ALIRAN ENERGI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Didalam ekosistem terjadi hubungan saling ketergantungan
antara kompenen satu dengan yang lainnya. Saling ketergantungan itu mencakup
berbagai kebutuhan untuk bereproduksi, makanan, energi, air, mineral dan udara.
Adanya saling ketergantungan menyebabkan di dalam ekosistem terjadi rantai
makanan, jaring-jaring makanan, aliran energi, dan siklus biokimia.
Semua yang ada di bumi ini baik makhluk hidup maupun
benda mati tersusun oleh materi. Materi ini tersusun atas unsur-unsur kimia
antara lain karbon (C), Oksigen (O), Nitrogen (N), Hidrogen (H), dan fospor
(P).
Pada peristiwa aliran energi ini, kompenen ekosistem, khususnya kompenen
biotik, memiliki tiga peran dasar, yaitu sebagai produsen, konsumen dan
dekomposer. Penyusun utama produsen dalam suatu ekosistem, khususnya di daratan
adalah tumbuhan. Organisme ini mampu membuat makanannya sendiri dengan bantuan
sinar matahari.
Produsen merupakan organisme autotrof, yaitu organisme
yang mampu menyusun atau membuat makanannya sendiri. Adapun konsumen adalah
organisme heterotrof, yaitu organisme yang tidak dapat membuat makanannya
sendiri. Untuk memenuhi kebutuhannya, organisme ini bergantung pada organisme
lain. Komponen biotik yang terakhir, yaitu dekomposer (pengurai). Dekomposer
adalah organisme yang menguraikan sisa-sia organisme yang telah mati menjadi
zat-zat organik sederhana. Zat-zat sederhana ini akan digunakan kembali oleh
produsen sebagai bahan nutrisi untuk membuat makanannya. Proses tersebut akan
berlangsung terus-menerus di dalam suatu ekosistem.
B. Rumusan
Masalah
1. Apakah
yang dimaksud dengan aliran energi dan bentuknya ?
2. Apa
yang dimaksud dengan rantai makanan?
3. Bagaimanan
proses aliran energi dalam jaring-jaring makanan ?
4. Apakah
yang dimaksud dengan piramida energi ?
5. Bagaimana
proses produktivitas di dalam ekosistem ?
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui pengertian aliran energi dan bentuknya ?
2. Untuk
mengetahui pengertian rantai makanan?
3. Untuk
mengetahui letak proses aliran energi dalam jaring-jaring makanan?
4. Untuk
mengetahui piramida energi ?
5. Untuk
mengetahui proses produktivitas di dalam ekosistem ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Aliran
Energi
Interaksi antara organisme dengan lingkungan dapat
terjadi karena adanya aliran energi. Aliran energi adalah jalur satu arah dari
perubahan energi pada suatu ekosistem. Proses aliran energi antar organisme
dapat terjadi karena adanya proses makan dan dimakan. Proses makan dan dimakan
terjadi antara satu kelompok organisme dengan kelompok organisme lainnya.
Dalam proses makan dan dimakan terjadi proses perpindahan
ataupun aliran energi. Pada awalnya energi matahari mengalir ke tumbuhan hijau
dan digunakan untuk proses fotosintesis. Hasil fotosintesis disimpan sebagai
cadangan makanan, dan dimakan oleh konsumen. Energi akan berpindah dari
konsumen yang satu dengan yang lainnya, jika konsumen puncak mati maka akan
diuraikan oleh bakteri dan jamur menjadi unsur-unsur mineral yang diserap oleh
tumbuhan tersebut kembali. Pada proses perpindahan energi dari satu trofik
lainnya selalu ada energi yang hilang.
Sehingga dapat dikatakan bahwa aliran energi merupakan
rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk yang lain dimulai dari
sinar matahari lalu ke produsen, konsumen, sampai ke pengurai di dalam tanah.
Organisme memerlukan energi untuk mendukung kelangsungan hidupnya, antara lain
untuk proses pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, bergerak, dan
metabolisme yang ada dalam tubuh.
Pada setiap tingkat trofik, energi yang dilepaskan ke
lingkungan dalam bentuk panas dapat mencapai 90%. Jadi, hanya 10% dari energi
itu yang digunakan untuk kegiatan hidunya. Karena itu, semakin jauh energi dari
sumbernya akan semakin kecil alirannya. Hal ini disebabkan karena adanya energi
yang beralih dalam bentuk panas tubuh seperti diuraikan tadi. Di dalam ekosistem
terjadi pemborosan energi, juga tampak bahwa energi itu mengalir dari luar
(matahari) ke dalam ekosistem dalam satu alur. Energi tidak dapat berdaur ulang
dan tidak dapat kembali lagi ke matahari.
Salah satu sifat yang penting adalah energi dapat berubah
dari satu bentuk ke bentuk lain. Perubahan bentuk energi itu dikenal sebagai
transformasi energi. Makhluk hidup mampu melakukan transformasi energi.
Misalnya, dari energi gula diubah menjadi lemak dan protein, yang kemudian
disimpan di dalam jaringan tubuh, atau diubah menjadi energi gerak.
B. Rantai
makanan
Rantai makanan adalah perpindahan materi
dan energy dari suatu makhluk hidup ke suatu maklhuk hidup lain dalam proses
makan dan dimakan dengan satu arah. Tiap tingkatan dari rantai makanan disebut
taraf trofik/tingkat trofik. Pada setiap atahap pemindahan energy, 80%-90%
energy potensi hilang sebagai panas, karena itu langkah-langkah dalam rantai
makanan terbatas 4-5 langkah saja. Dengan perkatan lain, semakin pendek rantai
makanan semakin besar pula energy yang tersedia.
Rantai makanan dimulai dari organisme
autorotrof dnegan mengubah energy cahaya menjadi energy kimia. Energy kimia ini
akan diteruskan pada konsumen tingkat pertama atau primer, tingkat kedua atau
sekunder, dan seterusnya sampai kelompok organisme pengurai atau decomposer,
rantai makanan sendiri memiliki menurut para ilmuwan dibagi menjadi tiga rantai
pokok, yaitu:
1.
Rantai pemangsa (rantai
makanan tipe perumput)
Landasan utama dari rantai pemangsa adalah
tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai darai hewan yang
bersifat herbivore sebagai konsumen 1, dilanjutkan dengan hewan karnovora yang
memangsa herbivora sebagai konsumen kedua dan berakhir pada hewan pemangsa
karnivora maupun herbivore sebagai konsumen 3.
Contohnya:
padi-tikus-ular sawah-elang
Padi sebagai produsen (trofik 1), tikus sebagai konsumen 2 (trofik 2) dan ular sawah sebagai konsumen 3 (trofik 3).
2.
Rantai parasite (rantai
makanan tipe parasite)
Rantai parasite di,ulai dari organisme besar
hingga organisme yuang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara
lain cacing, bakteri, dan benalu.
Contoh:
tanaman manga- benalu- ulat- burung pemakan ulat.
3.
Rantai saprofit (rantai
makanan tipe dentritus)
Rantai saprofit dimulai dari organisme
mati kejasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai diatas tidak berdiri
sendiri tapi saling berkaitran satu dengan yang lainnya sehingga membentuk
jaring-jaring makanan.
Contohnya: hancuran daun (seresah)- cacing tanah- ayam- musang.
C. Jaring-jaring
makanan.
Bedasarkan rantai makanan tersebut padi berperan sebagai produsen, tikus berperan sebagai konsumen 1, ular berperan sebagaio konsumen 2, dan elang berperan sebagai konsumen . dari rantai makanan tersebut dapat kita gambarkan peristiwa yang akan terjadi jika salah satu komponen dalam rantai makanan diatas konsumen 1 (tikus) tidak ada atau hilang, maka konsumen 2 (ullar) akan terganggu keseimbangannya karenatidak mendapat makanan. Sebaliknya produsen ( padi) akan melimpah karena tidak ada yang memakannya. Siklus dalam rantai makanan dapat berjalan seimbang apabila semua komponen tersedia. Apabila salah satu komponen, misalnya komponen 1 tidak ada, maka akan terjadi ketimpangan dalam urutan makan dan dimakan dalam rantai makanan tersbeut. Agar rantai makanan dapat berjalan terus menerus maka jumlah produsen harus lebih banyak daripada jumlah konsumen 2 dan seterusnya. Kumpulan dari beberapa rantai makanan membentuk jaring-jaring makanan.
D. Piramida ekologi
Piramida ekologi adalah gambaran susunan
antar trofik yang disusun berdasarkan kepadatan populasi , berat kering, maupun
kemampuan menyimpan energy pada tiap trifik. Struktur trofik disusun secara
urut sesuai hubungan makan dan dimakan antar trofik yang secara umum
memperlihatkan bentuk kerucut atau pyramid. Piramida ekologi ini berfungsi
untuk menunjukan gambaran perbandinhgan antar trofik pada suatu ekosistem. Pada
tingkat pertama ditepati produsen sebagai dasar dari piramida ekologi,
selanjutnya konsumen primer, sekunder,tersier sampai konsumen puncak.
Piramida ekologi sendiri terbagi menjadi
beberapa macam diantaranya:
1. Piramida
energy
Paramida energy tidak hanya jumlah total
energy yang diginakan organisme pada setiap taraf trofik rantai makanan tetapi
juga menyangkut peranan berbagai organisme di didalam transfer energy. Dalam
penggunaan energy makin tinggi tingkat trofiknya maka makin efisien
penggunaannya. Namun panas yang dilepaskan pada proses transfer energy menjadi
lebih besar. Hilangnya panas pada proses respirasi juga semakin meningkat dari
organisme yang gtarak trofiknya rendah ke organisme yang taraf trofiknya lebih
tinggi.
2. Piramida
biomasa
Piramida biomasa yaitu piramida yang
menggambarkan berkurangnya transfer energy pada setiap tingkat trofik tidak
efesien. Tetapi piramida biomasa dapat terbentuk terbalik.
Misalnya dilautan terbuka produsennya
adalah fitoplanton mikroskopik, sedangkan konsumennya adalah makhluk
mikrokosfik sampai makhluk besar seperti paus biru dimana biomasa paus biru
melebihi produsennya. Pumcak piramida biomasa memilki biomasa terendah yang
berarti jumlah individunya sedikit, dan umumnya individu karnivora pada puncak
piramida bertubuh besar.
3. Piramida
jumlah
Piramida jumlah yaitu suatu piramida yang mengambarkan jumlah individu pada setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem. Piramida jumlah umumnya membentuk menyempit keatas. Organisme piramida jumlah mulai tingkat trofik terendah sampai puncak adalah sama seperti piramida yang lain yaitu seperti produsen, konsumen primer dan konsumen sekunder, dan konsumen tersier. Artinmya jumlah tumbuhan dalam taraf trofik pertama lebih banyak dari pada hewan (konsumen primer) ditaraf trofik kedua, jumlah organisme konsumen sekunder lebih sedikit dari konsumen primer, serta jumlah organisme konsumen tersier leboih sedikit dari organisme sekunder.
E. Produktivitas
dalam ekosistem
Tumbuhan
berklorofil mampu menangkap energy cahaya dan mengolah serta menyimpan energy
tersebut menjadi energy kimia, yaitu berupa bahan organic. Jumlah total energy
kimia berupa bahan organic yang dibentuk oleh tumbuh-tumbuhan persatuan luas
waktu disebut produksi primer. Kecepata penyimpanan energy kimia oleh produsen
dalam bentuk senyawa organic sebagai bahan makanan disebut produksi primer
bersih. Produksi bersih inilah yang berguna untuk manusia dan binantang
(oraginsme) heterotrof. Organisme heterotroph dapat mensitensis kembali energy
yang diperolehnya dan disimpan dalam jaringan yang disebut produksi sekunder.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Aliran
energi adalah jalur satu arah dari perubahan energi pada suatu ekosistem.
2. Proses
aliran energi antarorganisme dapat terjadi karena adanya proses makan dan
dimakan. Proses makan dan dimakan antara satu kelompok organisme dengan
kelompok organisme lainnya.
3. Aliran
energi di ekosistem dapat dalam bentuk rantai makanan, jaring-jaring makanan
dan piramida ekologi yang di dalamnya terjadi proses pertukaran energi dari
satu organisme lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Philip kristanto.2013. Ekologi
Industri Edisi Kedua. Yogjakarta. CV Andi Offset
Husain Latuconsina.2019.Ekologi
Perairan Tropis.Yogjakarta.Gadjah Mada Universitas Press.


EmoticonEmoticon