31 Oktober 2024

Makalah Ekologi Tumbuhan-Ekosistem Teresterial, Estuaria, dan Aquatik

 

EKOSISTEM TERESTERIAL, ESTUARIA DAN AQUATIK

 

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia Nya sehingga kami diberikan waktu dan kesempatan untuk menyelesaikan makalah Ekologi Tumbuhan dengan judul. “Ekosistem teresterial, ekosistem estuaria, dan ekosistem aquatik”

Shalawat serta salam tak lupa kami hantarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang telah membawa umat manusia dari zaman jahiliyah dan zaman yang tidak berakhlak kepada zaman yang berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia seperti yang kita rasakan pada saat ini.

Adapun disini kami akan menguraikan tenyang peradaban islam masa Nabi Muhammad SAW periode mekah dan periode madinah. Periode mekah dimulai setelah Rasullah diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Rasullah berdakwah menegakkan tauhid dan dasar-dasar islam. Pada perode madinah dimulai saat Rasullah SAW mendapat perintah untuk berdakwah secara terang-terangan, Rasullah SAW berhasil membangun dan membina masyarakat islam yang kuat. Hal ini disebabkan karena antusiasnya masyarakat madinah dalam memahami islam yang diajarkan oleh Rasullah dan para sahabat yang telah lebih dahulu masuk islam

Akhir kata kami selaku penulis menyadari penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaa. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan.


DAFTAR ISI

KATA PENGANTA......................................................................................................... i

DAFTAR ISI …............................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... 1

            A.    Latar Belakang ................................................................................................

            B.     Rumusan Masalah ..........................................................................................

            C.     Tujuan ............................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................................

A pengertian ekosistem...........................................................................................

B. ekosistem teresterial………................................................................... ………             

C. ekosistem estuaria……........................................... ……………………………

D. ekosistem aquatik……………............................................... …………………

BAB III PENUTUP……………………................................... …………………………

A.    Kesimpulan…………………………................ ………………………………

B.     Saran ………………………….........................................................................

DAFTAR PUSTAKA……………………    ………………………………......................


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya, jadi kita tahu bahwa ada komponen biotik (hidup) dan juga komponen abiotik(tidak hidup) yang terlibat dalam suatu ekosistem ini, kedua komponen ini tentunya saling mempengaruhi, contohnya saja hubungan heewan dengan air. Interaksi antara makhluk hidup dan tidak hidup ini akan membentuk suatu kesatuan dan keteraturan. Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsinya masing-masing, dan selama tidak ada fungsi yang terngganggu maka keseimbangan dari ekosistem ini akan terus terjaga.

 

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan ekosistem?

2.      Bagaimana yang dimaksud ekosistem teresterial?

3.      Bagaimana yang dimaksud dengan ekosistem estuaria?

4.      Bagaimana yang dimaksud dengan ekosistem aquatik?

 

C.    Tujuan

1.      Untuk mengetahui pengertian ekosistem

2.      Untuk mengetahui ekosistem teresterial

3.      Untuk mengetahui  ekosistem estuaria

4.      Untuk mengetahui ekosistem aquatik


BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Ekosistem

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.

Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.

Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: "organisme, khususnya mikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan.

 

B.     Ekosistem Teresterial

Ekosistem darat yang memiliki tipe struktur vegetasi dominan dalam skala luas disebut  bioma. Penyebaran bioma dipengaruhi oleh iklim, letak geografis, garis lintang dan ketinggian letak dari permukaan laut. Pengaruh pemanasan matahari pada atmosfer, tanah, dan air akan membentuk variasi suhu, siklus pergerakan udara, dan penguapan air yang bertanggung jawab atas variasi iklim  pada daerah-daerah dengan lintang yang berbeda. Bioma darat (terrestrial) seringkali dinamai sesuai ciri fisik atau iklim utama dan jenis vegetasi dominannya. Sebagai contoh, padang rumput temperat didominasi oleh berbagai spesies rumput dan umumnya ditemukan pada garis lintang pertengahan, dimana iklim lebih sedang dibandingkan dengan daerah tropis dan daerah kutub. Masing-masing  bioma juga ditandai oleh mikroorganisme, fungi, dan hewan yang beradaptasi terhadap lingkungan tersebut. Berdasarkan posisi geografis, iklim, garis lintang dan ketinggian letak dari permukaan laut  bioma dibedakan antara lain sebagai berikut

1.      Bioma Hutan Tropis

Bioma ini terdapat di wilayah khatulistiwa dengan temperatur yang tinggi sekitar 25-29°C. Curah hujan bioma hutan hujan tropis (tropical rain forest ) cukup tinggi, yatu sekitar 200-225 cm per tahun. Sedangkan di hutan kering tropis (tropical dry forest) curah hujan sangat tergantung musim, sekitar 150-200 cm per tahun, dengan musim kering selama enam sampai tujuh bulan.



Pada daerah hutan hujan tropis tumbuhannya tinggi dan rimbun membentuk tudung yang menyebabkan dasar hutan menjadi gelap dan basah. Pohon lain dan tanaman merambat yang berkayu akan tumbuh secara cepat, bersaing untuk mendapatkan cahaya dan ruang ketika mengisi celah tersebut. Tumbuhan khas, ialah liana dan epifit. Contoh liana adalah rotan sedangkan epifit adalah anggrek. Vegetasinya didominasi oleh tumbuhan yang aktif melakukan fotosintesis, misalnya jati, meranti, konifer, dan keruing. Hewan hutan tropis di bumi merupakan rumah jutaan spesies, termasuk spesies serangga, laba-laba, dan artopoda yang belum dideskripsikan dan diestimasi berjumlah 5–30 juta. Bahkan keanekaragaman hewan di hutan tropis lebih tinggi daripada di bioma darat manapun. Hewan hutan tropis, termasuk amfibia, burung dan reptile lain, mamalia, serta artropoda, beradaptasi terhadap lingkungan berstratifikasi vertikal dan seringkali tersamarkan oleh lingkungannya. Contoh bioma hutan hujan tropis adalah hutan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua, dan Brasil. Sejak lama sekali manusia telah mewujudkan masyarakat yang berkembang pesat di hutan tropis.

 

2.      Bioma Sabana

            Padang rumput tropis seringkali merujuk kepada sabana. Bioma sabana hangat sepanjang tahun, berkisar 24-29oc, namun dengan variasi yang lebih musiman daripada di hutan tropis. Rumput dan pohon yang terpencar-pencar merupakan tumbuhan yang dominan. Pepohonan yang ditemukan di sabana seringkali berduri dan berdaun kecil, yang merupakan bentuk adaptasi dari kondisi yang relatif kering. Kebakaran merupakan komponen abiotik penting, dan spesies tumbuhan yang dominan adalah spesies yang sudah beradaptasi dengan kebakaran. Pertumbuhan rumput-rumputan dan  forb (tumbuhan kecil berdaun lebar) yang sangat cepat selama musim hujan menyediakan sumber makanan yang banyak bagi hewan. Akan tetapi, mamalia pemakan rumput  besar harus bermigrasi ke padang rumput yang lebih hijau dan menyebar mencari sumber air selama  periode musim kemarau. Bioma sabana ini terdapat di Amerika Selatan, Afrika Timur dan sebagian wilayah Indonesia. Mamalia besar pemakan rumput (bison dan kuda liar) dan predatornya (singa dan dubuk) terlihat dengan jelas di bioma Sabana. Sesungguhnya, herbivora yang dominan di sini adalah serangga, khususnya semut, rayap dan tungau.



3.      Bioma Padang Rumput

 Bioma padang rumput mempunyai curah hujan 30 - 100 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Musim dingin relatif kering dan musim hujan relatif basah. Suhu musim dingin bisa turun sampai -10oC, sedangkan pada musim panas seringkali mendekati 30oC dan menyengat.



Vegetasi yang mendominasi adalah rerumputan. Rumput yang hidup di bioma padang rumput yang relative basah ukurannya bisa mencapai tiga meter, misalnya rumput Bluestem dan Indian Grasses. Rumput yang tumbuh di bioma padang rumput kering, ukurannya pendek-pendek, misalnya rumput Grana dan Buffalo Grasses. Hewan yang hidup di bioma ini adalah bison, Zebra, kanguru, singa, harimau, anjing liar, ular, rodentia, belalang dan burung.

 Contoh bioma padang rumput antara lain Amerika Utara, Rusia, Afrika Selatan, Asia dan Indonesia (Sumbawa). Padang atau veldt di Afrika Selatan,  puszta di Hungaria, pampas di Argentina dan Uruguay,  steppe di Rusia, dan  prairie di Amerika Utara bagian tengah semuanya adalah bioma  padang rumput. Kebakaran yang kadang terjadi di musim kemarau dan pemakanan rumput oleh mamalia besar mencegah pembentukan semak berkayu dan pohon-pohon.

 Tanah subur yang tebal menjadikan padang rumput beriklim sedang sebagai tempat yang ideal untuk pertanian, terutama pertanian gandum. Sebagai konsekuensinya, sebagian besar padang rumput di Amerika Utara dan sebagian besar padang rumput di Eurasia telah dikonversi menjadi lahan pertanian. Di beberapa padang rumput yang lebih kering, ternak dan perumput yang lain telah membantu mengubah sebagian bioma tersebut menjadi gurun.

4. Bioma Hutan Gugur

 Pada umumnya terdapat di sekitar wilayah subtropik yang mengalami pergantian musim  panas dan dingin. Hutan gugur juga terdapat diberbagai pegunungan di daerah tropis. Suhu dimusim dingin berkisar kira-kira 0oC. Musim panas dengan suhu maksimum sekitar 35oC, menyengat dan lembab. Bioma hutan gugur mempunyai curah hujan sedang, yaitu 70 sampai lebih dari 200 cm per tahun. Mengalami 4 musim, yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi.

 Vegetasi yang tumbuh pada hutan gugur adalah adalah pohon Maple, Oak, Beech, dan Elm. Pohon-pohon gugur yang padat dan tegak berdiri merupakan ciri khas hutan gugur, seperti hutan di Great Smoky Mountains National Park di California Utara. Hutan gugur lebih terbuka dibandingkan dengan hutan hujan, pohon-pohonnya juga tidak setinggi pohon hutan hujan. Hutan gugur memiliki lepisan vertikal yang jelas, yang memiliki satu atau dua strata pohon, di bawahnya terdapat semak, dan di bagian dasar terdapat tumbuhan herba. Pohon-pohon hutan gugur menggugurkan daunnya sebelum musim dingin, dimana terjadinya fotosintesis tidak efektif karena suhunya terlalu rendah.



Sedangkan hewan yang menghuni pada umumnya adalah Rusa, Beruang, Raccon, Rubah, Bajing, dan Burung Pelatuk. Banyak hewan mamalia hutan gugur juga memasuki keadaan dorman musim dingin yang disebut hibernasi, dan beberapa spesies burung melakukan migrasi ke wilayah dengan iklim yang lebih hangat. Bioma hutan gugur terdapat di Kanada, Amerika, Eropa dan Asia. Penebangan dan penggundulan lahan untuk pertanian dan perkembangan kota menghancurkan hampir semua hutan meranggas asli di Amerika Utara. Akan tetapi, berkat kapasitanya untuk memulihkan diri, hutan-hutan ini kembali bermunculan di berbagai wilayah kisaran awalnya.

5. Bioma Hutan Konifer

 Bioma ini terdapat di wilayah utara hutan gugur subtropis dan pegunungan tropis. Bioma konifer mempunyai curah hujan sekitar 30-70 cm per tahun, dan kekeringan berkala umum terjadi. Akan tetapi, beberapa hutan konifer di pesisir A.S. Pasifik Barat Laut merupakan hutan hujan  beriklim sedang yang dapt menerima lebih dari 300 cm curah hujan per tahun. Suhu di musim dingin sangat rendah, dan mengalami musim dingin yang panjang. Sedangkan di musim panas sangat menyengat. Suhu beberapa daerah hutan konifer di Siberia umumnya berkisar-50oC di musim dingin dan lebih dari 20oC di musim panas.



Pohon-pohon yang mempunyai tudung seperti pinus, cemara, fir, dan hemlock mendominasi hutan konifer. Masa pertumbuhan flora di hutan konifer pada musim panas antara 3 sampai 6 bulan. Hutan konifer utara atau taiga, adalah bioma darat terbesar di atas bumi yang meluas melintasi Amerika Utara bagian utara dan Eurasia hingga perbatasan tundra arktik Taiga mengalami hujan salju yang lebat selama musim dingin. Bentuk kerucut pada banyak pohon konifer mencegah terkumpulnya salju pada cabang-cabang pohon tersebut.

Hewan yang hidup diantaranya moose, beruang hitam, serigala dan morten. Contoh bioma taiga terdapat di Amerika Utara dan dataran tinggi diberbagai wilayah. Walaupun belum banyak dihuni populasi manusia, hutan konifer utara ditebangi dengan laju mengkhawatirkan, dan pohon- pohon tua tegak ini akan segera lenyap dan musnah.

6. Bioma Tundra

 Bioma ini terdapat di belahan bumi utara di dalam lingkaran kutub utara yang disebut Tundra arktik dan di puncak gunung disebut Tundra alpin. Bioma tundra arktik memiliki curah hujan sekitar 20 - 60 cm per tahun, namun untuk tundra alpin bisa melebihi 100 cm per tahun. Iklimnya iklim kutub dengan musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas dan terang yang pendek. Suhu rata-rata di musim dingi di bawah -30oC, sedangkan di musim panas hanya mencapai 10oC.


Tidak ada pohon yang tinggi, kalaupun ada terlihat tebal seperti semak. Tumbuhan semusim  biasanya berbunga dengan warna yang mencolok dalam masa pertumbuhan yang pendek. Vegetasinya Spaghnum, lumut kerak, dan perdu. Permafrost (tanah bagian bawah yang membeku secara  permanen), suhu yang sangat dingin, dan angin yang sangat kencang merupakan penyebab utama tidak adanya pohon dan tumbuhan tinggi lainnya di tundra arktik di alaska Tengah. Meskipun tundra arktik menerima sangat sedikit curah hujan tahunan, air tidak dapat menembus  fermafrost  di  bawahnya dan akan menumpuk di dalam kolam di atas bunga tanah yang dangkal selama musim  panas yang pendek. Tundra menutupi luas yang sangat besar di arktik, mencapai 20% permukaan tanah bumi. Hewan yang hidup di bioma tundra adalah muskox, rusa kutub, kelinci, serigala, rusa dan domba. Banyak spesies burung bermigrasi ke tundra untuk bersarang di musim dingin. Tundra  jarang dihuni manusia, namun cukup banyak yang telah menjadi areal pertambangan mineral dan minyak dalam tehun-tahun terakhir.

 

 

7. Bioma Semak Belukar (Chaparral)

Curah hujan sangat tergantung musim, pada musim dingin terjadi hujan sedangkan pada musim panas tidak terjadi hujan berlangsung sangat panjang. Curah hujan tahunan umumnya berada dalam kisaran 30-50 cm. Suhu musim gugur, dingin, semi berkisar pada 10-12oC. Sedangkan pada musim panas mencapai 30oC, dan pada sing hari mencapai maksimum bisa melebihi 40oC.


Evergreen berduri dan padat mendominasi bioma semak belukar, daerah pesisir di di garis lintang pertengahan dengan musim dingin yang sedang dan berhujan, serta musim panas yang  panjang, kering dan panas. Tumbuhan semak belukar, seperti yang ditemukan pada tanah semak California, beradaptasi dan bergantung pada kebakaran secara periodic. Semak kering berkayu seringkali terbakar oleh petir dan oleh aktivitas manusia yang tidak cermat, yang menyebabkan kebakaran di musim panas dan di musim gugur pada lembah yang sangat padat penduduknya di bagian selatan California dan di tempat-tempat lainnya.

Beberapa semak menghasilkan biji yang hanya akan berkecambah setelah kebakaran yang sangat panas. Cadangan makanan yang tersimpan di dalam akar yang tahan terhadap api, memungkinkan tumbuhan tersebut bertunas dan berkecambah kembali secara cepat dan menggunakan nutrient yang dihasilkan oleh kebakaran itu.

Hewan mamalia yang terdapat dalam bioma chaparral  antara lain perambah (seperti kijang dan kambing) juga terdapat berbagai jenis mamalia kecil. Daerah chaparral  juga banyak dihuni spesies amfibia, burung dan reftil lain, serta serangga

C.    Ekosistem Estuaria

1.      Definisi dan Tipe Estuaria

Estuaria adalah bagian dari lingkungan perairan yang merupakan daerah pencampuran antara air laut dan air tawar yang berasal dari sungai, sumber air tawar lainnya (saluran air tawar dan genangan air tawar). Lingkungan estuaria merupakan peralihan antara darat dan laut yang sangat dipengaruhi oleh pasang surut, tetapi terlindung dari pengaruh gelombang laut. Estuaria adalah perairan yang semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar.

Pencampuran air laut dan air tawar mempunyai pola pencampuran yang khusus. Berdasarkan pola pencampuran air laut, secara umum terdapat 3 model estuaria yang sangat dipengaruhi oleh sirkulasi air, topografi, kedalaman dan pola pasang surut karena dorongan dan  volume airakan sangat berbeda khususnyayang bersumber dari air sungai. Berikut ini pola pencampuran air laut dan air tawar:

·         Pola dengan dominasi air laut (salt wadge estuary) yang ditandai dengan desakan dari air laut pada lapisan bawah permukaan air saat terjadi pertemuan antara air sungai dan air laut.

·         Pola percampuran merata antara air laut dan air sungai ( well mixed estuary) pola ini ditandai dengan pencampuran yang merata antara air laut dan air tawar sehingga tidak terbentuk stratifikasi secara vertical, tetapi stratifikasinya dapat secara horizontal yang derajat salinitasnya akan meningkat pada derajat dekat laut.

·         Pola dominasi air laut dan pola percampuran merata atau pola percampuran tidak merata ( partially mixed estuary) pola ini akan sangat labil atau sangat tergantung pada desakan air sungai dan air laut.

·         Pada beberapa daerah estuaria yang mempunyai topografi unik, kadang terjadi pola tersendiri yang lebih unik. Pola ini cenderung adapada daerah muara sungai tersebut mempunyai topografi dengan bentukan yang menonjol membentuk semacam lekukan pada dasar estuaria. 

Berdasarkan geomorfologi estuaria, sejarah geologi daerah, dan keadaan iklim yang berbeda, maka terdapat beberapa tipe estuaria. Tipe-tipe estuatia tersebut yaitu:

·         Estuaria daratan pesisir (coastal plain estuary), pembentukannya terjadi akibat penaikan permukaan air laut yang menggenangi sungai dibagian pantai yang landau. Contoh estuaria daratan pesisir, yaitu diteluk Cheseapeke, Maryland dan Charleston.

·         Estuaria tektonik, terbentuk akibat aktivitas tektonik (gempa bumi atau letusan gunung berapi) yang mengakibatkan turunnya permukaan tanah yang kemudian digenangi oleh air laut pada saat pasang. Contohnya teluk San Fransisco di California.

·         Gobah atau teluk semi tertutup. Terbentuk oleh adanya beting pasir yang terletak sejajar dengan perairan laut. Contohnya disepanjang pantai Texas dan pantai teluk Florida.

·         Fjord merupakan suatu teluk sempit di antara tebing-tebing atau lahan terjal. Biasa dijumpai di  Norwegia, Alaska, Selandia Baru. Sebelumnya fjord ini merupakan sungai yang terbentuk di wilayah pegunungan di kawasan pantai.

2.      Karakteristik Fisik Estuaria

Perpaduan antara beberapa sifat fisik estuaria yang mempunyai peranan penting terhadap kehidupan biota estuaria. Beberapa sifat fisik yang penting adalah sebagai berikut:

·         Salinitas

Salinitas di estuaria dipengaruhi oleh musim, topografi estuaria, pasang surut, dan jumlah air tawar. Pada saat pasang naik, air laut menjauhi hulu estuaria dan menggeser isohaline ke hulu. Rotasi bumi juga mempengaruhi salinitas estuaria yang disebut dengan kekuatan coriolis membelokkan air tawar yang mengalir ke sebelah kanan jika melihat estuaria kea rah laut dan air asin mengalir ke estuaria di geser ke hilir ke arah mulut estuaria.

·         Substrat

Dominasi substrat pada estuaria adalah lumpur yang berasal dari sediment yang dibawa ke estuaria oleh air laut maupun air tawar. Sungai membawa partikel lumpur dalam bentuk suspense. Ion-ion yang berasal dari air laut menyebabkan partikel lumpur menjadi menggumpal dan membentuk partikel yang lebih besar, lebih berat, dan mengendap membentuk dasar lumur yang khas. Partikel yang lebih besar mengendap lebih cepat daripada partikel kecil.

·         Suhu

Suhu air di estuaria lebih bervariasi daripada suhu air disekitarnya karena suhu air di estuaria lebih kecil daripada luas permukaan yang lebih besar. Hal tersebut menyebabkan air estuaria menjadi lebih cepat panas dan cepat dingin. Suhu air tawar yang dipengaruhi oleh perubahan suhu musiman juga menyebabkan suhu air estuaria lebih bervariasi. Suhu estuaria lebih rendah saat musim dingin dan lebh tinggi saat musim panas daripada daerah perairan sekitarnya.

·         Aksi ombak dan arus

Perairan estuaria yang dangkal menyebabkan tidak terbentuknya ombak yang besar. Arus di estuaria di sebabkan oleh pasang surut dan aliran sungai. Arus biasanya terdapat pada kanal,jika arus berubah posisi kanal baru menjadi cepat terbentuk dan kanal lama menjadi tertutup.

·         Kekeruhan

Besarnya jumlah partikel tersuspensi dalam perairan estuaria pada waktu tertentu dalam setahun menyebabkan air menjadi sangat keruh. Kekeruhan tertinggisaat aliran sungai maksimum dan kekeruhan minimum di dekat mulut estuaria.

·         Oksigen

Kelarutan oksigen dalam air berkurang dengan naiknya suhu dan salinitas, maka jumlah oksigen dalam air akan bervariasi. Oksigen sangat berkurang di dalam substrat. Ukuran partikel sediment yang halus membatasi pertukaran antara air interstitial dengan kolom air di atasnya, sehingga oksigen menjadi sangat cepat berkurang.

3.      Habitat Estuaria

      Kolom air di estuaria merupakan habitat untuk plankton (fitoplakton dan zooplankton), neuston (organisme setingkat plankton yang hidup di lapisan permukaan air) dan nekton (organime makro yang mampu bergerak aktif). Di dasar estuaria hidup berbagai jenis organisme baik mikro maupun makro yang disebut bentos. Setiap kelompok organisme dalam habitatnya menjalankan fungsi biologis masing-masing, misalnya fitoplankton sebagai produser melakukan aktivitas produksi melalui proses fotosintesisa, bakteri melakukan perombakan bahan organic (organisme mati) menjadi nutrient yang dapat dimanfaatkan oleh produser dalam proses fotosintesa. Dalam satu kelompok organisme (misalnya plankton atau bentos) maupun antar kelompok organisme, misalnya antara plankton dan bentos terjalin suatu hubungan tropic (makan-memakan) satu sama lain, sehingga membentuk suatu hubungan jaringan makanan.

 

4.      Jaringan Makanan

      Dasar dari jaringan makanan di estuaria adalah konversi energy matahari menjadi energy dalam bentuk makanan yang dilakukan oleh tumbuhan rawa. Saat tumbuhan mati, protozoa dan mikroorganisme lain mengkonsumsi material tumbuhan yang mati tersebut.invertebrata kecil merupakan makanan bagi detritus. Detritus kemudian dimakan oleh ikan, burung serta predator lainnya. Melimpahnya sumber makanan di estuaria dan sedikitnya predator menjadikan estuaria sebagai tempat hidup anak berbagai binatang yang fase dewasanya tidak berada di estuaria. Pada ekosistem estuaria dikenal 3 tipe rantai makanan yang di definisikan berdasarkan bentuk makanan atau bagaimana makanan tersebut dokonsumsi: grazing, detritus dan osmotic. Fauna di estuaria, seperti udang, kepiting,ikan, kerang dan berbagai jenis cacingberproduksi dan saling terkait melalui suatu rantai dan jarring makanan yang komplek.

 

5.      Peran Ekologi Estuaria

            Secara singkat, peran ekologi estuaria yang penting adalah:

·      Merupakan sumber zat haradan bahan organic bagi bagian estuary yang jauh dari garis pantai maupun yang berdekatan dengannya, lewat sirkulasi pasang surut (tidal sirculation).

·      Menyediakan habitat bagi sejumlah spesies ikan yang ekonomis penting sebagai tempat berlindung dan tempat mencari makan (feeding ground).

·      Memenuhi kebutuhan bermacam spesies ikan dan udang yang hidup dilepas pantai, tetapi bermigrasi keperairan dangkal dan berlindung untuk memproduksi dan sebagai tempat tumbuh besar (nursery ground) anak mereka.

·      Sebagai potensi produksi makanan laut di estuaria yang sedikit banyak didiamkan dalam keadaan alami. Kijing yang bernilai komersial (rangia euneata) memproduksi 2900 kg daging per ha dan 13.900 kg cangkang per ha pada perairan tertentu di texas. Andaikata 2 kkal per gram berat basah, hasil ini berarti sekitar 580 kkal per m, atau sebanding dengan hasil ikan darikolam buatan yang dikelola dan dipupuk paling intensif, tentu saja dengan mengingat bahwa tempat pemeliharaan kijingmemerlukan masukan energidari perairan yang berdekatan.

·      Sebagai tempat budidaya tiram dengan rakit seperti diterapkan di jepanagan, dapat meningkatkan lima atau sepuluhkali dari panen yang diperoleh populasi air. Sehingga dapat menghasilkan makanan berprotein sebanyak 2.000 kkal per m setiap tahun.

 

D.     Ekosistem Aquatik

Ekosistem perairan merupakan ekosistem yang kompone abiotiknya sebagai besar terdiri atas air. Makhluk hidup (komponen biotik) dalam ekosistem perairan dibagi dalam beberapa kelompok antara lain sebagai berikut.

·         Plankton
Terdiri atas fitoplankton dan zooplankton, Organisme ini dapat bergerak dan berpindah tempat secara pasif karena pengaruh arus air, seperti ganggung uniseluler dan protozoa.

·         Nekton
Organisme yang bergerak aktif ( berenag ) seperti katak dan ikan.

·         Neuston
Organisme yang mengapung di permukaan air, seperti eceng gondok, serangga air, ganggang dan teratai.

·         Bentos
Organisme yang berada di dasar perairan, seperti cacing, udang, ganggang dan kepiting.

·         Perifiton
Organisme yang melekat pada organisme lain seperti siput dan ganggang.

1.      Macam-Macam Ekosistem Perairan (Akuatik)

a. Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar adalah suatu bentuk menyeluruh atau tatanan yang ada di dalam air tawar dan sekitarnya yang terdiri dari makhluk hidup di dalam air tersebut dan lingkungan air tawar itu sendiri.Ekosistem air tawar sering dikatakan juga sebagai perairan darat.

b.      Ciri-ciri ekosistem air tawar

Ciri-ciri ekosistem air tawar dapat dijelaskan sebagai berikut :

1)      Salinitas (kadar garam) rendah, lebih rendah jika dibandingkan dengan sitoplasma.

2)      Adanya aliran air (arus), hal ini amat menentukan distribusi gas yang vital, garam mineral dan organisme kecil.

3)      Variasi suhu antara siang dan malam tidak terlalu besar.

4)      Penetrasi (masuknya) cahaya matahari terbatas/kurang.

5)      Ekosistem air tawar tetap dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, meskipun pengaruh tersebut relatif kecil apabila dibandingkan dengan ekosistem darat.

6)      Perubahan ketinggian air terlihat nyata sekali , misalya pada waktu musim hujan air sungainya tinggi (berlimpah) dan musim kemarau terlihat sedikit (kekeringan).

7)      Kadar oksigen terlarut pada ekosistem air tawar relatif lebih tinggi.

8)      Intensitas cahaya yang diterima pada ekosistem air tawar cukup tinggi, walaupun karena berbagai faktor penetrasi cahaya matahari ke dalam air agak berkurang.

9)      Secara fisik dan biologis ekosistem ait tawar merupakan perantaraan ekosistem darat dan laut , yang sering disebut sebagai air payau (lingkungan estuarin) , estuarin merupakan lingkungan lingkungan perairan setengah tertutup di pinggiran daratan yang terpengaruh oleh pasang surut air laut.

10)  Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang , sedangkan lainnya adalah tumbuhan biji.

c.       Penggolongan Ekosistem Air Tawar Berdasarkan Gerak Airnya

Berdasarkan gerak airnya, ekosistem air tawar dapat dibedakan menjadi ekosistem lentik dan lotik.

1)      Lentik, adalah ekosistem yang airnya tenang atau diam, misalnya danau, telaga dan rawa.

2)      Ekosistem Lotik, adalah ekosistem yang airnya bergerak mengalir, misalnya selokan, parit, atau sungai. Ciri-ciri ekosistem lotik adalah airnya mengalir, merupakan ekosistem terbuka dari kadar oksigen terlarut relatif tinggi.

Aliran air dalam ekosistem lotik merupakan faktor pembatas bagi organisme yang ada di dalamnya. Artinya organisme yang tidak dapat melakukan adaptasi terhadap adanya aliran air akan tersingkir. Aliran ini juga dapat menjadi penentu jenis dan komposisi komponen biotik dalam ekosistem.Aliran air tergantung pada topografi, besarnya sungai dan debit air yang mengalir.Misalnya, jenis organisme di pinggir sungai berbeda dengan jenis organisme di dalam atau di dasar sungai.

Air ekosistem lotik tidak tetap, melainkan berubah tergantung pada musim. Di Pulau Jawa, pada umumnya air sungai keruh dan banjir di musim hujan sedangkan di musim kemarau airnya kecil dan bahkan mengering. Keadaan ini merupakan suatu indikator adanya kerusakan ekosistem darat didaerah hulu sungai.

Sebagai suatu Ekosistem terbuka.Ekosistem lotik memperoleh kiriman bahan organik yang terbawa aliran air dari daerah hulu atau daratan misalnya, berupa bangkai, sampah atau daun-daun yang gugur ke sungai.Meskipun dari ekosistem lotik itu sendiri hewan-hewan dapat memperoleh makanan, beberapa hewan sungai ada yang memakan bahan organik yang terbawa aliran air.Jadi, ekosistem lotik mendapat pengaruh yang besar dari ekosistem daratan.

Sebagai ekosistem yang mobil, aliran air memudahkan terjadinya persentuhan antara permukaan air yang luas dengan udara.Apalagi, jika disepanjang ekosistem lotik terdapat jeram, riak-riak kecil, dan air terjun. Keadaan yang demikian menyebabkan kadar oksigen terlarut relatif tinggi. Tingginya kadar oksigen memberikan kondisi pada hewan-hewan sungai untuk hidup dilingkungan yang cukup oksigen, sehingga mereka menjadi peka terhadap kekurangan oksigen. Adanya bahan pencemar yang dapat mereduksi (mengurangi) oksigen terlarut dapat menimbulkan bencana bagi hewan air itu.

d.      Penggolongan Ekosistem Air Tawar Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya ekosistem air tawar dapa digolongkan menjadi:

1)   Kolam

 


Kolam merupakan ekosistem buatan dan sebuah perairan yang cukup dangkal sehingga cahaya dapat menembus sampai ke dasarnya. Tumbuhan yang hidup di habitat kolam antara lain teratai dan enceng gondok. Organisme lain yang  berada di dalam kolam adalah berbagai jenis plankton, crustacea kecil, molusca, beberapa jenis ikan, serta insecta.

2)      Danau

Danau adalah perairan darat yang ukurannya lebih besar daripada kolam. Akan tetapi batas-batas ukuran danau tidak jelas. Para ahli menyebutkan danau adalah perairan darat yang mempunyai kedalaman air sedemikian rupa, sehingga dasar perairannya selalu gelap karena tidak dapat tercapai oleh cahaya matahari.

3)      Sungai


Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah.Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan.Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air.Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.

1)      Rawa

Ekosistem air tawar berupa rawa memiliki habitat dengan ciri-cirinya adalah variasi temperatur atau suhu rendah, kadar garam rendah, penetrasi cahaya yang kurang, dipengaruhi iklim dan cuaca di sekitar, dan memiliki tumbuhan-tumbuhan tingkat tinggi (dikotil dan monokotil), tumbuhan tingkat rendah (alga, jamur, gulma, ganggang hijau) yang berfungsi sebagai produsen, serta memiliki ikan air tawar yang dapat dijadikan sebagai sumber pangan protein hewani.

2. Ekosistem Air Laut

Ekosistem air laut merupakan sumber daya hayati dan non hayati, lebih kurang 70% dari permukaan bumi tertutup oleh laut. Wilayah indonesia yang terdiri atas lebih dari 13000 pulau, dikelilingi oleh laut. Ilmu yang mempelajari ekosistem air laut disebut oceanology.

  • Ciri-Ciri Ekosistem Air Laut

Adapun ciri-ciri dari ekosistem air laut adalah:

  1. Salinitas tinggi terutama di daerah tropis , sedangkan di daerah dingin salinitasnya rendah.
  2. Mineral air laut 75% berupa NaCl (garam dapur)
  3. Pada kedalaman 200 m , suhu air laut dari kutub sampai khatulistiwa berkisar 0 ͦ – 22 ͦ C.
  4. Pada bagian yang lebih dalam, hampir tidak ada perbedaan suhu.
  5. Jumlah energi cahaya yang diterima air laut dipergunakan untuk fotosintesis organisme autotrofik.
  6. Aliran air laut menyebarkan senyawa kimia yang diperlukan organisme yang hidup di laut , serta mempengaruhi suhu dan kadar garam.
  7. Aliran air laut di pengaruhi oleh pola angin dan putaran bumi.
  • Penggolongan Ekosistem Air Laut Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya ekosistem air laut dapat di bedakan menjadi lautan, pantai, estuari,dan terumbu karang.

1.      Lautan


Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai
55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah
tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi.Batas antara lapisan
air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin.
Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan
laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan.Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan
air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai
makanan yang berlangsung baik.

Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.

Ekosistem air laut dapat dibagi-bagi dalam kelompok menurut berbagai cara, salah satu cara adalah dengan membedakan ekosistem air laut menjadi 3 daerah lautan

1. Lautan terbuka, mempunyai ciri khas sebagai berikut :

·         Produsen utama adalah Diatomae (alga mikroskopik dan Dinoflagellatae).

·         Seluruh kehidupan ekosistem tergantung pada phytoplankton.

2. Kedalaman laut (laut dalam) , mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

·         Tekanan airnya kuat.

·         Tekanan di dalam tubuh sama dengan tekanan di luar tubuh organisme.

·         Tidak terdapat produsen.

·         Umumnya , hewan berwarna hitam atau merah tua , dan mempunyai indera penglihat yang sangat peka.

·         Hewan-hewan tersebut kadang mempunyai kemampuan bioluminessens yang berguna untuk pemikat mangsa dan menghindar dari serangan lawan , serta sebagai tanda pengenal.

·         Biota yang di temui binatang karang , ikan , udang dan cumi-cumi.

3. Lautan lepas pantai, dengan ciri sebagai berikut :

1.      Relatif dangkal , sebagian dari daratan menjulur ke bawah air yang menggenanginya.

2.      Daerah yang tegenanh di sebut papan kontinen.

3.      Lebar rata-rata papan kontinen ± 50 km.

4.      Cahaya matahari dapat menembus sampai ke dasar.

5.      Jarang bahkan tidak terdapat lumut dan paku- pakuan.

6.      Banyak terdapat crustaceae , molusca dan cacing annelida.

2.      Pantai



Pantai adalah wilayah yang menjadi batas antara daratan dan lautan. Bentuk-bentuk pantai berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan proses yang ada di wilayah tersebut seperti pengikisan, pengangkutan dan pengendapan yang disebabkan karena adanya gelombang, arus dan angin yang berlangsung secara terus menerus sehingga membentuk daerah pantai.

Pesisir adalah wilayah antara batas pasang tertinggi hingga batas air laut yang terendah pada saat surut. Pesisir dipengaruhi oleh gelombang air laut. Pesisir juga merupakan zona yang menjadi tempat pengendapan hasil pengikisan air laut dan merupakan bagian dari pantai.

Bagi kehidupan, terutama di daerah tropis pantai dapat dimanfaatkan sebagai :

·         Areal tambak garam.

·         Daerah pertanian pasang surut.

·         Wilayah perkebunan kelapa dan pisang.

·         Objek pariwisata.

·         Daerah pengembangan industri kerajinan rakyat bercorak khas daerah pantai, dan lain-lain.

  • Penggolongan Ekosistem Air Laut Berdasarkan Intensitas Cahaya Yang Diterima

Berdasarkan Intensitas cahaya yang diterima air laut , habitat air laut dapat di bedakan menjadi 3, yaitu:

1.      Daerah fotik

Daerah yang masih mendapatkan cahaya matahari.

2.      Daerah twilight (disfotik)

dari kedalaman 200-2.000 m , cahaya bersifat remang-remang dan tidak efektif , sehingga fotosintesis lebih kecil atau sama dengan respirasi.

3.      Daerah Afotik

Daerah dengan kedalaman lebih dari 2.000 m, daerah ini tidak terkena cahaya matahari dan fotosintesis tidak ada.

 

 

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

1.   Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

2.   Ekosistem terbagi ke dalam 3 kelompok : Ekosistem teresterial, ekosistem estuaria dan ekosistem aqutik.

3.   Ekosistem darat yang memiliki tipe struktur vegetasi dominan dalam skala luas disebut  bioma yaitu ekosistem teresterial.

4.   Estuaria adalah bagian dari lingkungan perairan yang merupakan daerah pencampuran antara air laut dan air tawar yang berasal dari sungai, sumber air tawar lainnya (saluran air tawar dan genangan air tawar).

5.   Ekosistem perairan merupakan ekosistem yang kompone abiotiknya sebagai besar terdiri atas air

B.     Saran

Ekologi akan lebih mudah dipelajari jika memiliki banyak referensi buku dan melakukan pengamatan langsung di lapangan. Pada pembahasan ekosistem teresterial, estuaria, dan akuatik dapat menjadikan bisa menjadi sumber pengetahuan mengenai unsur biotik dan abiotik yang terdapat di setiap ekosistem.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Campbell A. Neil & recer B. Jane, dkk.2008. biologi jilid 3 edisi 8 jakarta ; erlangga.

                        Kasim. 2005. Ekologi Estuaria. Jakarta: Balai Pustaka.

Pratiwik dkk.2006, biologi. jakarta ; erlangga.



EmoticonEmoticon