utama adalah Diatomae (alga
mikroskopik dan Dinoflagellatae).
·
Seluruh kehidupan ekosistem tergantung pada
phytoplankton.
2. Kedalaman laut (laut dalam) , mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut :
·
Tekanan airnya kuat.
·
Tekanan di dalam tubuh sama dengan tekanan di luar
tubuh organisme.
·
Tidak terdapat produsen.
·
Umumnya , hewan berwarna hitam atau merah tua , dan
mempunyai indera penglihat yang sangat peka.
·
Hewan-hewan tersebut kadang mempunyai kemampuan bioluminessens
yang berguna untuk pemikat mangsa dan menghindar dari serangan lawan ,
serta sebagai tanda pengenal.
·
Biota yang di temui binatang karang , ikan , udang dan
cumi-cumi.
3. Lautan lepas pantai, dengan ciri sebagai berikut :
1. Relatif
dangkal , sebagian dari daratan menjulur ke bawah air yang menggenanginya.
2. Daerah yang
tegenanh di sebut papan kontinen.
3. Lebar rata-rata
papan kontinen ± 50 km.
4. Cahaya
matahari dapat menembus sampai ke dasar.
5. Jarang
bahkan tidak terdapat lumut dan paku- pakuan.
6. Banyak
terdapat crustaceae , molusca dan cacing annelida.
2.
Pantai
Pantai adalah wilayah yang menjadi
batas antara daratan dan lautan. Bentuk-bentuk pantai berbeda-beda. Hal ini
disebabkan oleh perbedaan proses yang ada di wilayah tersebut seperti
pengikisan, pengangkutan dan pengendapan yang disebabkan karena adanya
gelombang, arus dan angin yang berlangsung secara terus menerus sehingga
membentuk daerah pantai.
Pesisir adalah wilayah antara batas
pasang tertinggi hingga batas air laut yang terendah pada saat surut. Pesisir
dipengaruhi oleh gelombang air laut. Pesisir juga merupakan zona yang menjadi
tempat pengendapan hasil pengikisan air laut dan merupakan bagian dari pantai.
Bagi kehidupan, terutama di daerah tropis pantai dapat
dimanfaatkan sebagai :
·
Areal tambak garam.
·
Daerah pertanian pasang surut.
·
Wilayah perkebunan kelapa dan pisang.
·
Objek pariwisata.
·
Daerah pengembangan industri kerajinan rakyat bercorak
khas daerah pantai, dan lain-lain.
- Penggolongan
Ekosistem Air Laut Berdasarkan Intensitas Cahaya Yang Diterima
Berdasarkan Intensitas cahaya yang
diterima air laut , habitat air laut dapat di bedakan menjadi 3, yaitu:
1.
Daerah fotik
Daerah yang masih mendapatkan cahaya
matahari.
2.
Daerah twilight (disfotik)
dari
kedalaman 200-2.000 m , cahaya bersifat remang-remang dan tidak efektif ,
sehingga fotosintesis lebih kecil atau sama dengan respirasi.
3.
Daerah Afotik
Daerah dengan kedalaman lebih dari 2.000 m, daerah ini tidak terkena cahaya matahari dan fotosintesis tidak ada.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang
terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup
dengan lingkungannya.
2.
Ekosistem terbagi ke dalam 3 kelompok :
Ekosistem teresterial, ekosistem estuaria dan ekosistem aqutik.
3.
Ekosistem
darat yang memiliki tipe struktur vegetasi dominan dalam skala luas disebut
bioma yaitu ekosistem teresterial.
4.
Estuaria adalah bagian dari lingkungan
perairan yang merupakan daerah pencampuran antara air laut dan air tawar yang
berasal dari sungai, sumber air tawar lainnya (saluran air tawar dan genangan
air tawar).
5.
Ekosistem perairan merupakan ekosistem yang kompone
abiotiknya sebagai besar terdiri atas air
B. Saran
Ekologi akan lebih mudah dipelajari jika memiliki banyak
referensi buku dan melakukan pengamatan langsung di lapangan. Pada pembahasan ekosistem
teresterial, estuaria, dan akuatik dapat menjadikan bisa menjadi sumber
pengetahuan mengenai unsur biotik dan abiotik yang terdapat di setiap
ekosistem.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell A.
Neil & recer B. Jane, dkk.2008. biologi
jilid 3 edisi 8 jakarta ; erlangga.
Kasim. 2005. Ekologi Estuaria. Jakarta: Balai
Pustaka.
Pratiwik
dkk.2006, biologi. jakarta ; erlangga.













EmoticonEmoticon