29 Oktober 2024

Aliran Energi-Ekologi Tumbuhan

 

ALIRAN ENERGI


BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

            Didalam ekosistem terjadi hubungan saling ketergantungan antara kompenen satu dengan yang lainnya. Saling ketergantungan itu mencakup berbagai kebutuhan untuk bereproduksi, makanan, energi, air, mineral dan udara. Adanya saling ketergantungan menyebabkan di dalam ekosistem terjadi rantai makanan, jaring-jaring makanan, aliran energi, dan siklus biokimia.

            Semua yang ada di bumi ini baik makhluk hidup maupun benda mati tersusun oleh materi. Materi ini tersusun atas unsur-unsur kimia antara lain karbon (C), Oksigen (O), Nitrogen (N), Hidrogen (H), dan fospor (P).

            Pada peristiwa aliran energi ini,  kompenen ekosistem, khususnya kompenen biotik, memiliki tiga peran dasar, yaitu sebagai produsen, konsumen dan dekomposer. Penyusun utama produsen dalam suatu ekosistem, khususnya di daratan adalah tumbuhan. Organisme ini mampu membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari.

            Produsen merupakan organisme autotrof, yaitu organisme yang mampu menyusun atau membuat makanannya sendiri. Adapun konsumen adalah organisme heterotrof, yaitu organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Untuk memenuhi kebutuhannya, organisme ini bergantung pada organisme lain. Komponen biotik yang terakhir, yaitu dekomposer (pengurai). Dekomposer adalah organisme yang menguraikan sisa-sia organisme yang telah mati menjadi zat-zat organik sederhana. Zat-zat sederhana ini akan digunakan kembali oleh produsen sebagai bahan nutrisi untuk membuat makanannya. Proses tersebut akan berlangsung terus-menerus di dalam suatu ekosistem.

         

B.       Rumusan Masalah

            1.      Apakah yang dimaksud dengan aliran energi dan bentuknya ?

            2.      Apa yang dimaksud dengan rantai makanan?

            3.      Bagaimanan proses aliran energi dalam jaring-jaring makanan ?

            4.      Apakah yang dimaksud dengan piramida energi ?

            5.      Bagaimana proses produktivitas di dalam ekosistem ?

 

C.       Tujuan

1.      Untuk mengetahui pengertian aliran energi dan bentuknya ?

2.      Untuk mengetahui pengertian rantai makanan?

3.      Untuk mengetahui letak proses aliran energi dalam jaring-jaring makanan?

4.      Untuk mengetahui piramida energi ?

5.      Untuk mengetahui proses produktivitas di dalam ekosistem ?

 

  

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.      Aliran Energi

            Interaksi antara organisme dengan lingkungan dapat terjadi karena adanya aliran energi. Aliran energi adalah jalur satu arah dari perubahan energi pada suatu ekosistem. Proses aliran energi antar organisme dapat terjadi karena adanya proses makan dan dimakan. Proses makan dan dimakan terjadi antara satu kelompok organisme dengan kelompok organisme lainnya.

            Dalam proses makan dan dimakan terjadi proses perpindahan ataupun aliran energi. Pada awalnya energi matahari mengalir ke tumbuhan hijau dan digunakan untuk proses fotosintesis. Hasil fotosintesis disimpan sebagai cadangan makanan, dan dimakan oleh konsumen. Energi akan berpindah dari konsumen yang satu dengan yang lainnya, jika konsumen puncak mati maka akan diuraikan oleh bakteri dan jamur menjadi unsur-unsur mineral yang diserap oleh tumbuhan tersebut kembali. Pada proses perpindahan energi dari satu trofik lainnya selalu ada energi yang hilang.

            Sehingga dapat dikatakan bahwa aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk yang lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, konsumen, sampai ke pengurai di dalam tanah. Organisme memerlukan energi untuk mendukung kelangsungan hidupnya, antara lain untuk proses pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, bergerak, dan metabolisme yang ada dalam tubuh.

            Pada setiap tingkat trofik, energi yang dilepaskan ke lingkungan dalam bentuk panas dapat mencapai 90%. Jadi, hanya 10% dari energi itu yang digunakan untuk kegiatan hidunya. Karena itu, semakin jauh energi dari sumbernya akan semakin kecil alirannya. Hal ini disebabkan karena adanya energi yang beralih dalam bentuk panas tubuh seperti diuraikan tadi. Di dalam ekosistem terjadi pemborosan energi, juga tampak bahwa energi itu mengalir dari luar (matahari) ke dalam ekosistem dalam satu alur. Energi tidak dapat berdaur ulang dan tidak dapat kembali lagi ke matahari.

            Salah satu sifat yang penting adalah energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Perubahan bentuk energi itu dikenal sebagai transformasi energi. Makhluk hidup mampu melakukan transformasi energi. Misalnya, dari energi gula diubah menjadi lemak dan protein, yang kemudian disimpan di dalam jaringan tubuh, atau diubah menjadi energi gerak.

           

B.     Rantai makanan

Rantai makanan adalah perpindahan materi dan energy dari suatu makhluk hidup ke suatu maklhuk hidup lain dalam proses makan dan dimakan dengan satu arah. Tiap tingkatan dari rantai makanan disebut taraf trofik/tingkat trofik. Pada setiap atahap pemindahan energy, 80%-90% energy potensi hilang sebagai panas, karena itu langkah-langkah dalam rantai makanan terbatas 4-5 langkah saja. Dengan perkatan lain, semakin pendek rantai makanan semakin besar pula energy yang tersedia.

Rantai makanan dimulai dari organisme autorotrof dnegan mengubah energy cahaya menjadi energy kimia. Energy kimia ini akan diteruskan pada konsumen tingkat pertama atau primer, tingkat kedua atau sekunder, dan seterusnya sampai kelompok organisme pengurai atau decomposer, rantai makanan sendiri memiliki menurut para ilmuwan dibagi menjadi tiga rantai pokok, yaitu:

1.         Rantai pemangsa (rantai makanan tipe perumput)

Landasan utama dari rantai pemangsa adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai darai hewan yang bersifat herbivore sebagai konsumen 1, dilanjutkan dengan hewan karnovora yang memangsa herbivora sebagai konsumen kedua dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivore sebagai konsumen 3.

Contohnya: padi-tikus-ular sawah-elang

            Padi sebagai produsen (trofik 1), tikus sebagai konsumen 2 (trofik 2) dan ular sawah sebagai konsumen 3 (trofik 3).

2.         Rantai parasite (rantai makanan tipe parasite)

Rantai parasite di,ulai dari organisme besar hingga organisme yuang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.

Contoh: tanaman manga- benalu- ulat- burung pemakan ulat.

3.        Rantai saprofit (rantai makanan tipe dentritus)

Rantai saprofit dimulai dari organisme mati kejasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai diatas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitran satu dengan yang lainnya sehingga membentuk jaring-jaring makanan.

Contohnya: hancuran daun (seresah)- cacing tanah- ayam- musang.

C.     Jaring-jaring makanan.

Bedasarkan rantai makanan tersebut padi berperan sebagai produsen, tikus berperan sebagai konsumen 1, ular berperan sebagaio konsumen 2, dan elang berperan sebagai konsumen . dari rantai makanan tersebut dapat kita gambarkan peristiwa yang akan terjadi jika salah satu komponen dalam rantai makanan diatas konsumen 1 (tikus) tidak ada atau hilang, maka konsumen 2 (ullar) akan terganggu keseimbangannya karenatidak mendapat makanan. Sebaliknya produsen ( padi) akan melimpah karena tidak ada yang memakannya. Siklus dalam rantai makanan dapat berjalan seimbang apabila semua komponen tersedia. Apabila salah satu komponen, misalnya komponen 1 tidak ada, maka akan terjadi ketimpangan dalam urutan makan dan dimakan dalam rantai makanan tersbeut. Agar rantai makanan dapat berjalan terus menerus maka jumlah produsen harus lebih banyak daripada jumlah konsumen 2 dan seterusnya. Kumpulan dari beberapa rantai makanan membentuk jaring-jaring makanan.

D.     Piramida ekologi

Piramida ekologi adalah gambaran susunan antar trofik yang disusun berdasarkan kepadatan populasi , berat kering, maupun kemampuan menyimpan energy pada tiap trifik. Struktur trofik disusun secara urut sesuai hubungan makan dan dimakan antar trofik yang secara umum memperlihatkan bentuk kerucut atau pyramid. Piramida ekologi ini berfungsi untuk menunjukan gambaran perbandinhgan antar trofik pada suatu ekosistem. Pada tingkat pertama ditepati produsen sebagai dasar dari piramida ekologi, selanjutnya konsumen primer, sekunder,tersier sampai konsumen puncak.

Piramida ekologi sendiri terbagi menjadi beberapa macam diantaranya:

1.      Piramida energy

Paramida energy tidak hanya jumlah total energy yang diginakan organisme pada setiap taraf trofik rantai makanan tetapi juga menyangkut peranan berbagai organisme di didalam transfer energy. Dalam penggunaan energy makin tinggi tingkat trofiknya maka makin efisien penggunaannya. Namun panas yang dilepaskan pada proses transfer energy menjadi lebih besar. Hilangnya panas pada proses respirasi juga semakin meningkat dari organisme yang gtarak trofiknya rendah ke organisme yang taraf trofiknya lebih tinggi.

2.      Piramida biomasa

Piramida biomasa yaitu piramida yang menggambarkan berkurangnya transfer energy pada setiap tingkat trofik tidak efesien. Tetapi piramida biomasa dapat terbentuk terbalik.

Misalnya dilautan terbuka produsennya adalah fitoplanton mikroskopik, sedangkan konsumennya adalah makhluk mikrokosfik sampai makhluk besar seperti paus biru dimana biomasa paus biru melebihi produsennya. Pumcak piramida biomasa memilki biomasa terendah yang berarti jumlah individunya sedikit, dan umumnya individu karnivora pada puncak piramida bertubuh besar.

3.      Piramida jumlah

Piramida jumlah yaitu suatu piramida yang mengambarkan jumlah individu pada setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem. Piramida jumlah umumnya membentuk menyempit keatas. Organisme piramida jumlah mulai tingkat trofik terendah sampai puncak adalah sama seperti piramida yang lain yaitu seperti produsen, konsumen primer dan konsumen sekunder, dan konsumen tersier. Artinmya jumlah tumbuhan dalam taraf trofik pertama lebih banyak dari pada hewan (konsumen primer) ditaraf trofik kedua, jumlah organisme konsumen sekunder lebih sedikit dari konsumen primer, serta jumlah organisme konsumen tersier leboih sedikit dari organisme sekunder.

E.     Produktivitas dalam ekosistem

Tumbuhan berklorofil mampu menangkap energy cahaya dan mengolah serta menyimpan energy tersebut menjadi energy kimia, yaitu berupa bahan organic. Jumlah total energy kimia berupa bahan organic yang dibentuk oleh tumbuh-tumbuhan persatuan luas waktu disebut produksi primer. Kecepata penyimpanan energy kimia oleh produsen dalam bentuk senyawa organic sebagai bahan makanan disebut produksi primer bersih. Produksi bersih inilah yang berguna untuk manusia dan binantang (oraginsme) heterotrof. Organisme heterotroph dapat mensitensis kembali energy yang diperolehnya dan disimpan dalam jaringan yang disebut produksi sekunder.


BAB III

PENUTUP

 

A.      Kesimpulan

1.      Aliran energi adalah jalur satu arah dari perubahan energi pada suatu ekosistem.

2.      Proses aliran energi antarorganisme dapat terjadi karena adanya proses makan dan dimakan. Proses makan dan dimakan antara satu kelompok organisme dengan kelompok organisme lainnya.

3.      Aliran energi di ekosistem dapat dalam bentuk rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida ekologi yang di dalamnya terjadi proses pertukaran energi dari satu organisme lainnya.  

           

 

DAFTAR PUSTAKA

Philip kristanto.2013. Ekologi Industri Edisi Kedua. Yogjakarta. CV Andi Offset

Husain Latuconsina.2019.Ekologi Perairan Tropis.Yogjakarta.Gadjah Mada Universitas Press.



EmoticonEmoticon